Thailand, Harianmedia — Pada 26 November 2025, sebuah pengadilan sipil di Bangkok resmi mengeluarkan surat penangkapan terhadap Jakkaphong “Anne” Jakrajutatip — co-owner organisasi Miss Universe Organization dan perusahaan JKN Global Group — menyusul ketidakhadirannya dalam sidang putusan kasus penipuan obligasi.
Awal Mula Kasus
Kasus berawal dari investasi obligasi perusahaan milik JKN Global Group pada 2023. Seorang investor — Raweewat Maschamadol — mengklaim telah tertipu setelah membeli obligasi senilai 30 juta Baht dari JKN dengan janji pengembalian yang kemudian gagal dipenuhi.
Dalam tuntutannya, investor menuduh Anne dan JKN melakukan penipuan dengan “false representation and concealment of facts” — artinya, perusahaan dianggap telah menutup-nuta kondisi keuangan perusahaan saat menawarkan obligasi.
Setelah gugatan diajukan, Anne sempat dibebaskan dengan jaminan (bail) dan kasus terus berjalan — hingga pada sidang putusan yang dijadwalkan 25 November 2025, Anne tidak hadir tanpa pemberitahuan resmi.
Penetapan Surat Penangkapan & Tuduhan Resmi
Karena ketidakhadirannya dianggap sebagai indikasi “flight risk” (risiko melarikan diri), pengadilan South Bangkok Civil Court memutuskan untuk mencabut jaminan, menyatakan bahwa Anne wajib ditahan, dan mengeluarkan surat penangkapan resmi.
Hakim kemudian menjadwalkan ulang pembacaan putusan untuk 26 Desember 2025.
Dalam pernyataan resminya, pengadilan menyebut bahwa tindakan menawarkan obligasi kepada investor. Meskipun mengetahui perusahaan tidak sanggup membayar dan ini merupakan dasar dari tuntutan penipuan. Investor diklaim dirugikan 30 juta Baht.
Kondisi Perusahaan & Dampak Keuangan
Kasus terhadap Anne bukan muncul tiba-tiba. JKN Global Group telah menghadapi kesulitan finansial dalam beberapa tahun belakangan, terutama setelah bisnis media dan obligasinya mengalami default.
Salah satu tanda krisis: pada 2024 perusahaan memasuki tahap rehabilitasi utang, seiring total kewajiban yang membesar.
Pada Juni 2025, Anne mengundurkan diri dari semua posisi eksekutif di JKN dan organisasi Miss Universe. Namun, dia tetap tercatat sebagai pemegang saham terbesar.
Penerbitan surat penangkapan terhadap Anne terjadi tepat di tengah gejolak besar di lingkungan Miss Universe 2025 — kontes internasional yang digelar di Bangkok beberapa hari lalu. Kontes ini sudah diselimuti kontroversi: dari tuduhan manipulasi juri, walkout peserta, hingga protes dari berbagai pihak.
Munculnya surat penangkapan menambah beban reputasi organisasi, sekaligus meningkatkan tekanan terhadap manajemen Miss Universe pasca kontes.
Status Terbaru per 28 November 2025
Surat penangkapan resmi telah diterbitkan.
Sidang putusan semula 25 November 2025 ditunda ke 26 Desember 2025.
Pihak pengadilan menyatakan Anne sebagai “flight risk” setelah mangkir sidang.
Keberadaan Anne saat ini belum dikonfirmasi secara publik — lokasi dan status sekarang masih belum jelas.
Dengan demikian, kasus Anne kini memasuki fase hukum krusial: dari tuduhan penipuan investasi, kegagalan keuangan perusahaan, hingga potensi proses pidana berat jika dakwaan terbukti. Banyak pihak — investor, penggemar Miss Universe, hingga masyarakat luas — kini menunggu kelanjutan penyelidikan dan persidangan di Desember mendatang.

