Jakarta Jadi Tuan Rumah PNLG Forum 2025, Dorong Ekonomi Biru Berkelanjutan

Sumber : Galeri Pemprov Dki

Jakarta, Harianmedia – Jakarta resmi menjadi tuan rumah Partnerships in Environmental Management for the Seas of East Asia (PEMSEA) Network of Local Governments (PNLG) Forum 2025. Forum ini digelar di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat. Sejak dibuka secara resmi oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, forum internasional ini bertujuan mendorong ekonomi biru berkelanjutan sebagai alternatif solusi menghadapi tantangan lingkungan pesisir seperti abrasi, banjir rob, polusi laut, dan dampak perubahan iklim.

Tema dan Peserta Forum

PNLG Forum 2025 mengusung tema besar “Towards a Sustainable and Inclusive Blue Economy: Linking Climate, Nature and Energy”, yang menekankan pentingnya sinergi antara aksi iklim, konservasi alam, dan transisi energi dalam pembangunan pesisir.

Sebanyak 200 peserta dari 24 kota di 9 negara anggota PNLG hadir dalam forum ini, termasuk perwakilan pemerintah daerah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, ahli kelautan, serta sektor swasta.

Komitmen Jakarta sebagai Tuan Rumah

Sebagai kota megapolitan sekaligus kota pesisir, Jakarta memiliki tantangan unik, tetapi juga potensi besar. Berikut beberapa poin utama yang diungkap Gubernur Pramono Anung:

Luas wilayah laut dan pulau-pulau
Jakarta memiliki wilayah laut seluas sekitar 6.977,5 km², garis pantai sepanjang 120 km, dan terdiri dari 113 pulau kecil.

Tantangan lingkungan nyata
Abrasi pantai, banjir rob, polusi laut, dan dampak dari perubahan iklim menjadi masalah utama yang harus diatasi.

Pendekatan yang sudah dan sedang dijalankan
Pemprov DKI Jakarta telah mengadopsi pendekatan Integrated Coastal Management (ICM) melalui skema Sustainable Development Strategy (SDS). Pendekatan ini mencakup pengelolaan ruang pesisir, tata ruang, penanganan rob, pengelolaan pulau-pulau kecil, konservasi habitat laut, dan usaha mitigasi dampak iklim.

Dokumen State of The Coast (SoC) Jakarta 2025
Sebagai bagian dari komitmen transparansi dan akuntabilitas, Pemprov DKI meluncurkan soal ini sebagai rencana kegiatan, capaian, serta arah kebijakan perlindungan pesisir dan laut Jakarta ke depan.

Aksi Konkrit dan Program Lapangan

Forum ini tidak hanya berdiskusi, tetapi juga menekankan langkah nyata, beberapa di antaranya:

Restorasi ekosistem pesisir
Program penanaman mangrove, transplantasi terumbu karang, dan konservasi habitat laut sebagai bagian dari mitigasi iklim berbasis blue carbon. Ini menjadi salah satu prioritas Jakarta dalam menghadapi krisis ekologis.

Pemberdayaan masyarakat pesisir
Komunitas di Kepulauan Seribu diberdayakan melalui usaha perikanan berkelanjutan, ekowisata, UMKM kelautan, dan pendekatan inklusif agar manfaat pembangunan ekonomi biru ini dirasakan langsung oleh masyarakat lokal.

Wisata bahari dan potensi ekonomi
Jakarta melihat potensi wisata laut dan pulau sebagai bagian dari ekonomi biru, termasuk kawasan Ancol, pulau-pulau wisata dengan konsep resort, dan bentuk pariwisata yang berbasis masyarakat.

Kolaborasi internasional dan pertukaran praktik terbaik
Dengan hadirnya peserta dari berbagai kota & negara di kawasan Asia Timur, forum dijadikan ajang pertukaran pengalaman, praktik terbaik pengelolaan pesisir, dan solusi-teknologi yang mungkin diadopsi di Jakarta atau kota pesisir lainnya.

Keterkaitan Kebijakan Lokal

Ekonomi biru berkelanjutan yang diusung dalam PNLG Forum ini sangat sejalan dengan kebijakan pembangunan lokal Jakarta:

RPJMD DKI Jakarta mengamanatkan lingkungan hidup, kelautan, dan pengelolaan pesisir sebagai salah satu pilar transformasi kota menuju Jakarta yang lebih hijau, tangguh, dan adil.

Strategi Pengelolaan Pesisir (ICM dan SDS) diposisikan sebagai kerangka kerja agar penggunaan ruang pesisir, pengelolaan pulau kecil, mitigasi rob, konservasi dan pemanfaatan sumber daya laut terjadi secara berimbang.

Tantangan yang Harus Dihadapi

Meskipun banyak komitmen dan program, ada tantangan yang perlu diperhatikan agar ekonomi biru benar-benar berkelanjutan:

Tantangan yang Harus Dihadapi

Meskipun banyak komitmen dan program, ada tantangan yang perlu diperhatikan agar ekonomi biru benar-benar berkelanjutan:

  1. Penegakan regulasi & pengawasan
    Potensi kesenjangan dalam pelaksanaan regulasi lingkungan pesisir, habitat laut, dan penggunaan ruang laut bisa muncul bila pengawasan tidak kuat.
  2. Pendanaan dan sumber daya manusia
    Untuk restaurasi laut, transplantasi karang, dan pemeliharaan mangrove diperlukan dana yang tidak kecil serta SDM yang kompeten dan berpengalaman.
  3. Keterlibatan masyarakat dan inklusivitas
    Agar manfaat ekonomi biru dirasakan masyarakat pesisir, harus ada partisipasi aktif dan keadilan akses terhadap sumber daya, pengetahuan, dan peluang ekonomi.
  4. Perubahan iklim dan dampak ekstrem
    Efek kenaikan muka laut, badai, dan perubahan iklim lain tetap menjadi risiko besar. Solusi seperti blue carbon penting, tapi harus skala besar dan terkoordinasi.

Dengan menjadi tuan rumah PNLG Forum 2025, Jakarta menegaskan bahwa kota besar, meski menghadapi tantangan lingkungan pesisir yang berat, tetap bisa menjadi pelopor pembangunan yang berkelanjutan dan ramah alam. Komitmen terhadap ekonomi biru berkelanjutan bukan hanya slogan, melainkan telah dibingkai dalam kebijakan nyata, aksi restorasi, dan pemberdayaan masyarakat. Forum ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang diskusi, tapi langkah awal menuju pesisir yang lebih hijau, laut yang lebih bersih, dan masa depan pesisir Jakarta yang inklusif dan tangguh. Waktu, konsistensi, dan kolaborasi lintas lembaga akan menjadi kunci agar visi ini benar-benar terwujud.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *