Pencarian Hari Keempat Longsor Cilacap: 600 Personel Fokus di Empat Titik Utama

Sumber : Antara news

Cilacap, Harianmedia — Evakuasi korban bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, memasuki hari keempat pada 16 November 2025. Tim SAR gabungan mempersempit area pencarian dan memusatkan operasinya di empat titik utama (worksite), dengan dukungan personel besar dan alat berat.

Kronologi dan Data Korban

Longsor terjadi pada malam 13 November 2025, dipicu hujan deras berkepanjangan yang membuat tanah perbukitan di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut menjadi sangat labil. Berdasarkan laporan awal, 46 jiwa terdampak dalam bencana tersebut.

Per 14 November 2025, data korban sementara menunjukkan bahwa :

  • 2 orang meninggal (menurut BPBD dan SAR)
  • 21 orang masih hilang dan dalam pencarian aktif.
  • 23 orang berhasil diselamatkan dari lokasi longsor.

Terdapat korban luka: lima warga dilaporkan dirawat di RSUD Majenang akibat luka setelah tertimbun material longsor.

Pada 15 November 2025, operasi pencarian memasuki hari ketiga. Tim SAR bersama relawan melaporkan bahwa 5 korban dan satu bagian tubuh berhasil dievakuasi dari titik longsor.

Menurut laporan media internasional, hingga 15 November, jumlah korban meninggal yang dievakuasi telah mencapai 11 orang, sementara 12 orang dinyatakan masih hilang.

Pencarian Hari Keempat

Pada hari keempat, 16 November, operasi SAR mendapat dukungan maksimal :

  • Sebanyak 600 personel gabungan dikerahkan, termasuk Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan elemen lokal lainnya.
  • Alat berat yang digunakan juga signifikan: 21 unit eskavator, serta 17 pompa air (alat bantu kompresor).
  • Selain itu, tim K-9 sebanyak 9 anjing pelacak turut dikerahkan untuk membantu pencarian korban yang tertimbun.

Pencarian hari ini difokuskan pada dua sektor, yaitu Sektor A dan Sektor B, dengan total empat worksite: A1, A2, B1, dan B2. Worksite A3 sebelumnya dijadikan area pencarian, tetapi sejak dini hari telah dinyatakan selesai karena semua korban di titik tersebut telah ditemukan.

Di Worksite A1 dan A2 yang berada di Dusun Cibuyut, masih terdapat 6 korban yang belum ditemukan. Sementara di Worksite B1 dan B2, di Dusun Tarukahan, juga terdapat 6 korban dalam pencarian aktif.

Beberapa Faktor Menyulitkan Operasi Sar :

  • Cuaca Buruk : Hujan deras pada malam sebelumnya (15 November) telah menyebabkan sebagian lokasi tergenang dan tanah berubah menjadi lumpur pekat, memperlambat pergerakan tim dan alat berat.
  • Kondisi medan : Luas setiap worksite diperkirakan sekitar 500 meter persegi, dan meskipun dilakukan asesmen ulang pukul 05.30 WIB oleh Basarnas, TNI, Polri, dan unsur SAR lain, potensi pergeseran tanah 1–2 meter tetap menjadi risiko.
  • Keterbatasan akses : Karena medan yang sulit dan struktur tanah yang labil, penggunaan alat berat harus direncanakan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan risiko tambahan bagi tim pencari.

Dukungan & Partisipasi Relawan

Selain SAR resmi, organisasi kemanusiaan juga terlibat aktif :

Dompet Dhuafa, melalui Disaster Management Center (DMC), menerjunkan tim untuk menyisir area longsor dan membantu pencarian korban.

Menurut Dompet Dhuafa, hingga Sabtu sore (15 November), total 11 korban telah ditemukan, dan 12 korban lain masih dalam pencarian.

Tim DMC juga membawa ambulans dan tenaga medis untuk merawat penyintas dan memberikan pertolongan pertama kepada warga yang selamat.

Pencarian hari keempat di Cilacap menjadi fase krusial dalam upaya menyelamatkan korban longsor. Dengan 600 personel, puluhan alat berat, dan anjing pelacak fokus di empat worksite, tim SAR bekerja keras meskipun dihadang kondisi medan sulit dan cuaca buruk. Hingga kini, 12 korban masih dalam pencarian aktif. Semua pihak berharap operasi evakuasi ini bisa segera menuntaskan misi menyelamatkan nyawa yang masih tertimbun material longsor.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *