Jember, Harian Media – Setelah puluhan tahun hidup dalam kegelapan tanpa akses listrik yang layak, warga Dusun Bandealit akhirnya bisa merasakan terang benderang di malam hari. Program elektrifikasi yang dijalankan pemerintah bersama dukungan masyarakat berhasil membawa perubahan besar bagi kehidupan warga. Kini, aktivitas malam tidak lagi terbatas, anak-anak bisa belajar dengan tenang, dan roda ekonomi dusun mulai bergerak lebih maju. Perubahan ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran listrik dapat membuka pintu harapan baru bagi sebuah desa.
Sejarah Panjang Kegelapan di Dusun Bandealit
Dusun Bandealit yang terletak di Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah terpencil dengan akses infrastruktur terbatas. Meski berada di daerah dengan kekayaan alam melimpah, warga harus bertahan hidup tanpa penerangan listrik selama puluhan tahun. Malam hari identik dengan gelap gulita, hanya ditemani lampu minyak atau genset seadanya yang biaya operasionalnya tidak murah.
Kondisi tersebut tentu berdampak besar pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Anak-anak sulit belajar di malam hari, aktivitas ekonomi terhenti setelah matahari terbenam, dan warga kerap merasa terisolasi dari dunia luar. Tak heran, Dusun Bandealit dijuluki sebagai “dusun gelap” yang seperti tertinggal dari perkembangan zaman.
Perjuangan Panjang Mendapatkan Listrik
Upaya untuk menghadirkan listrik di Dusun Bandealit bukan perkara mudah. Lokasi yang jauh dari pusat kota, akses jalan yang sulit, serta kondisi geografis yang menantang menjadi hambatan utama. Warga bersama perangkat desa sudah sejak lama menyuarakan aspirasi agar pemerintah memperhatikan nasib mereka.
Baru pada beberapa tahun terakhir, program elektrifikasi desa mulai menjangkau wilayah ini. Melalui kerja sama antara PLN, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat, akhirnya jaringan listrik berhasil dipasang. Butuh waktu, tenaga, dan biaya besar, namun hasilnya kini bisa dinikmati seluruh warga.
Hari Bersejarah: Dusun Bandealit Menyala
Momen yang paling membahagiakan bagi warga adalah ketika listrik pertama kali dinyalakan. Banyak warga yang meneteskan air mata bahagia saat lampu di rumah mereka menyala untuk pertama kalinya. Suasana dusun yang biasanya gelap gulita mendadak terang benderang, seakan menjadi simbol lahirnya harapan baru.
Anak-anak terlihat antusias, mereka langsung membuka buku untuk belajar di bawah cahaya lampu. Para orang tua bersyukur karena kini mereka bisa beraktivitas di malam hari tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk bahan bakar lampu minyak. Dusun Bandealit benar-benar memasuki babak baru dalam peradabannya.
Dampak Positif Listrik Bagi Kehidupan Warga
1. Pendidikan Anak Lebih Terjamin
Sebelum ada listrik, banyak anak yang kesulitan belajar pada malam hari. Kini, mereka bisa belajar lebih lama dengan cahaya yang memadai. Hal ini tentu akan berdampak pada prestasi akademik dan kualitas pendidikan secara keseluruhan.
2. Ekonomi Warga Mulai Tumbuh
Dengan adanya listrik, peluang usaha baru bermunculan. Warung bisa buka hingga malam, usaha kecil seperti menjahit atau produksi makanan dapat berjalan lebih efektif, dan warga tidak lagi harus mengeluarkan biaya tinggi untuk genset.
3. Kualitas Hidup Meningkat
Kehadiran listrik membuat warga bisa menikmati fasilitas modern seperti televisi, kulkas, dan peralatan elektronik lainnya. Hiburan pun lebih mudah diakses, sehingga warga merasa lebih dekat dengan perkembangan dunia luar.
4. Keamanan Lebih Terjamin
Malam hari yang dulu gelap kini lebih aman karena adanya penerangan jalan dan lampu di rumah warga. Hal ini mengurangi potensi tindak kriminal sekaligus memberi rasa nyaman bagi masyarakat.
Suara Warga: Dari Kegelapan ke Terang
Banyak warga yang menceritakan pengalaman mereka sebelum dan sesudah adanya listrik. Seorang ibu rumah tangga mengaku kini lebih mudah menyiapkan makanan karena ada kulkas untuk menyimpan bahan makanan. Seorang bapak penjahit mengatakan usahanya bisa menerima lebih banyak pesanan karena ia bisa bekerja hingga malam.
Sementara itu, anak-anak mengaku senang karena bisa belajar dan menonton televisi tanpa harus khawatir kehabisan minyak lampu. Perubahan ini terasa begitu besar sehingga warga menyebut listrik sebagai “hadiah terbesar” yang mereka terima setelah sekian lama menunggu.
Tantangan Setelah Terang
Meski kini sudah menikmati listrik, Dusun Bandealit tetap menghadapi tantangan baru. Tagihan listrik menjadi hal yang harus diperhitungkan dengan bijak agar tidak membebani keluarga. Selain itu, masih ada kebutuhan untuk meningkatkan infrastruktur lain seperti jaringan internet, air bersih, dan jalan desa agar pembangunan lebih merata.
Pemerintah daerah diharapkan terus mendampingi warga agar manfaat listrik dapat digunakan secara optimal. Sosialisasi penggunaan listrik hemat energi juga sangat penting untuk memastikan keberlanjutan program ini.
Inspirasi Bagi Desa Lain
Keberhasilan menghadirkan listrik ke Dusun Bandealit menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia yang masih belum teraliri listrik. Fakta bahwa sebuah dusun terpencil akhirnya bisa terang membuktikan bahwa pemerataan energi adalah hal yang mungkin diwujudkan.
Program serupa perlu terus digalakkan, karena listrik bukan sekadar soal penerangan, tetapi juga soal kesejahteraan, pendidikan, dan masa depan masyarakat. Jika setiap desa bisa merasakan manfaat yang sama, maka pembangunan Indonesia akan berjalan lebih adil dan merata.
Peran Masyarakat Dalam Menjaga Fasilitas
Keberadaan listrik di Dusun Bandealit tidak akan bertahan lama tanpa peran aktif masyarakat. Warga diajak untuk menjaga instalasi listrik yang sudah dipasang, serta menggunakan energi secara bijak. Partisipasi aktif ini penting agar program elektrifikasi tidak hanya menjadi proyek sementara, melainkan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang.
Selain itu, warga juga bisa mengembangkan ide-ide kreatif untuk memanfaatkan listrik secara produktif. Misalnya, membangun usaha kecil, membuka jasa layanan berbasis elektronik, atau mengembangkan produk lokal dengan dukungan teknologi sederhana.
Terangnya Dusun Bandealit setelah puluhan tahun gelap menjadi simbol perubahan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Bukan hanya soal lampu yang menyala, tetapi juga tentang semangat baru, peluang ekonomi, dan kualitas hidup yang meningkat. Harapan warga kini semakin besar untuk masa depan yang lebih baik, dengan listrik sebagai salah satu pilar utama pembangunan. Semoga keberhasilan ini bisa menjadi inspirasi bagi wilayah lain yang masih berjuang mendapatkan akses energi.

