Jember, Harianmedia – Kasus kekerasan di lingkungan sekolah kembali menjadi sorotan setelah sebuah video viral memperlihatkan kepala SDN Sanenrejo 2, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, diduga melakukan tindak kekerasan terhadap tiga siswanya. Video tersebut menyebar cepat di berbagai platform media sosial sejak Minggu (28/9/2025), memicu reaksi keras dari masyarakat dan pemerhati pendidikan.
Video Viral Memperlihatkan Aksi Kekerasan
Dalam rekaman amatir yang beredar, terlihat kepala sekolah melakukan tindakan kasar berupa menendang dan menampar beberapa siswa di ruang kelas. Identitas para korban diketahui berinisial N, A, dan F. Ketiga siswa tersebut disebut sebagai murid aktif di SDN Sanenrejo 2.
Video itu direkam menggunakan ponsel oleh pihak yang berada di lokasi, lalu diunggah ke media sosial. Hanya dalam waktu singkat, cuplikan tersebut menjadi viral dan menimbulkan gelombang protes dari warganet. Banyak yang mengecam tindakan tersebut karena dianggap tidak pantas dilakukan oleh seorang pendidik kepada anak didiknya.
Identitas Korban dan Respon Publik
Dari informasi yang dihimpun, korban terdiri dari tiga siswa laki-laki dengan inisial N, A, dan F. Masyarakat sekitar maupun pengguna media sosial mengecam keras tindakan tersebut. Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus kekerasan di dunia pendidikan yang sebelumnya juga sempat mencuat di beberapa daerah lain.
Para orang tua murid serta warga sekitar sekolah ikut angkat bicara. Mereka menilai kejadian ini bisa merusak citra sekolah dan mengganggu psikologis siswa. Tidak sedikit yang menuntut agar pemerintah daerah maupun Dinas Pendidikan Jember mengambil langkah tegas.
Klarifikasi Kepala Sekolah
Setelah video menjadi viral, kepala SDN Sanenrejo 2 akhirnya memberikan penjelasan kepada publik. Ia mengakui adanya insiden tersebut, namun menyebut bahwa persoalan sudah dibicarakan bersama dengan keluarga korban. Kepala sekolah juga menyampaikan bahwa ia telah berkoordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Jember terkait kejadian ini.
Menurut penjelasannya, komunikasi dengan wali murid telah dilakukan agar permasalahan tidak semakin melebar. Meski begitu, pernyataan ini tetap menimbulkan perdebatan di kalangan masyarakat. Banyak pihak berpendapat bahwa tindakan kekerasan fisik terhadap anak tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
Tindak Lanjut dari Dinas Pendidikan Jember
Menanggapi viralnya video tersebut, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Jember memastikan bahwa mereka sudah menerima laporan terkait insiden di SDN Sanenrejo 2. Langkah investigasi akan dilakukan untuk memastikan kronologi serta memberikan perlindungan kepada para siswa yang menjadi korban.
Dinas Pendidikan menegaskan, prinsip dasar pendidikan adalah melindungi peserta didik. Kekerasan, baik verbal maupun fisik, dinilai bertentangan dengan semangat pendidikan yang berorientasi pada pembinaan karakter dan pengembangan potensi anak.
Langkah ke Depan
Meski kepala sekolah menyebut persoalan telah diselesaikan dengan pihak keluarga, publik masih menantikan tindak lanjut resmi dari pemerintah daerah. Dinas Pendidikan Jember diharapkan segera memberikan hasil investigasi dan menentukan langkah sanksi bila memang ditemukan pelanggaran serius.
Kasus ini juga menjadi momentum bagi semua pihak untuk memperkuat regulasi anti-kekerasan di lingkungan pendidikan. Selain itu, perlu adanya pelatihan dan pembinaan bagi tenaga pendidik agar mampu menangani siswa tanpa menggunakan kekerasan.

