Kabar Duka, KH Syukron Ma’mun Pendiri Ponpes Daarul Rahman Wafat

Sumber Foto : Detik.com

Jakarta, Harianmedia — Kabar duka datang dari Pondok Pesantren Daarul Rahman, Jakarta Selatan. Prof. KH Syukron Ma’mun, pendiri sekaligus pengasuh pesantren tersebut, wafat pada Minggu, 18 Oktober 2026. Kepergian ulama senior ini meninggalkan duka bagi keluarga, para santri, alumni, serta masyarakat yang mengenal kiprah beliau dalam bidang dakwah dan pendidikan Islam.

KH Syukron Ma’mun mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, setelah menjalani perawatan akibat gangguan jantung. Informasi mengenai wafatnya beliau disampaikan melalui saluran resmi Pondok Pesantren Daarul Rahman dan kemudian diketahui masyarakat luas.

Menurut informasi yang disampaikan oleh pihak pesantren, KH Syukron Ma’mun wafat pada Minggu pagi. Kabar tersebut segera mendapat perhatian dari berbagai kalangan, terutama keluarga besar pesantren, para alumni, dan masyarakat yang selama ini mengikuti kegiatan dakwah beliau.

KH Syukron Ma’mun dikenal sebagai sosok ulama yang memiliki peran penting dalam pengembangan Pondok Pesantren Daarul Rahman. Pesantren yang berada di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, tersebut menjadi salah satu tempat pendidikan Islam yang dibangun melalui perjalanan panjang pengabdian beliau.

Dalam mendirikan pesantren itu, KH Syukron Ma’mun dibantu oleh tiga rekannya, yakni KH Antung Ghozali BA, KH Masyhuri Baedlowi, dan KH Abdul Kadir Rahman. Keberadaan para pendamping tersebut menjadi bagian dari sejarah awal berdirinya lembaga pendidikan Islam yang kemudian berkembang di Jakarta.

Pondok Pesantren Daarul Rahman didirikan pada 11 Januari 1975. Lembaga ini berkembang sebagai tempat pendidikan bagi para santri yang mempelajari ilmu agama sekaligus menjalani kehidupan pesantren. Melalui lembaga tersebut, KH Syukron Ma’mun menjalankan kegiatan pendidikan dan pembinaan santri selama puluhan tahun.

Perjalanan pesantren itu tidak terlepas dari peran pengasuh dalam menjaga keberlangsungan pendidikan. Para santri memperoleh pembelajaran agama melalui kegiatan yang berlangsung di lingkungan pesantren, sementara para alumni kemudian melanjutkan kiprah mereka di tengah masyarakat.

KH Syukron Ma’mun juga dikenal dengan julukan Singa Podium. Julukan tersebut berkaitan dengan gaya dakwahnya yang tegas, bersemangat, dan dikenal luas oleh masyarakat. Dalam menyampaikan ceramah, beliau dikenal konsisten dengan prinsip yang diyakininya serta aktif menyampaikan pesan keagamaan kepada berbagai kalangan.

Kiprah beliau tidak hanya berkaitan dengan kegiatan di lingkungan pesantren. KH Syukron Ma’mun juga dikenal sebagai tokoh dakwah yang memberikan perhatian terhadap pembinaan umat dan pengembangan pendidikan Islam. Perjalanan panjangnya sebagai pendidik dan pendakwah membuat namanya dikenal di lingkungan pesantren maupun masyarakat luas.

Wafatnya KH Syukron Ma’mun turut mendapat perhatian dari kalangan ulama dan organisasi keagamaan. Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH M Cholil Nafis, menyampaikan duka atas kepergian almarhum. Ia mengenang KH Syukron Ma’mun sebagai sosok yang memiliki keteguhan prinsip dan ketegasan dalam menjalankan perjuangan.

Cholil Nafis juga menyoroti perkembangan Pondok Pesantren Daarul Rahman serta peran alumninya dalam pendidikan Islam. Menurut keterangannya, sejumlah alumni pesantren tersebut telah mendirikan pesantren di berbagai daerah. Hal itu menjadi salah satu bagian dari kontribusi lembaga pendidikan yang dibangun dan dibina oleh KH Syukron Ma’mun.

Di lingkungan keluarga, KH Syukron Ma’mun juga dikenal sebagai orang tua yang menjadi panutan. Almarhum merupakan ayah dari KH Faiz Syukron Ma’mun, yang menjabat sebagai Ketua Umum MUI DKI Jakarta. Hubungan keluarga dan perjalanan dakwah tersebut menjadi bagian dari kehidupan beliau hingga akhir hayat.

Setelah kabar wafatnya disampaikan, jenazah KH Syukron Ma’mun disalatkan di lingkungan Pondok Pesantren Daarul Rahman. Almarhum kemudian dimakamkan di kompleks pesantren yang berada di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Lokasi tersebut memiliki hubungan erat dengan perjalanan hidup dan pengabdian beliau dalam membangun lembaga pendidikan Islam.

Kepergian KH Syukron Ma’mun menandai berakhirnya perjalanan panjang seorang ulama yang mengabdikan hidupnya untuk pendidikan dan dakwah. Pesantren Daarul Rahman menjadi salah satu peninggalan penting dari kiprah beliau, terutama dalam membina santri dan melahirkan alumni yang melanjutkan pendidikan agama di tengah masyarakat.

Bagi keluarga besar pesantren, wafatnya KH Syukron Ma’mun merupakan kehilangan sosok pengasuh yang telah mendampingi perjalanan lembaga tersebut selama bertahun-tahun. Para santri dan alumni juga kehilangan guru yang dikenal melalui pengajaran, nasihat, serta keteguhannya dalam menyampaikan dakwah.

Meski telah wafat, perjalanan KH Syukron Ma’mun dalam mendirikan dan membina Pondok Pesantren Daarul Rahman menjadi bagian dari sejarah pendidikan Islam di Jakarta. Keberadaan pesantren tersebut sekaligus menjadi pengingat atas pengabdian beliau dalam mengembangkan pendidikan agama dan membina generasi penerus.

Kabar wafatnya KH Syukron Ma’mun pada Minggu, 18 Oktober 2026, membawa duka bagi keluarga, para santri, alumni, dan masyarakat yang mengenal kiprahnya. Beliau dikenang sebagai pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman serta pendakwah yang dikenal dengan julukan Singa Podium.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *