Bandung, Harianmedia — Sebuah peristiwa alam memprihatinkan terjadi di wilayah Bandung Timur pada Selasa sore, 4 November 2025. Sebuah angin puting beliung melanda tiga kecamatan di Kota Bandung, yakni Cinambo, Ujungberung dan Cibiru. Pemerintah Kota Bandung melaporkan sebanyak 289 rumah mengalami kerusakan akibat terjangan angin tersebut. Kerusakan tidak hanya terbatas pada hunian warga, tetapi juga sejumlah fasilitas umum mengalami dampak.
Awal Kejadian
Dilaporkan petugas bahwa angin puting beliung mulai terjadi sore hari ketika cuaca di wilayah timur Kota Bandung berubah mendadak dengan kondisi awan gelap dan kecepatan angin meningkat. Sejumlah warga melaporkan atap rumah mereka diterbangkan, tembok retak, serta pepohonan tumbang. Di Kelurahan Pasanggrahan dan Kelurahan Pasirjati di Ujungberung, kerusakan disebut paling parah.
Skala Kerusakan
Berdasarkan data yang dirilis oleh Pemkot Bandung, rincian kerusakan adalah sebagai berikut :
- Kecamatan Cinambo: 103 rumah rusak
- Kecamatan Ujungberung: 93 rumah rusak
- Kecamatan Cibiru: 93 rumah rusak
Total keseluruhan mencapai 289 rumah.
Beberapa rumah masuk kategori kerusakan berat—atap terbang, dinding hancur, bagian rangka rumah berantakan—sehingga tidak bisa lagi ditempati. Fasilitas umum seperti jaringan listrik, tiang lampu jalan, dan sejumlah pohon besar juga ikut roboh. Kerusakan ini semakin memperparah kondisi di beberapa lingkungan terdampak.
Dampak Terhadap Warga
Pemerintah mencatat bahwa sekitar 900 jiwa terdampak langsung dari peristiwa ini. Banyak warga yang harus mengungsi sementara ke rumah kerabat atau posko darurat karena rumahnya tidak aman untuk ditinggali. Beberapa kawasan dilaporkan masih dalam kondisi genting karena dikhawatirkan terjadi keruntuhan struktur atau bencana susulan. Petugas setempat terus melakukan pemantauan agar tidak terjadi korban tambahan.
Tindakan Pemkot dan Bantuan
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meninjau lokasi terdampak pada Rabu, 5 November 2025, dan menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama.
Pemerintah kota bersama Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera melakukan pendataan kebutuhan mendesak dan menyiapkan skema bantuan tunai :
- Rp 1 juta untuk rumah rusak ringan
- Rp 2 juta untuk rusak sedang
- Rp 3 juta untuk rusak berat
Proses penyaluran bantuan dijanjikan akan dilakukan dalam waktu singkat untuk meringankan beban warga terdampak. Petugas juga menghimbau warga untuk tetap waspada serta segera melapor bila ada kerusakan lanjutan atau potensi bencana susulan.
Kondisi Terkini
Hingga hari ini, Kamis 6 November 2025, tim tanggap darurat masih bekerja di lapangan untuk memulihkan kondisi pasca-bencana. Rumah-rumah yang rusak berat mulai dibersihkan dari reruntuhan, dan beberapa lokasi pengungsian sementara masih aktif untuk menampung warga yang belum bisa kembali ke rumahnya.
Pemerintah terus mengkaji alokasi anggaran pembangunan kembali rumah dan fasilitas umum yang rusak, serta menyiapkan program jangka menengah untuk memperkuat struktur bangunan agar tahan terhadap cuaca ekstrem di masa datang.
Angin puting beliung yang menerjang wilayah Bandung Timur menjadi pengingat bagi masyarakat akan kerentanan terhadap bencana alam, terutama di area padat penduduk dengan kondisi bangunan yang belum dirancang secara khusus menghadapi cuaca ekstrem. Kerusakan ratusan rumah dan fasilitas umum menunjukkan perlunya langkah mitigasi, kesiapsiagaan, dan respons cepat dari pemerintah serta masyarakat bersama.
Pihak terkait saat ini fokus pada pemulihan dan bantuan segera kepada korban, sembari memperkuat sistem peringatan dini agar kejadian serupa dapat diatasi lebih baik di masa mendatang.

