Update Terbaru Peristiwa Mobil MBG di Sekitar SDN Kalibaru 01 Pagi

Sumber Foto : Tiktok @clincing_info

Jakarta, Harianmedia — Suasana pagi hari di SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara, berubah mencekam ketika sebuah mobil yang membawa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tiba-tiba melaju masuk ke area sekolah dan menabrak sejumlah siswa serta seorang guru. Peristiwa itu terjadi ketika para siswa sedang melakukan kegiatan sebelum pelajaran dimulai di lapangan sekolah.

Mobil operasional MBG berjenis minibus itu diterobos pagar sekolah dan menyeruduk barisan siswa serta guru yang sedang berada di halaman sekolah. Akibat kejadian ini, sekitar 20 orang yang terdiri dari 19 siswa dan satu guru, mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.

Dalam hitungan jam setelah kejadian, pihak sekolah menyampaikan bahwa mobil MBG yang terlibat insiden merupakan kendaraan yang digunakan untuk mendistribusikan menu makanan bergizi kepada siswa setiap hari, sebagai bagian dari program pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi anak sekolah.

Untuk informasi lebih lengkap seputar peristiwa ini dan perkembangan penyelidikan, termasuk dari saksi-saksi di lapangan, anda juga dapat membacanya di harianmedia.com untuk kronologi harian dan dokumentasi visual yang menyertai laporan. Baca Puluhan Murid SD di Cilincing Luka Usai Mobil Pengantar MBG Masuk Halaman Sekolah

Pernyataan Sopir dan Penjelasan Resmi

Salah satu fokus utama penyelidikan aparat adalah keterangan dari sopir kendaraan yang terlibat berinisial AI yang kini tengah diperiksa secara intensif oleh pihak kepolisian. Berdasarkan pemeriksaan awal yang dilakukan oleh Polsek Cilincing dan dikonfirmasi oleh Kapolsek AKP Bobi Subasri, sopir mengaku salah menginjak pedal saat berupaya mengerem kendaraan di tanjakan menuju halaman sekolah.

Menurut pengakuan sopir kepada petugas di lokasi, saat hendak menaiki jalan menanjak menuju sekolah, ia berusaha mengerem kendaraan untuk berhenti sebelum memasuki area siswa. Namun, ketika menekan pedal kendaraan, yang tertekan adalah pedal gas bukan pedal rem, sehingga mobil justru melaju maju tanpa terkendali dan masuk ke halaman sekolah secara tiba-tiba.

Kapolsek Cilincing menjelaskan bahwa ini merupakan keterangan sementara yang disampaikan oleh sopir kepada polisi, sementara proses olah TKP, pemeriksaan teknis kendaraan, serta penyelidikan lanjutan masih terus berlangsung. Aparat belum menyimpulkan penyebab pasti karena masih melakukan verifikasi terhadap semua bukti dan keterangan di lapangan.

Dalam pengakuannya, sopir mengatakan bahwa saat mencoba mengerem, ia menduga rem kendaraan tidak bekerja dengan baik sehingga ia menekan pedal secara lebih dalam. Ketika itu terjadi, sopir mengira dirinya menekan rem, tetapi sebenarnya yang tertekan adalah pedal gas. Akibatnya, mobil MBG tersebut melaju ke depan tanpa disengaja dan menyeruduk pagar sekolah serta siswa.

Pihak kepolisian juga telah memeriksa sopir secara medis, termasuk tes urine untuk memastikan bahwa sopir tidak berada di bawah pengaruh alkohol atau narkoba saat kejadian berlangsung. Hasil pemeriksaan awal menyatakan bahwa sopir negatif mengonsumsi alkohol ataupun narkotika, sehingga fokus penyelidikan tertuju pada faktor teknis dan operasional saat kendaraan melaju.

Lebih jauh pihak berwenang juga mempertimbangkan apakah faktor seperti kondisi rem kendaraan atau adaptasi sopir terhadap medan tanjakan turut berkontribusi pada insiden ini. Penyidik mengumpulkan bukti dari bagian mesin, pedal, rem, serta rekaman CCTV di lingkungan sekolah untuk membantu memahami dinamika kejadian secara menyeluruh.

Pengembangan Penanganan dan Respons Pihak Lain

Selain proses pemeriksaan oleh polisi, Badan Gizi Nasional (BGN) selaku otoritas program MBG telah memberikan tanggapan atas insiden tersebut. Kepala BGN menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme perekrutan dan pelatihan sopir, termasuk protokol keselamatan kendaraan operasional agar insiden yang sama tidak terulang.

Evaluasi ini meliputi pengecekan teknis kendaraan sebelum beroperasi, kebijakan SOP pengemudi saat memasuki lingkungan sekolah, serta peninjauan kembali standar kompetensi sopir yang dipekerjakan dalam program MBG. Langkah ini dilakukan setelah pihak berwenang meminta agar proses evaluasi dilakukan secepat mungkin demi keselamatan anak sekolah.

Di tingkat pemerintah nasional, Wakil Presiden juga menyampaikan keprihatinan dan meminta penyelidikan tuntas terhadap kejadian mobil MBG ini. Pernyataan itu mencakup permintaan agar aparat mengusut penyebab insiden secara menyeluruh dan mengevaluasi langkah pencegahan sehingga kejadian serupa dapat dihindari di masa depan.

Wapres juga menekankan pentingnya memberikan dukungan medis dan psikologis kepada para korban, serta memastikan bahwa seluruh pihak terkait, termasuk keluarga korban, menerima informasi yang transparan mengenai proses penyelidikan yang sedang berjalan.

Penanganan Korban dan Dampak Sementara

R siswa dan guru yang terluka akibat peristiwa ini telah mendapatkan penanganan medis di beberapa fasilitas kesehatan di Jakarta Utara, termasuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilincing dan RSUD Koja, di mana beberapa korban dirawat secara intensif untuk cedera yang dialami.

Selain tindakan medis, pihak sekolah bersama dengan orang tua siswa juga tengah mengkoordinasikan pendampingan psikologis untuk membantu para korban yang mengalami trauma setelah kejadian. Ini menjadi bagian dari respons sosial untuk mendukung pemulihan kondisi mental dan fisik anak serta guru yang menjadi korban.

Pihak sekolah menyatakan bahwa kegiatan belajar mengajar akan tetap berlangsung, namun dengan beberapa penyesuaian sementara waktu untuk memastikan keamanan dan kenyamanan siswa selama masa pemulihan. Sekolah juga akan bekerja sama dengan aparat untuk meningkatkan keamanan lingkungan di sekitar kawasan SDN Kalibaru 01 Pagi.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *