Harianmedia.com — Banjir lahar akibat hujan deras yang mengguyur kawasan Gunung Semeru, kembali melanda permukiman di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Hujan yang mengguyur sejak Sabtu sore (6/12/2025) memicu aliran lahar dingin dari puncak gunung hingga ke aliran sungai dan akhirnya menerjang perkampungan.
Aliran Lahar dan Awal Bencana
Menurut pantauan tim dari BPBD Lumajang, hujan deras meningkatkan debit air di hulu sungai yang berhulu di Semeru. Material vulkanik bercampur air, pasir, kerikil, lumpur — terbawa deras ke hilir. Saat debit sungai meluap, lahar meluncur ke pemukiman dan lahan warga.
Peristiwa terjadi pada Sabtu sore, ketika air dan material lahar mulai memasuki Dusun Sumberlangsep. Warga yang berada di sepanjang jalur aliran bergegas evakuasi. Banyak rumah, warung, bahkan sebuah masjid terdampak oleh derasnya lahar.
Dampak: Rumah, Masjid & Warung Tertimbun
Update terkini dari BPBD Lumajang mencatat bahwa setidaknya 13–15 rumah warga terendam dan tertimbun material lahar. Satu masjid dan satu warung juga terdampak. Di beberapa rumah, tingginya tumpukan material lahar disebut mencapai sekitar 4 meter, sehingga hanya genting atau atap rumah yang tampak.
Beberapa warga melaporkan bahwa lumpur dan pasir masuk sampai ke bagian dalam rumah, membuat perabot dan peralatan tertimbun. Tiga unit sepeda motor warga juga dikabarkan tertimbun material lahar.
Foto dan video amatir yang beredar memperlihatkan kondisi mengerikan: atap rumah nyaris tenggelam, pepohonan dan tanaman kebun terendam lumpur hitam, serta akses jalan lumpuh akibat endapan berat. Situasi ini membuat banyak warga kehilangan tempat tinggal dan sebagian besar harta benda mereka.
Evakuasi dan Relokasi Warga
Segera setelah banjir lahar terjadi, warga terdampak bersama tim BPBD Lumajang, relawan, serta TNI–Polri melakukan evakuasi massal ke daerah perbukitan yang dianggap aman. Hingga malam Sabtu, tercatat 137 Kepala Keluarga (KK) dari Dusun Sumberlangsep mengungsi ke lokasi aman.
Sebagian warga mendirikan tenda darurat di atas bukit. Pemerintah kabupaten setempat bersama aparat telah menyiapkan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan dan air bersih.
Mengantisipasi hujan susulan dan potensi datangnya aliran lahar lagi, pemerintah setempat menyatakan akan melakukan relokasi warga ke pemukiman yang lebih aman di luar zona rawan.
Peninjauan Lokasi oleh Pemerintah
Pada Minggu (7/12/2025), jajaran pimpinan pemerintahan Kabupaten Lumajang, dipimpin Indah Amperawati, meninjau langsung lokasi terdampak di Dusun Sumberlangsep. Pemerintah bersama Forkopimda menegaskan komitmen untuk mempercepat penanganan darurat, pemenuhan logistik, serta rencana relokasi jangka panjang bagi warga terdampak.
Evaluasi dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan terkoordinasi — mulai dari bantuan makanan dan minuman, pembersihan material, hingga penyediaan hunian sementara maupun hunian tetap di lokasi aman.
Luas Dampak & Situasi Terkini
Berdasarkan data BPBD dan tim tanggap bencana, total warga terdampak diperkirakan mencapai 512 jiwa atau setara 138 KK dari Dusun Sumberlangsep.
Beberapa akses jalan sempat terputus akibat tertimbun material lahar dan puing. Hal ini menyulitkan distribusi bantuan dan evakuasi awal. Namun tim darurat berhasil membuka kembali jalur utama dengan mengerahkan alat berat.
Sampai hari ini, 8 Desember 2025, proses evakuasi, penyaluran logistik, dan pendataan rumah terdampak masih terus berlangsung. Pemerintah dan relawan memastikan kebutuhan mendesak seperti makanan, air bersih, penerangan, serta obat-obatan terpenuhi bagi para pengungsi.
Potensi Ancaman Susulan dan Imbauan Waspada
Para petugas memperingatkan bahwa meskipun aliran lahar saat ini tergolong “dingin”, potensi lahar susulan tetap tinggi, apalagi jika hujan deras kembali mengguyur area puncak Semeru.
Pemerintah Kabupaten Lumajang sudah menyiapkan relokasi permanen bagi warga yang terdampak dan menghimbau masyarakat untuk tidak kembali ke daerah rawan sampai situasi benar-benar dinyatakan aman.
Sementara itu, tim BPBD dan relawan terus memantau aliran sungai, membersihkan material, dan melakukan mitigasi untuk mengurangi risiko jika musibah ini kembali terjadi.
Nasib Ribuan Warga Terombang-ambing — Harapan di Tengah Lumpur
Banjir lahar Semeru di Dusun Sumberlangsep membawa duka mendalam bagi warga. Rumah, masjid, warung, kebun — banyak yang hilang tertimbun lumpur dan pasir vulkanik. Lebih menyedihkan, sebagian warga kini hidup di tenda darurat, dengan hanya taspiring seadanya untuk berlindung.
Namun di balik bencana, semangat saling bantu muncul. Relawan dan aparat sigap melakukan evakuasi, menyalurkan bantuan, dan menyiapkan hunian sementara. Pemerintah menjanjikan langkah relokasi permanen demi keselamatan warga.
Hingga hari ini, penanganan darurat dan pemulihan terus berjalan. Warga diharapkan tetap tenang, mengikuti arahan petugas, dan bersabar menanti kepastian masa depan. Tidak mudah, tetapi bersama upaya seluruh pihak, harapan akan bangkit kembali tetap ada.

