Kalimantan barat, Harianmedia —Kebakaran besar melanda kompleks Pasar Merdeka Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, pada Rabu malam, 26 November 2025. Peristiwa tersebut menghanguskan total 12 bangunan ruko, termasuk satu bengkel sepeda yang menjadi titik awal munculnya api serta sejumlah ruko lain yang sebagian besar berbahan kayu. Kobaran api yang membesar dalam waktu singkat memicu kepanikan warga dan mengundang upaya pemadaman yang melibatkan berbagai unsur petugas hingga tengah malam.
Insiden terjadi sekitar pukul 21.10–21.24 WIB, ketika warga di sekitar kawasan pertokoan Jalan Amin dan Gang Merdeka melihat kepulan asap dari lantai dua sebuah bengkel sepeda milik seorang warga bernama Akong. Asap yang semula tipis, tiba-tiba berubah menjadi kobaran api yang cepat menjalar ke bangunan lain. Teriknya api memantulkan cahaya merah ke langit malam Putussibau, membuat suasana mendadak riuh oleh teriakan warga yang berusaha memberi tahu satu sama lain tentang bahaya yang terjadi.
Warga sekitar berlarian, sebagian memukul tiang listrik untuk memberi tanda, sementara yang lain mencoba membantu menyelamatkan barang-barang pemilik ruko. Namun, api yang membesar dengan cepat membuat upaya penyelamatan hampir tidak memungkinkan. Seluruh bangunan di titik awal kejadian berbahan kayu dan terhubung satu sama lain, sehingga memudahkan api merambat ke blok ruko enam pintu di sisi kanan dan bangunan lainnya di arah kiri.
Situasi menjadi semakin parah karena di ruko awal terdapat pangkalan LPG. Keberadaan tabung-tabung gas itu mempercepat penyebaran api. Sejumlah ledakan kecil terdengar dari lokasi tersebut, membuat api semakin tidak terkendali. Dalam hitungan menit, kobaran melahap sebagian besar bangunan yang berdiri berdekatan, hingga akhirnya membentuk barisan api yang sulit dibendung.
Setelah laporan warga masuk, aparat bertindak cepat. Kapolsek Putussibau Utara, IPTU Jauhari, mengatakan bahwa personel langsung bergerak menuju lokasi kebakaran begitu menerima informasi dari masyarakat. Kedatangan petugas dilakukan bersamaan dengan pengerahan armada pemadam kebakaran dari berbagai instansi.
Upaya pemadaman dilakukan secara gabungan, melibatkan anggota Polres Kapuas Hulu, BPBD, PDAM, Yayasan Bakti Suci, petugas Bandara Pangsuma, hingga masyarakat sekitar. Sebanyak 11 unit armada pemadam, termasuk water cannon milik Polres Kapuas Hulu, turut dikerahkan untuk menjinakkan api yang terus membesar dari berbagai sisi ruko.
Petugas pemadam bersama warga berjibaku menghadang arah rambatan api. Selang air diarahkan ke titik-titik yang dianggap paling rawan meluas. Meski demikian, intensitas kobaran yang besar membuat proses pemadaman berlangsung lebih lama dari biasanya. Ruko-ruko yang sudah lama berdiri dan banyak menggunakan material kayu membuat api cepat menghabiskan struktur bangunan.
Pemadaman berlangsung hingga lewat tengah malam. Api baru dapat dijinakkan sepenuhnya sekitar pukul 00.10–00.20 WIB, setelah petugas memastikan tidak ada lagi titik api yang dapat kembali membesar. Saat proses pendinginan dilakukan, kondisi bangunan sudah dalam keadaan hangus dan tidak lagi bisa diselamatkan.
Pagi hari berikutnya, Kapolsek Putussibau Utara IPTU Jauhari memberikan keterangan resmi terkait dampak kebakaran tersebut. Ia memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski demikian, seluruh bangunan yang terbakar mengalami kerusakan total, sehingga pemilik ruko tidak dapat menyelamatkan barang-barang mereka.
Kerugian belum dapat ditaksir. Penyebab pasti masih kita selidiki,” tambah IPTU Jauhari.
Hingga kini, aparat terus melakukan penyelidikan lanjutan. Pemeriksaan dimulai dari titik awal asap terpantau, yaitu lantai dua bengkel sepeda, untuk memastikan apakah kebakaran terjadi akibat korsleting listrik, kelalaian manusia, atau faktor lain yang masih harus dibuktikan melalui proses investigasi.
Sementara itu, warga sekitar yang menjadi saksi mata masih mengingat kepanikan saat kejadian. Beberapa warga mengaku melihat api membesar sangat cepat setelah suara ledakan kecil terdengar dari arah ruko LPG. Suara pecahan kaca, runtuhan papan, dan teriakan warga membuat situasi pada malam itu terasa sangat mencekam.
Hingga Kamis pagi, sisa kebakaran masih terlihat jelas dari puing-puing bangunan yang berserakan. Sebagian warga sekitar membantu mengevakuasi barang-barang yang selamat dari lokasi sekitar, sementara pemilik ruko yang terdampak masih terlihat memeriksa puing-puing di antara kenangan usaha mereka yang kini habis dilalap api.
BPBD bersama instansi terkait akan melakukan pendataan lanjutan terhadap pemilik ruko yang terdampak. Aparat juga akan mengevaluasi kebutuhan bantuan darurat apabila diperlukan, mengingat 12 unit ruko yang terbakar merupakan pusat kegiatan ekonomi lokal yang penting bagi masyarakat sekitar.
Peristiwa kebakaran ini menjadi pengingat penting bahwa kawasan pertokoan padat, terutama yang didominasi material bangunan mudah terbakar, sangat rentan terhadap penyebaran api. Selain itu, keberadaan tabung LPG dalam jumlah banyak di area permukiman dan pertokoan juga dapat meningkatkan risiko jika tidak ditangani dengan standar keamanan yang ketat.
Hingga berita ini diturunkan, aparat masih berada di lokasi untuk memastikan area benar-benar aman dan tidak ada potensi titik api baru. Warga diminta tetap berhati-hati dan melapor jika melihat tanda-tanda berbahaya dari sisa bangunan yang roboh akibat kebakaran.
Kebakaran di Pasar Merdeka Putussibau ini tidak hanya memicu kerugian material yang besar, tetapi juga menjadi pukulan bagi para pelaku usaha yang menggantungkan hidup dari ruko-ruko tersebut. Upaya pemulihan kemungkinan membutuhkan waktu panjang, sementara penyelidikan penyebab kebakaran masih terus berjalan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

