Lumajang, Harianmedia — Polda Jawa Timur (Jatim) memperkuat respons kemanusiaan pasca-erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang dengan mengirim bantuan logistik secara masif dan mengerahkan personel ke posko pengungsian. Upaya ini mencerminkan komitmen Polri dalam memberikan dukungan cepat terhadap masyarakat terdampak bencana.
Pelepasan dan Arah Distribusi Bantuan
Pada Jumat, 21 November 2025, Wakil Kepala Polda Jatim, Brigjen Pol Pasma Royce, melepas langsung rombongan bantuan kemanusiaan di halaman Mapolda Jatim, Surabaya. Ia menyatakan bahwa status Gunung Semeru saat itu berada pada Level IV (Awas), sehingga potensi bahaya bagi warga sangat tinggi.
Distribusi logistik dari Polda Jatim diarahkan terutama ke dua titik pengungsian di Kecamatan Pronojiwo, yaitu Posko SD Negeri 04 Supiturang dan Posko SMP Negeri 2 Pronojiwo. Berdasarkan data posko, Posko SD 04 menampung sekitar 214 jiwa, termasuk kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, ibu menyusui, lansia, dan penyandang disabilitas. Sementara Posko SMP 2 diisi oleh lansia dan sejumlah anak-anak.
Pelepasan dan Arah Distribusi Bantuan
Pada Jumat, 21 November 2025, Wakil Kepala Polda Jatim, Brigjen Pol Pasma Royce, melepas langsung rombongan bantuan kemanusiaan di halaman Mapolda Jatim, Surabaya. Ia menyatakan bahwa status Gunung Semeru saat itu berada pada Level IV (Awas), sehingga potensi bahaya bagi warga sangat tinggi.
Distribusi logistik dari Polda Jatim diarahkan terutama ke dua titik pengungsian di Kecamatan Pronojiwo, yaitu Posko SD Negeri 04 Supiturang dan Posko SMP Negeri 2 Pronojiwo. Berdasarkan data posko, Posko SD 04 menampung sekitar 214 jiwa, termasuk kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, ibu menyusui, lansia, dan penyandang disabilitas. Sementara Posko SMP 2 diisi oleh lansia dan sejumlah anak-anak.
Isi Bantuan dan Prioritas
Bantuan yang dikirim Polda Jatim mencakup kebutuhan dasar bagi kelompok rentan. Di antaranya adalah susu balita, popok, kasur bayi, dan pakaian anak-anak, yang difokuskan untuk Posko SD 04 Supiturang. Selain itu, ada 450 selimut untuk lansia dan 300 paket makanan ringan untuk anak-anak dan remaja di lokasi pengungsian.
Brigjen Pasma Royce menggarisbawahi bahwa distribusi bantuan dijalankan dengan pendekatan humanis karena banyak pengungsi masih mengalami trauma akibat erupsi. Ia juga menginstruksikan agar koordinasi dengan posko setempat terus dijaga agar pendistribusian bantuan tepat sasaran dan aman bagi tim lapangan.
Operasi Kemanusiaan oleh Brimob dan Personel Lain
Tak hanya soal logistik, Polda Jatim juga mengerahkan satu kompi Satbrimob (36 personel) untuk mendukung operasi kemanusiaan di Lumajang sejak Sabtu dini hari (22 November 2025). Mereka membuka dapur lapangan yang setiap hari menyiapkan ratusan porsi makanan siap saji bagi pengungsi, personel SAR, dan tim Polri.
Selain dapur umum, Satbrimob juga membantu membersihkan rumah-rumah di wilayah terdampak abu vulkanik dan mendampingi pemulihan psikososial melalui kegiatan trauma healing bagi anak-anak pengungsi. Menurut Dansatbrimob, Komjen Suryo Sudarmadi, kerja sama erat antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan relawan penting untuk menjaga kesinambungan misi kemanusiaan ini.
Evakuasi dan Perlindungan Aset Warga
Seiring dengan bantuan logistik, Polda Jatim bersama Polres Lumajang juga turut membantu evakuasi barang berharga milik warga yang meninggalkan rumah pasca-erupsi. Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menyebut bahwa pihaknya sudah mengevakuasi dokumen penting, perhiasan, barang elektronik, hingga kendaraan warga menggunakan armada taktis. Proses ini dijalankan sejak Minggu, 23 November 2025, dengan prioritas pada keselamatan warga.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya nyata Polda Jatim untuk melindungi harta benda masyarakat dalam situasi darurat sekaligus memberikan rasa aman.
Polda Jatim juga mengintensifkan pendampingan psikososial bagi pengungsi, terutama anak-anak, melalui kegiatan trauma healing. Di beberapa titik posko pengungsian, seperti SD N 4 Supiturang, anak-anak diajak bermain edukatif, bernyanyi, menggambar, dan melakukan kegiatan kreatif lainnya untuk membantu pemulihan mental.
Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan bahwa pendekatan psikologis sangat penting dalam masa tanggap darurat karena banyak anak yang sedang menghadapi kecemasan dan ketakutan pasca-erupsi. Aktivitas ini menjadi bagian dari misi kemanusiaan Polda Jatim untuk mendampingi warga secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi fisik tetapi juga mental.
Penegasan Data Korban dan Evakuasi Personel
Wakapolda Jatim Brigjen Pasma Royce memastikan bahwa hingga saat pelepasan bantuan, tidak ada korban jiwa akibat erupsi Semeru. Meski demikian, terdapat korban luka diantaranya, Tiga orang luka bakar berat dan 17 mengalami luka ringan, yang saat ini masih dirawat di fasilitas medis.
Dalam rangka evakuasi dan distribusi bantuan, Polda Jatim mengerahkan sekitar 300 personel gabungan dari Polda dan Polres Lumajang. Mereka ditempatkan di sejumlah titik terdampak dan bekerja sama dengan BPBD serta relawan di lapangan.
Operasi kemanusiaan dari Polda Jatim direncanakan berlanjut sampai kondisi benar-benar pulih. Keberadaan dapur umum, evakuasi barang berharga, trauma healing, dan distribusi logistik menjadi bagian integral dari pendekatan respons penuh Polri terhadap warga terdampak erupsi.
Brigjen Pasma Royce menyampaikan harapan agar bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban warga dan mendukung pemulihan cepat di Lumajang. Polda Jatim juga terus menegakkan koordinasi lintas lembaga agar distribusi bantuan dapat berlangsung tertib dan tepat sasaran.
Langkah Polda Jawa Timur dalam merespons erupsi Gunung Semeru mencakup aspek kemanusiaan menyeluruh: mulai dari logistik dasar, dapur lapangan, evakuasi barang berharga, hingga dukungan psikologis melalui trauma healing. Dengan mobilisasi personel dan operasi kemanusiaan yang berkelanjutan, Polda Jatim menunjukkan peran aktif dalam membantu masyarakat Lumajang menghadapi dampak bencana.

