Sumber Foto : Dok. Sosial media

Jakarta, Harianmedia — Hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Jakarta Pusat pada Kamis, 25 Desember 2025. Cuaca ekstrem ini terjadi di tengah musim hujan dan bertepatan dengan perayaan Natal 2025, sehingga berdampak pada beberapa titik di ibu kota. Data resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat adanya insiden pohon tumbang akibat hujan angin yang terjadi pada sore hingga malam hari.

Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, terdapat enam hingga tujuh pohon tumbang di wilayah Jakarta Pusat yang disebabkan oleh hembusan angin kencang disertai hujan deras. Warga dan pengguna jalan sempat melihat kondisi cuaca berubah cepat di sejumlah kawasan pusat kota, termasuk di sekitar Jalan Kebon Sirih, Tanah Abang, Merdeka Selatan, dan Merdeka Barat, yang menjadi lokasi pohon tumbang.

Beberapa lokasi yang terdampak mencakup kawasan strategis di sekitar Jalan Kebon Sirih, di mana pohon tumbang menimpa kendaraan dan fasilitas umum seperti halte bus. Di Jalan Tanah Abang I, satu batang pohon tumbang merusak gerbang kantor pemerintahan setempat dan mengganggu akses jalan utama. Di depan BSI Tower di Jalan Merdeka Selatan, angin kencang membuat tiang penerangan jalan umum ikut terdampak oleh pohon yang roboh.

Hujan deras yang turun sejak sore hari juga sempat dirasakan oleh jemaat yang sedang mengikuti ibadah Natal di beberapa gereja di kawasan Jakarta Pusat. Misalnya, hujan deras dan angin sempat melanda area Gereja Katedral Jakarta Pusat saat misa malam Natal berlangsung, namun ibadah tetap berjalan secara kondusif di dalam gedung gereja meski cuaca di luar berubah drastis.

Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa yang terdampak secara serius akibat hujan angin tersebut. BPBD DKI Jakarta mencatat satu orang mengalami luka ringan, namun secara umum seluruh warga yang terdampak berhasil ditangani oleh petugas di lapangan dan kondisi lalu lintas di sebagian besar wilayah kembali normal setelah penanganan.

Pihak berwenang seperti petugas kebersihan, dinas perhubungan, dan BPBD langsung dikerahkan untuk mengevakuasi pohon-pohon tumbang serta membersihkan sisa-sisa ranting dan dedaunan yang menghambat akses jalan. Petugas dikerahkan untuk memastikan arus lalu lintas kembali lancar di titik-titik yang sempat terdampak hujan angin.

Cuaca ekstrem seperti yang terjadi pada hari tersebut bukan tanpa peringatan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan imbauan cuaca yang mengingatkan masyarakat akan potensi hujan lebat hingga ekstrem di wilayah Jabodetabek selama periode 25–26 Desember 2025. BMKG menyebut intensitas hujan yang meningkat dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang aktif, sehingga masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dan angin kencang.

Menurut BMKG, cuaca di Jakarta pada hari kejadian diprakirakan akan berawan tebal di pagi dan siang hari, kemudian disusul dengan hujan yang turun mulai sore hingga malam hari. Kondisi ini sesuai dengan pola pertumbuhan awan hujan yang membawa massa udara basah dan memicu terjadinya hujan deras disertai angin.

Sejumlah warga setempat menyatakan bahwa hujan angin datang cukup tiba-tiba, mengingat cuaca di pagi hingga siang hari awalnya hanya berawan. Banyak warga dan pengendara kendaraan bermotor yang memilih berhenti sejenak atau mencari tempat berteduh saat hujan disertai angin makin kencang.

Dalam beberapa titik di Jakarta Pusat, angin yang menyertai hujan membuat ranting dan daun pohon beterbangan ke jalan, sehingga petugas Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta terus siaga untuk menangani dampak pohon tumbang agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

Fenomena ini juga memberi pelajaran penting bagi warga dan pengguna jalan di daerah perkotaan untuk selalu waspada menghadapi perubahan cuaca cepat selama musim hujan. Cuaca ekstrem dapat berdampak pada situasi lalu lintas, keselamatan pejalan kaki, serta infrastruktur perkotaan seperti jaringan listrik dan fasilitas umum.

Cuaca ekstrem yang terjadi pada hari tersebut menjadi salah satu momen yang diingat oleh warga Jakarta Pusat saat merayakan Natal di tengah dinamika iklim yang tidak menentu. Hujan angin membuat sore dan malam hari dipenuhi warna cuaca yang berbeda dari hari-hari biasa, namun masyarakat tetap dapat melanjutkan kegiatan mereka setelah kondisi kembali stabil.

Hingga 26 Desember 2025, tidak ada laporan lanjutan mengenai dampak signifikan lain dari hujan angin tersebut selain kejadian pohon tumbang serta satu korban luka ringan. Masyarakat tetap diminta untuk waspada terhadap prakiraan cuaca di beberapa hari ke depan, karena potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih diperkirakan akan terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *