Usai Kontennya Menuai Sorotan di Media Sosial, Nessie Judge Sampaikan Maaf dan Penjelasan Terbuka

Sumber : Tribunnewsmaker

Harianmedia — Kreator konten populer di platform daring, Nessie Judge, tengah menghadapi sorotan tajam setelah salah satu video terbarunya menampilkan foto seorang korban kekerasan terkenal dari Jepang, Junko Furuta. Pada tanggal 6 November 2025, Nessie Judge secara resmi mengeluarkan pernyataan permintaan maaf dan memberikan penjelasan terbuka terkait kritik yang muncul dari publik internasional hingga warganet Jepang.

Peristiwa bermula ketika Nessie Judge mengunggah sebuah video kolaborasi bersama grup K-Pop NCT Dream—yang telah dinantikan para penggemar—di kanal YouTube miliknya. Di dalam video tersebut, muncul foto Junko Furuta di latar studio, yang kemudian menjadi bagian dari dekorasi atau properti konten. Foto tersebut menarik perhatian publik Jepang karena sosok Junko Furuta adalah korban pembunuhan keji yang menjadi simbol tragedi di sana, dan keberadaan fotonya di video hiburan dianggap tidak pantas oleh banyak netizen.

Usai unggahan tersebut, warganet dari Jepang dan Indonesia ramai memberikan tanggapan negatif. Beberapa menyebut tindakan itu sebagai kekurangan sensitivitas terhadap korban dan keluarganya. Akun-akun media sosial di Jepang menyoroti penggunaan foto tersebut sebagai dekorasi konten hiburan, dan tema video yang mengombinasikan horor serta hiburan dianggap memperburuk reaksi.

Menanggapi gelombang kritik tersebut, Nessie Judge mengeluarkan klarifikasi melalui akun resmi dan media sosial. Ia menyatakan bahwa foto tersebut bukan dimaksudkan sebagai dekorasi Halloween semata, tetapi sebagai bentuk penghormatan atas kasus yang banyak diminta dibahas melalui segmen kontennya. Ia menyebut bahwa banyak penonton yang meminta segmen tersebut dan bahwa timnya memilih untuk memasukkan foto tersebut sebagai “referensi” terhadap kasus yang dianggap penting untuk disorot.

Dalam pernyataannya, Nessie Judge menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada pihak yang merasa tersinggung.

“Saya minta maaf karena telah menyinggung banyak pihak. Tidak ada maksud untuk tidak menghormati korban atau keluarganya. Kami sudah menurunkan video tersebut dan akan melakukan evaluasi.”

Ia juga mengumumkan bahwa video tersebut telah diturunkan sementara dari kanal untuk diedit ulang sesuai masukan publik.

Dalam klarifikasi tersebut Nessie Judge menyampaikan bahwa ke depannya tim produksi kontennya akan melakukan evaluasi lebih mendalam terhadap materi yang akan ditayangkan, termasuk tata dekorasi, pemilihan gambar, dan sensitivitas terhadap tema yang bisa menimbulkan kontroversi. Ia menyebut bahwa proses internal akan diperkuat agar kesalahan serupa tidak terulang kembali.

Kontroversi ini memberi sinyal bagi industri kreator konten bahwa batasan etika dalam penggunaan gambar ataupun referensi terhadap korban kejahatan sangat perlu diperhatikan. Temuan ini kembali mengingatkan bahwa meski sebuah karya dibuat untuk hiburan, konteks sejarah dan sensitivitas publik tetap harus dijunjung tinggi.

Hingga saat ini, tanggapan publik masih beragam. Meskipun Nessie Judge sudah meminta maaf dan mengambil langkah cepat untuk memperbaiki konten, beberapa pihak menganggap langkah tersebut belum cukup karena aspek penghormatan terhadap korban tetap dipertanyakan. Meski demikian, pengumuman resmi yang disampaikan pada tanggal 6 November 2025 menjadi tonggak awal upaya perbaikan yang dilakukan oleh kreator tersebut.

Pengaruh video ini terhadap citra Nessie Judge sejauh ini belum dipatok pasti, namun banyak pengamat menyebut bahwa respons cepat dan permintaan maaf publik adalah tindakan yang penting dalam menjaga kepercayaan penonton serta pihak eksternal. Ke depan, metode produksi, pemilihan elemen visual, serta konsultan konten menjadi aspek yang kemungkinan akan lebih diperhatikan oleh tim kreator-kreator besar di Indonesia.

Demikianlah perkembangan terbaru mengenai permintaan maaf dan klarifikasi terbuka yang disampaikan oleh Nessie Judge usai sorotan tajam dari publik dan media sosial.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *