Padang, Harianmedia — Sebuah longsor serius terjadi di area kampus UIN Imam Bonjol Padang (UIN IB) pada Selasa siang, 25 November 2025. Dinding penahan tanah (turap) ambruk, menimpa sejumlah kendaraan yang terparkir di sekitar gedung, memicu evakuasi massal dan penghentian sementara aktivitas belajar-mengajar.

Kronologi kejadian

Menurut keterangan resmi dari pihak kampus dan saksi mata, insiden terjadi sekitar pukul 13.40–13.45 WIB pada Selasa siang. Longsor terjadi di lereng antara Gedung A dan Gedung B di area Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Kampus III UIN IB Padang.

Salah satu saksi, Pengelola Layanan Operasional FEBI, bernama Aprizal, menyatakan bahwa ia sempat menjalankan salat zuhur dan mendengar teriakan dari dalam sebuah gedung. Begitu keluar, ia menyaksikan dinding penahan tanah sudah roboh dan material longsoran menimbun kendaraan, termasuk mobil miliknya.

Kondisi pada saat itu memang tidak sedang turun hujan — namun sejak pagi kawasan kampus telah diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi selama beberapa hari. Curah hujan yang tinggi diduga menjadi pemicu longsor dan ambruknya turap tersebut.

Dampak: Kerugian material dan keselamatan

Meski longsor terjadi di area yang cukup padat kendaraan, pihak kampus menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini.

Namun dari sisi material, kerusakan cukup serius. Sekurang-kurangnya empat mobil dan tiga sepeda motor milik sivitas akademika dilaporkan rusak tertimbun longsor.

Sejumlah kendaraan sudah berhasil dikeluarkan dari reruntuhan — menurut laporan, “tiga dari empat kendaraan roda empat sudah berhasil dikeluarkan”.

Proses evakuasi melibatkan pihak kampus, aparat kepolisian, serta tenaga dari pemerintahan setempat. Alat berat digunakan untuk mengangkat material longsor dan beton turap yang runtuh.

Respons kampus & kebijakan darurat

Menanggapi peristiwa tersebut, pihak manajemen UIN Imam Bonjol langsung mengambil keputusan serius. Untuk menjaga keselamatan mahasiswa, dosen, dan staf, serta mencegah potensi longsor susulan. Kampus mengeluarkan kebijakan menghentikan proses belajar-mengajar (PBM) secara tatap muka.

Sebagai gantinya, perkuliahan dialihkan menjadi sistem daring (online) mulai Selasa 25 November hingga 28 November 2025.

Pihak pimpinan kampus, termasuk rektor Prof Martin Kustati, telah meninjau langsung lokasi kejadian. Mereka memastikan koordinasi dengan instansi terkait. Seperti dinas pekerjaan umum (PUPR) dan pemerintah kota, untuk mempercepat penanganan dan mitigasi risiko longsor susulan.

Faktor penyebab dan situasi lingkungan

Berdasarkan penjelasan kampus, area kampus UIN IB berada di kawasan perbukitan. Struktur tanah serta kemiringan lereng membuat lokasi rawan longsor terutama jika diguyur hujan deras dalam waktu lama.

Hujan berkepanjangan dalam beberapa hari terakhir di kota Padang disebut sebagai penyebab utama ambruknya turap tersebut. Curah hujan tinggi diyakini melemahkan daya tahan tanah di balik turap, sehingga dinding penahan tanah gagal menopang dan akhirnya runtuh.

Kondisi ini menekankan pentingnya pemeliharaan infrastruktur secara berkala. Terutama di area dengan kemiringan, serta peninjauan ulang struktur penahan tanah di kampus maupun area publik lain di wilayah rawan longsor.

Tanggapan dari Pemprov Sumatera Barat

Sebagai bagian dari dampak cuaca ekstrem dan potensi bencana di wilayah Sumbar, pemerintah provinsi merespon dengan segera. Pemerintah Provinsi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menetapkan status tanggap darurat bencana sejak 25 November hingga 8 Desember 2025. Mencakup bencana banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang.

Penetapan status ini memberi wewenang koordinasi antar dinas, percepatan evakuasi, serta alokasi sumber daya untuk penanganan bencana, termasuk membantu korban kerugian material akibat longsor seperti di UIN IB Padang.

Peristiwa longsor di kampus dengan korban material seperti ini menjadi pengingat penting tentang risiko hunian dan fasilitas di area rawan longsor terlebih kampus, sekolah, atau area publik. Berikut beberapa poin implikasi:

Keselamatan sivitas akademika: Meskipun pada insiden kali ini tidak ada korban jiwa, potensi cedera atau kehilangan jiwa bisa terjadi kapan saja jika tidak cepat direspons. Penempatan kendaraan di area rawan longsor perlu evaluasi ulang.

Kerugian materi & logistic: Rusaknya kendaraan dan fasilitas kampus bisa mengganggu aktivitas kampus maupun mobilitas civitas akademika.

Kebutuhan mitigasi risiko & inspeksi infrastruktur: Turap, dinding penahan tanah, dan lokasi parkir di lereng butuh penataan ulang, pemeliharaan rutin, dan pemetaan risiko.

Kesadaran cuaca ekstrem & adaptasi: Curah hujan tinggi dan perubahan cuaca perlu dijadikan data untuk mitigasi bencana. kampus dan institusi publik perlu waspada terhadap potensi longsor.

Koordinasi pemerintah & kampus: Kolaborasi antara kampus, pemerintahan lokal, dan dinas terkait penting untuk respons cepat dan penanggulangan kerusakan.

Longsor yang menyebabkan ambruknya turap di kampus UIN Imam Bonjol Padang pada 25 November 2025 adalah tragedi — meski tanpa korban jiwa — dengan dampak nyata pada kerugian material dan aktivitas akademik. Evakuasi kendaraan berjalan, dan kampus merespon dengan menghentikan perkuliahan tatap muka serta mengalihkannya secara daring sementara.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi institusi pendidikan dan publik lain di daerah rawan longsor untuk mengevaluasi keamanan infrastruktur, menyiapkan mitigasi risiko, dan memperhatikan kondisi cuaca serta lanskap lingkungan.

Semoga penanganan kerusakan dan pemulihan berjalan cepat. Dan kejadian serupa tidak terulang.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *