Pemalang, Harianmedia — Warga Perumahan Kota Bale Agung (KBA), Desa Saradan, Kecamatan Pemalang dikejutkan oleh penemuan seorang wanita dalam kondisi mengenaskan pada Minggu malam, 23 November 2025. Korban, seorang perempuan berinisial Kusumawati (37), ditemukan di kamar mandi rumah Blok F Nomor 40 — rumah milik pria berinisial SR — dalam kondisi tangan dan kaki terikat serta kepala tertutup plastik hitam.
Korban mengenakan celana jeans biru dan baju putih saat ditemukan dalam posisi meringkuk di dalam kamar mandi sekitar pukul 19.00 WIB. Polisi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengerahkan tim medis untuk memeriksa kondisi korban.
Menurut pihak kepolisian, dari kondisi di TKP terdapat indikasi kuat bahwa peristiwa ini merupakan tindak pidana, bukan kecelakaan ataupun tindakan alami. Ada luka akibat benda tumpul di bagian kepala korban, tidak ditemukan luka tusuk atau bacokan benda tajam.
(22/11) siang dengan alasan hendak membeli kado. Setelah itu, korban tidak kunjung kembali dan sempat hilang kontak, sehingga keluarga melaporkan keadaan tersebut.
Pada Senin (24/11), polisi menyatakan bahwa mereka telah mengantongi identitas terduga pelaku — teman laki-laki korban. Meski pada awalnya pelaku sempat kabur, polisi terus memburu.
Menurut keterangan dari penyidik, antara korban dan terduga pelaku diduga memiliki hubungan pribadi. Hal ini digadang-gadang menjadi motif kasus pembunuhan.
Salah satu saksi, teman korban yang awalnya dijemput oleh pelaku dari rumah sakit atas alasan istrinya bersalin, sempat menunggu di rumah pelaku. Namun, setelah menunggu lama, saksi keluar tanpa menemukan pelaku, kemudian muncul keluarga korban yang menggerebek rumah dan mendapati jasad korban.
Hingga sore hari ini, 26 November 2025, polisi telah mengamankan pria berinisial SR sebagai tersangka utama dalam kasus ini. Polisi juga terus mendalami kasus, memeriksa saksi, serta merampungkan hasil visum dan autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban.
Kasus ini mengejutkan warga perumahan dan menjadi sorotan publik. Pihak keluarga korban meminta agar proses hukum dilakukan secara transparan dan pelaku dihukum sesuai ketentuan. Sementara itu, aparat kepolisian berjanji akan mengusut tuntas kasus ini hingga terang.

