Jakarta, Harianmedia — Dalam waktu dua hari, yakni Rabu (5 November 2025) dan Kamis (6 November 2025), aparat gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Brimob Polda Metro Jaya dan Polda Metro Jaya-Polri melakukan penggerebekan di dua kawasan yang dikenal rawan peredaran zat terlarang: kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara dan Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat. Kedua operasi ini dilakukan guna memberantas jaringan peredaran narkotika yang selama ini menempati wilayah padat pemukiman.
Penggerebekan di Kampung Bahari
Pada siang hari Rabu, 5 November, tim gabungan BNN dan Brimob melakukan penggerebekan di Kampung Bahari, Jakarta Utara. Mereka menargetkan dua titik utama: sebuah indekos berwarna oranye dan lapak pinggir rel kereta api yang diduga jadi lokasi transaksi narkotika.
Sebanyak 18 orang ditangkap dalam operasi ini. Dalam proses penangkapan, petugas sempat menghadapi resistensi dari jaringan itu berupa lemparan batu, penggunaan busur panah, kembang api, hingga senjata tajam.
Barang bukti yang disita pun terperinci :
- Sabu lebih dari 51,80 gram pada satu bungkus dan beberapa bungkus lainnya dengan berat masing-masing 10,20 gram; 10,23 gram; 10,26 gram; 16,86 gram; dan 0,65 gram.
- Ekstasi bergambar “Transformer” sebanyak 25 butir dan bergambar “LV” sebanyak 25 butir.
- Ganja sebanyak 30 bungkus plastik kecil dengan berat total 38,84 gram.
- Alat hisap (bong) 74 unit, timbangan 15 buah, uang tunai Rp 7.673.000, 11 ponsel dan berbagai plastik klip kecil.
Lokasi-lokasi yang digerebek memunculkan gambaran jaringan yang telah lama berjalan: di rel kereta api, lapak-terpal, dan indekos yang disinyalir dipakai sebagai sarana konsumsi dan transaksi narkotika.
Penggerebekan di Kampung Ambon
Keesokan harinya, Kamis 6 November, operasi dilanjutkan ke Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat. Petugas gabungan BNN dan Polda Metro Jaya menyisir kompleks Permata Cengkareng yang selama ini disinyalir sebagai sarang peredaran narkotika.
Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan “puluhan orang” yang kini menjalani pemeriksaan intensif guna menentukan apakah mereka bagian dari jaringan atau hanya pengguna. Selain itu, sejumlah barang bukti juga ditemukan: sabu, ganja, alat hisap, beberapa buku rekening dan catatan transaksi keuangan yang diduga terkait dengan jaringan narkotika.
Satu temuan mencolok adalah senjata api rakitan jenis shotgun yang ditemukan di lokasi penggerebekan. Petugas menyita senjata tersebut sebagai bagian dari proses penyidikan.
Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Brigjen Roy Hadi Siahaan, menyatakan bahwa operasi ini merupakan bagian dari instruksi Kepala BNN dan Kabareskrim untuk menindak tegas “kampung narkoba” yang sudah lama beroperasi.
Penggerebekan dua lokasi dalam dua hari tersebut menunjukkan bahwa aparat penegak hukum memperkuat sinergi untuk menekan peredaran narkotika di wilayah ibu kota. Dengan pengamanan puluhan orang dan barang bukti besar, operasi ini menjadi sinyal bahwa kawasan yang selama ini terindikasi sebagai sarang narkoba tidak dibiarkan tanpa tindakan.
Meskipun belum semua tersangka jaringan utama berhasil ditangkap, petugas menyatakan akan terus melakukan pengembangan penyidikan, identifikasi tersangka lain, dan penelusuran aliran keuangan yang mendukung jaringan. Contohnya, di Kampung Bahari disebutkan ada target yang sedang dikejar oleh BNN.
Masyarakat setempat pun diminta untuk aktif melaporkan apabila melihat aktivitas mencurigakan dengan transaksi gelap atau penggunaan alat hisap di area pemukiman. Hal ini dianggap penting agar operasi tidak berhenti hanya pada razia tunggal, melainkan menjadi bagian dari pencegahan berkelanjutan.
Operasi gabungan BNN dan Polri di dua lokasi rawan narkotika – Kampung Bahari (5 November) dan Kampung Ambon (6 November) – berhasil mengamankan puluhan orang serta menyita berbagai jenis narkoba dan senjata rakitan. Meskipun jaringan utama belum seluruhnya ditangkap, aksi ini menegaskan tekad aparat dalam memutus mata rantai peredaran narkotika. Publik diharapkan tetap waspada dan mendukung langkah penegakan hukum yang sudah berjalan.

