Evakuasi Truk Fuso di Gumitir Makan Waktu Berhari-Hari, Ini Penyebabnya

Sumber : RadarJember

Jember, Harianmedia —Pada hari Jumat, 24 Oktober 2025, sebuah truk Fuso tanpa muatan melaju dari arah Kabupaten Banyuwangi menuju Kabupaten Jember melalui jalur pegunungan yang dikenal dengan nama Jalur Gumitir. Tiba-tiba, truk oleng dan terjun ke dalam jurang sedalam sekitar 25 meter di sekitar KM 34+600, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Sopir dilaporkan selamat dengan luka ringan, namun posisi kendaraan yang terperosok dalam jurang menimbulkan tantangan besar bagi proses evakuasi.

Sejak saat itu, upaya pengangkatan truk tersebut telah memakan waktu beberapa hari hingga Jumat, 31 Oktober 2025, karena beberapa faktor penyebab yang saling berkaitan. Dalam artikel ini, akan diurai secara kronologis dari awal kejadian hingga hari ini, mengungkap hambatan teknis, kondisi medan, serta dampak bagi lalu lintas sekitar.

Kronologi Kejadian

Pada pagi hari tanggal 24 Oktober 2025, truk Fuso dengan nomor polisi W 9069 PB melintasi jalur Gumitir yang terkenal dengan tikungan tajam dan penurunan curam. Saat berada di salah satu tikungan menurun, truk diperkirakan oleng ke kiri dan kemudian meluncur ke jurang. Sopir berhasil keluar dan ditemukan selamat meskipun mengalami luka ringan. Kedalaman jurang sekitar 25 meter memperlihatkan besarnya risiko yang dihadapi. Bila kendaraan terguling atau terperosok dalam jurang sedemikian, akses ke lokasi akan menjadi sangat sulit.

Setelah kejadian, instansi terkait segera mengamankan lokasi dan melakukan penutupan sementara untuk menghindari kecelakaan tambahan. Namun, pengangkatan atau evakuasi kendaraan tidak bisa langsung dilaksanakan secara optimal karena beberapa hambatan yang muncul.

Hambatan Medan dan Akses

Pertama, kondisi geografis jalur Gumitir menjadi faktor utama. Jalur ini terletak di pegunungan, dengan tikungan tajam, jalur turun-menurun yang panjang, dan akses jalan yang terbatas untuk kendaraan besar. Posisi truk yang jatuh ke dalam jurang memperparah situasi karena kendaraan berat harus diangkat melalui permukaan yang tidak rata dan penuh risiko.

Kedua, medan evakuasi membutuhkan alat berat seperti crane dan truk derek dengan kapasitas tinggi. Karena kendaraan berada di jurang, pengangkatan harus dilakukan dari atas. Pemasangan tali pengikat, pengaturan kemiringan, serta pemilihan titik angkat yang aman menjadi sesuatu yang memakan waktu. Akses kendaraan alat berat ke lokasi juga terbatas oleh kondisi jalan yang sempit.

Masalah Alat Berat & Penundaan

Selasa malam dan Rabu (28-29 Oktober 2025) muncul laporan bahwa alat berat yang dibawa ke lokasi ternyata mengalami kerusakan hidrolik. Salah satu sumber menyebut bahwa proses evakuasi rencananya dilaksanakan pada Rabu pagi, 29 Oktober, namun ditunda karena crane utama mengalami gangguan.

Akibat penundaan ini, lokasi truk tetap berada dalam jurang selama beberapa hari. Karena risiko kendaraan bergerak atau material longsor, pihak berwenang harus melakukan stabilisasi terlebih dahulu (memasang bracing), mengamankan jurang, dan memastikan kondisi aman sebelum pengangkatan lanjut.

Dampak Lalu Lintas dan Penutupan Jalan

Karena lokasi kecelakaan berada pada rute utama antara Jember dan Banyuwangi melalui jalur Gumitir, penutupan jalan bergilir atau total menjadi satu langkah yang tidak bisa dihindari. Untuk mengamankan lokasi dan memfasilitasi alat berat, satu arah jalan atau kedua arah terkadang harus dihentikan sementara.

Proses evakuasi yang berlangsung berhari-hari menyebabkan antrean kendaraan terutama di pagi dan sore hari. Hal ini mempengaruhi aktivitas warga setempat dan angkutan logistik yang melintas. Setiap penutupan jalan minimal berdampak pada waktu tempuh yang membesar dan biaya operasional yang naik.

Mengapa Baru Diberitakan Sekarang?

Meski kejadian terjadi pada 24 Oktober, liputan media dan perhatian publik baru meningkat pada akhir Oktober karena pada 28-30 Oktober proses evakuasi kembali intensif setelah penundaan alat berat. Hingga saat pengambilan gambar dan laporan lapangan pada 30 Oktober, kondisi evakuasi mulai dilanjutkan dengan penutupan jalan pagi hari.

Dengan demikian, berita baru ramai karena perkembangan signifikan muncul beberapa hari setelah kejadian, bukan karena berita terlambat dibuat, melainkan karena update dari lapangan baru tersedia saat ini.

Proses Saat Ini dan Langkah Selanjutnya

Hingga 31 Oktober 2025, tim evakuasi masih bekerja. Alat berat utama telah diperbaiki dan dipasang di lokasi. Pagi ini rencana pengangkatan truk dilakukan mulai pukul 08.30 WIB setelah pemasangan tali pengikat dan stabilisasi terjun-jurang selesai.

Langkah selanjutnya adalah :

  • Pengangkatan truk dari jurang ke jalan utama menggunakan crane dan derek besar.
  • Pemeriksaan kondisi kendaraan untuk kemungkinan limbah atau kerusakan lingkungan di lokasi.
  • Pembukaan kembali lalu lintas secara normal setelah jalur dinyatakan aman.

Kecelakaan ini mengingatkan kembali pentingnya keselamatan di jalur pegunungan seperti Gumitir, kecepatan harus dikendalikan, kondisi kendaraan diperhatikan dengan baik terutama rem dan sistem kemudi. Untuk instansi pengelola jalan, kejadian ini menjadi bahan evaluasi :

  1. Pemasangan lebih banyak rambu peringatan dan guard-rail di tikungan berbahaya.
  2. Akses jalur evakuasi dan pemeliharaan rutin untuk alat berat siaga.
  3. Sosialisasi untuk pengemudi besar agar berhati-hati di jalur menurun.

Kejadian truk Fuso terjun ke jurang di jalur Gumitir bukan hanya soal satu unit kendaraan yang terperosok. Proses evakuasi yang memakan waktu berhari-hari menunjukkan kompleksitas medan dan pentingnya persiapan teknis yang matang. Hingga hari ini, 31 Oktober 2025, evakuasi masih berlangsung. Sebagai bukti bahwa kecelakaan di jalur pegunungan menuntut respons yang jauh lebih besar dari sekadar pengalihan jalan.

Semoga seluruh proses evakuasi segera selesai dengan aman, lalu lintas kembali normal, dan kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak di jalan-jalur pegunungan.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *