Aksi Ibu-Ibu Hadang Truk LPG 3 Kg di Aceh Timur, Warga Keluhkan Kelangkaan Gas

Sumber Foto : Antaranews.com

Aceh, Harianmedia — Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram memicu keresahan warga di Kabupaten Aceh Timur. Sejumlah ibu-ibu rumah tangga turun langsung ke jalan dan menghadang sebuah truk pengangkut LPG yang melintas di wilayah Peureulak Timur, Aceh Timur, pada Jumat, 19 Desember 2025. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas sulitnya mendapatkan gas subsidi yang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir.

Peristiwa ini terjadi di ruas jalan nasional Medan–Banda Aceh, tepatnya di kawasan Desa Alue Bu Alue Lhok. Warga menghentikan laju truk pengangkut tabung LPG 3 kilogram yang tengah melintas dan meminta agar gas dijual langsung kepada masyarakat setempat. Aksi tersebut berlangsung spontan dan dipenuhi oleh ibu-ibu yang mengaku sudah kesulitan memperoleh gas untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

Menurut penuturan warga, kelangkaan gas elpiji mulai dirasakan setelah wilayah mereka terdampak banjir. Kondisi tersebut mengganggu distribusi LPG ke sejumlah desa di Aceh Timur. Sejumlah pangkalan disebut tidak mendapatkan pasokan seperti biasanya, sehingga warga terpaksa mencari gas ke desa lain atau menunggu pasokan yang tidak kunjung datang.

Ibu-ibu yang terlibat dalam aksi tersebut menyampaikan bahwa gas elpiji 3 kilogram merupakan kebutuhan utama rumah tangga. Tanpa pasokan gas, aktivitas memasak dan kebutuhan harian keluarga menjadi terganggu. Mereka mengaku sudah berulang kali mendatangi pangkalan resmi, namun sering kali pulang dengan tangan kosong karena stok gas habis.

Truk LPG yang dihadang warga diketahui tengah melakukan distribusi ke wilayah lain. Namun karena kondisi darurat dan desakan warga, sopir akhirnya menghentikan kendaraan dan melayani pembelian gas oleh warga sekitar. Proses penjualan berlangsung secara tertib dan terpantau tidak menimbulkan kericuhan di lokasi kejadian.

Aksi tersebut sempat menyebabkan perlambatan arus lalu lintas di jalan nasional. Kendaraan yang melintas harus bergantian karena sebagian badan jalan digunakan warga untuk mengantre pembelian gas. Meski demikian, situasi tetap terkendali dan tidak terjadi bentrokan antara warga maupun pengguna jalan lainnya.

Warga menyatakan aksi menghadang truk bukan bertujuan menghalangi distribusi, melainkan sebagai bentuk keputusasaan akibat kelangkaan gas yang berkepanjangan. Mereka berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan untuk memastikan pasokan LPG 3 kilogram kembali normal, khususnya di wilayah yang terdampak bencana.

Hingga Sabtu, 20 Desember 2025, kelangkaan LPG 3 kilogram di beberapa wilayah Aceh Timur masih menjadi keluhan warga. Sebagian masyarakat masih harus mencari gas ke kecamatan lain atau menunggu kiriman berikutnya dari agen resmi. Kondisi ini membuat harga gas di tingkat pengecer tidak resmi berpotensi mengalami kenaikan.

Pemerintah daerah setempat menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat normalisasi distribusi gas elpiji. Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi, terutama bagi rumah tangga kecil yang sangat bergantung pada gas subsidi.

Masyarakat berharap kejadian serupa tidak terulang dan pasokan LPG dapat kembali stabil dalam waktu dekat. Warga juga meminta pengawasan distribusi diperketat agar gas elpiji 3 kilogram benar-benar sampai ke masyarakat yang berhak dan tidak mengalami penumpukan di satu wilayah saja.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *