Jakarta, Harianmedia — Pada hari Kamis, 20 November 2025, sebuah pohon mahoni raksasa berdiameter sekitar 350 sentimeter tumbang di Jalan Sisingamangaraja, kawasan Senayan, Jakarta Selatan. Pohon itu roboh tepat di sebelah depan gedung Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan menimpa atap konstruksi MRT yang berada di median jalan.
Menurut saksi, saat pohon tumbang cuaca di lokasi sedang relatif tenang — tidak hujan deras ataupun angin kencang — yang mengindikasikan akar pohon sudah melemah. Seorang pekerja yang mendengar suara keras menyatakan bahwa bagian depan sebuah mobil berwarna perak ikut tertimpa batang pohon.
Dampak dari tumbangnya pohon itu sangat signifikan. Struktur jalur MRT mengalami kerusakan dan terjadi gangguan pada jaringan kelistrikan kereta. Akibatnya, operasional MRT Jakarta terganggu mulai sekitar pukul 10.26 WIB, dan perusahaan segera menerapkan penghentian sebagian layanan.
Evakuasi dilakukan terhadap 524 penumpang yang berada di kereta dan di stasiun ketika gangguan terjadi. Menurut MRT Jakarta, tim teknis dan operasional bergerak cepat untuk membersihkan pohon dan memperbaiki jaringan listrik agar layanan bisa pulih.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa masalah korsleting listrik dari kabel aliran atas (overhead) akibat pohon tumbang sedang ditangani, dan diperkirakan butuh waktu 3–4 jam untuk pemulihan normal. MRT sementara menjalankan pola operasi terbatas: hanya melayani rute dari Stasiun Blok M BCA ke Stasiun Lebak Bulus dan sebaliknya, dengan empat rangkaian kereta yang masih aman untuk beroperasi.
Tak hanya kereta, lalu lintas darat pun terganggu: TransJakarta Koridor 1 (Blok M–Kota) dialihkan sementara karena pohon menutup seluruh badan jalan. Sebanyak 30 petugas gabungan dari dinas pertamanan dan tim darurat dikerahkan untuk memangkas dan mengevakuasi pohon yang tumbang.
Polisi Metro Jakarta Selatan menyampaikan kabar baik: tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Hanya ada kerusakan material, seperti pagar Deplu, kaca mobil, dan sebagian struktur MRT.
Pihak MRT meminta maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan ini. Mereka juga mengimbau penumpang untuk menggunakan moda transportasi alternatif selama proses pemulihan berlangsung.
Hingga siang hari 20 November 2025, proses evakuasi pohon dan perbaikan kelistrikan masih berlangsung. Tim teknis terus bekerja agar operasional MRT bisa pulih sepenuhnya dan layanan publik kembali normal.

