sumber Foto : Dok. BPBD Pandeglang

Banten, Harianmedia — Banjir melanda Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari berturut-turut. Peristiwa banjir mulai terjadi pada Selasa malam, 17 Desember 2025, dan hingga Rabu, 18 Desember 2025, genangan air masih dirasakan warga di sejumlah kampung.Banjir dipicu oleh luapan Sungai Cilemer yang debit airnya meningkat tajam akibat curah hujan tinggi, terutama di wilayah hulu. Air sungai yang tidak tertampung kemudian meluber ke permukiman warga yang berada di dataran rendah dan bantaran sungai.

Sejak hujan turun terus-menerus, warga Desa Idaman mulai merasakan tanda-tanda kenaikan permukaan air sungai. Pada Selasa sore, sebagian warga melihat aliran Sungai Cilemer berubah menjadi lebih deras dan keruh. Menjelang malam hari, air mulai meluap dan masuk ke jalan-jalan kampung, sebelum akhirnya merendam rumah warga.Empat kampung di Desa Idaman tercatat terdampak banjir, yakni Kampung Karang Tengah, Kampung Sindangrahayu, Kampung Tongkol, dan Kampung Tajur. Air menggenangi rumah warga dengan ketinggian bervariasi, mulai dari sekitar 30 sentimeter hingga lebih dari satu meter di beberapa titik.Banjir yang terjadi membuat aktivitas warga terganggu. Sejumlah warga tidak dapat beraktivitas seperti biasa karena rumah mereka terendam air. Jalan lingkungan yang terendam banjir juga menyulitkan mobilitas, baik untuk bekerja, berdagang, maupun mengantar anak ke sekolah.

Hingga Rabu, 18 Desember 2025, ratusan kepala keluarga terdampak banjir. Sebagian besar warga memilih tetap bertahan di rumah masing-masing sambil menunggu air surut. Warga yang rumahnya tergenang cukup tinggi memindahkan barang-barang penting ke tempat yang lebih aman, seperti ke atas lemari atau lantai yang lebih tinggi.Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang mencatat bahwa banjir terjadi akibat kombinasi antara curah hujan tinggi dan kondisi sungai yang tidak mampu menampung debit air dalam waktu singkat. Hujan berhari-hari membuat tanah di sekitar sungai jenuh air, sehingga aliran permukaan langsung masuk ke sungai dan mempercepat terjadinya luapan.

Petugas BPBD bersama aparat desa dan relawan melakukan pemantauan sejak awal kejadian. Mereka menyisir lokasi terdampak untuk memastikan kondisi warga serta mengantisipasi kemungkinan banjir susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.Meski banjir merendam ratusan rumah, hingga laporan terakhir pada 18 Desember 2025 tidak terdapat laporan korban jiwa. Tidak ada pengungsian massal karena sebagian besar warga masih memilih bertahan di rumah. Namun demikian, kondisi banjir tetap menyulitkan warga, terutama bagi lansia, anak-anak, dan keluarga dengan rumah yang terendam cukup dalam.Selain rumah warga, banjir juga berdampak pada fasilitas lingkungan. Sejumlah akses jalan desa tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Aktivitas ekonomi warga pun terhambat, terutama bagi pedagang kecil dan petani yang bergantung pada akses jalan dan kondisi cuaca.

Warga mengaku banjir seperti ini bukan pertama kali terjadi, terutama saat hujan turun dalam waktu lama. Namun, genangan kali ini dinilai cukup mengganggu karena hujan tidak berhenti selama beberapa hari, sehingga air sulit surut dengan cepat.Pemerintah desa setempat berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menyiapkan langkah-langkah penanganan darurat. Warga diimbau tetap waspada, terutama saat malam hari, dan memperhatikan kondisi sungai di sekitar permukiman mereka.BPBD Pandeglang juga mengingatkan bahwa potensi hujan masih ada, sehingga warga yang tinggal di bantaran Sungai Cilemer diminta untuk bersiap jika debit air kembali meningkat. Pemantauan cuaca terus dilakukan untuk mengantisipasi dampak lanjutan.

Hingga Rabu siang, 18 Desember 2025, kondisi banjir di Desa Idaman masih bertahan meski di beberapa titik air mulai menunjukkan tanda-tanda surut. Namun, di lokasi yang lebih rendah, genangan masih terlihat dan belum sepenuhnya menghilang.Warga berharap hujan segera reda agar air sungai kembali normal dan aktivitas sehari-hari dapat berjalan seperti biasa. Selain itu, masyarakat juga berharap adanya perbaikan sistem pengendalian banjir di sekitar Sungai Cilemer agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.Banjir di Desa Idaman menjadi pengingat bahwa wilayah dengan sungai besar tetap memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi, terutama saat curah hujan meningkat. Kesiapsiagaan warga dan koordinasi lintas pihak menjadi kunci dalam menghadapi situasi seperti ini.Dengan kondisi cuaca yang masih fluktuatif, warga Desa Idaman diminta tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi dari pihak berwenang. Hingga 18 Desember 2025, penanganan banjir masih terus dilakukan sambil menunggu kondisi alam kembali membaik.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *