Brebes, Harianmedia — Pada Sabtu sore, 8 November 2025, wilayah Kecamatan Bumiayu di Kabupaten Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dilanda banjir bandang yang datang secara tiba-tiba setelah hujan lebat mengguyur kawasan selatan kabupaten tersebut. Berdasarkan data lapangan awal, sejumlah rumah terendam, beberapa rumah roboh, korban jiwa dan hilang dilaporkan, dan krisis air bersih pun terjadi setelah kerusakan infrastruktur PDAM.
Kronologi kejadian
Hujan dengan intensitas tinggi mulai mengguyur kawasan Bumiayu sejak sore hari pada 8 November. Menjelang pukul 16.00 WIB, debit air di beberapa sungai serta aliran anak-sungai meluap, menerjang permukiman rakyat dan jalur transportasi utama. Salah satu kawasan terdampak terparah adalah Desa Kalierang, sekaligus sejumlah wilayah Blok Pendawa, Sidodadi, Majapahit, dan Kalierang Pesantren.
Di Desa Kalierang, tercatat «ratusan rumah» terendam air hingga setinggi dada orang dewasa. Tiga rumah dilaporkan roboh akibat hantaman arus air dan material terbawa aliran banjir. Selain itu, sebuah mobil terseret arus dari Jalan Sidodadi menuju Jalan Diponegoro – jalur utama di Kota Bumiayu.
Sementara itu, dua warga dilaporkan terseret arus banjir. Salah satunya ditemukan meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik dan terbawa aliran air di RT 07 RW 01 Blok Pendawa, Desa Kalierang. Situs lain menyebut korban tewas mencapai satu orang dan dua lainnya hilang.
Dampak infrastruktur dan layanan publik
Tak hanya permukiman yang terdampak, banjir bandang juga merusak infrastruktur vital. Pipa milik PDAM Tirta Baribis Unit Bumiayu, dengan diameter DN 150, putus terbawa arus banjir di bagian hulu wilayah terdampak. Akibatnya, sekitar 7.500 pelanggan di Bumiayu kehilangan akses air bersih sementara waktu.
Jalur nasional yang melintasi Kota Bumiayu juga sempat lumpuh karena tergenang air hingga ditutup sementara. Evakuasi dan penutupan akses dilakukan guna memastikan keselamatan pengendara.
Korban dan permukiman terdampak
Berdasarkan hasil inventarisasi awal :
- Ratusan rumah terdampak terendam air di Desa Kalierang dan sekitarnya.
- Tiga rumah roboh akibat aliran kuat banjir.
- Satu mobil terseret arus, menunjukkan kekuatan arus cukup besar untuk membawa kendaraan berat.
- Korban tewas satu orang, yakni Haikal (27 tahun) warga RT 07 RW 01 Blok Pendawa, Desa Kalierang, setelah tersengat listrik dan terbawa arus.
- Dua warga dilaporkan hilang terseret arus sebelum akhirnya satu ditemukan meninggal.
- Sekitar 7.500 warga pelanggan PDAM terdampak krisis air bersih, karena pipa terputus akibat banjir.
Tanggapan dan kondisi terkini
Hingga Minggu pagi, 9 November 2025, proses evakuasi dan pendataan kerusakan masih berlangsung. Tim teknis PDAM Tirta Baribis telah diterjunkan untuk mendata seluruh titik kerusakan pipa dan merencanakan perbaikan. Namun akses ke beberapa titik masih terkendala lumpur dan longsor. Warga terdampak dihimbau untuk menggunakan sumber air alternatif sementara pasokan kembali normal.
Penutupan jalan utama telah dicabut setelah kendali situasi sementara dilakukan, namun warga diimbau tetap waspada terhadap genangan dan potensi arus susulan ketika hujan kembali mengguyur.
Analisis dan potensi selanjutnya
Banjir bandang di Bumiayu ini terjadi di daerah yang termasuk kawasan lereng dan anak sungai, di mana hujan lebat dapat dengan cepat meningkatkan debit dan menyebabkan luapan serta arus deras. Kerusakan pipa dan aliran listrik ikut menambah risiko bagi warga korban banjir.
Pemulihan jangka pendek akan meliputi: pembersihan lumpur dan material banjir dari permukiman, perbaikan rumah rusak, pemulihan pasokan air bersih, dan evaluasi sistem drainase serta aliran sungai di kawasan terdampak. Untuk jangka menengah-panjang, diperlukan sistem peringatan dini, penghijauan hulu sungai, serta penataan kawasan pemukiman di zona rawan.
Kejadian banjir bandang di Kecamatan Bumiayu pada 8–9 November 2025 menimbulkan kerusakan serius: ratusan rumah tergenang, tiga roboh, satu warga tewas dan dua hilang, serta 7.500 orang krisis air bersih karena infrastruktur PDAM putus. Pemulihan sedang berjalan dan warga diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan susulan.

