Surabaya, Harianmedia — Insiden terjadi di kawasan Ruko San Antonio, Pakuwon City, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa, 6 Oktober 2026 pagi. Peristiwa yang terjadi di salah satu rumah makan tersebut menyebabkan kerusakan pada puluhan bangunan dan kendaraan di sekitar lokasi.
Berdasarkan pendataan hingga Selasa siang, sebanyak 42 ruko dan 16 rumah warga mengalami kerusakan. Selain bangunan, delapan kendaraan yang berada di sekitar lokasi juga terdampak. Dari jumlah tersebut, terdapat lima mobil dan tiga sepeda motor yang mengalami kerusakan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.11 WIB di Rumah Makan Nasi Tempong Sri Dewi yang berada di kawasan Ruko San Antonio. Saat kejadian, sejumlah pekerja sedang melakukan aktivitas persiapan memasak di dalam ruko.
Informasi awal dari kepolisian menyebut terdapat tiga tabung LPG berkapasitas masing-masing 50 kilogram di lokasi. Polisi menduga peristiwa tersebut berkaitan dengan kebocoran gas LPG yang kemudian terkumpul di dalam ruangan dan terkena sumber pemantik.
Sebelum kejadian, seorang pekerja disebut sempat mencium bau gas. Informasi lainnya menyebut alarm pendeteksi kebocoran LPG juga sempat berbunyi setelah terjadi masalah pada selang yang terhubung dengan tabung LPG. Kondisi tersebut menjadi bagian dari pemeriksaan petugas untuk mengetahui rangkaian kejadian secara menyeluruh.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber kebocoran dan penyebab pasti peristiwa tersebut. Tiga tabung LPG berkapasitas 50 kilogram ditemukan di lokasi. Polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap bagian pipa, selang, perangkat gas, serta benda lain yang berada di sekitar titik kejadian.
Dari pemeriksaan awal di lokasi, petugas tidak menemukan kandungan bahan peledak maupun unsur bom. Tim kepolisian bersama tim terkait kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mencari informasi dan barang yang dapat membantu memastikan penyebab insiden.
Dalam penanganan di lokasi, polisi mengamankan sejumlah barang untuk diperiksa lebih lanjut. Barang yang diamankan antara lain satu tabung LPG 50 kilogram beserta perangkatnya, beberapa kompor gas satu tungku, dan sebuah kipas angin.
Dampak terhadap bangunan cukup luas. Dari 42 ruko yang terdampak, sebanyak 10 ruko mengalami kerusakan ringan, 28 ruko mengalami kerusakan sedang, dan empat ruko mengalami kerusakan berat.
Kerusakan juga terjadi pada rumah warga yang berada di sekitar kawasan tersebut. Dari 16 rumah yang terdampak, sebanyak 13 rumah mengalami kerusakan ringan, dua rumah mengalami kerusakan sedang, dan satu rumah mengalami kerusakan berat.
Selain bangunan, delapan kendaraan yang berada di sekitar lokasi turut mengalami kerusakan. Kendaraan tersebut terdiri atas tiga sepeda motor dan lima mobil.
Lima orang yang berada di lokasi juga mengalami luka dan langsung mendapatkan penanganan medis. Kelima orang tersebut merupakan pekerja di tempat makan yang berada di titik kejadian.
Sejumlah korban sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit sebelum sebagian korban menjalani penanganan lebih lanjut. Kondisi para korban menjadi perhatian petugas karena beberapa di antaranya mengalami luka bakar pada bagian tubuh.
Petugas gabungan kemudian melakukan penanganan di sekitar lokasi. Polisi mengamankan area untuk kepentingan pemeriksaan, sedangkan petugas terkait melakukan pendataan terhadap bangunan dan kendaraan yang terdampak.
Pendataan dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan secara lebih rinci. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap rumah warga yang berada di sekitar Ruko San Antonio karena dampak kejadian dirasakan hingga area permukiman di belakang kawasan pertokoan.
Hingga Selasa, 6 Oktober 2026, penyebab pasti insiden masih dalam proses penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada kebocoran LPG, tetapi polisi masih memeriksa bagian-bagian yang berkaitan dengan sistem gas di lokasi.
Kepolisian juga memastikan pemeriksaan terhadap lokasi dilakukan secara menyeluruh. Tim identifikasi, laboratorium forensik, dan unsur terkait memeriksa material serta perangkat yang ditemukan di tempat kejadian.
Hasil pemeriksaan tersebut nantinya digunakan untuk memastikan bagaimana kebocoran gas terjadi, dari bagian mana gas keluar, serta bagaimana gas dapat terkumpul hingga menimbulkan peristiwa yang berdampak pada bangunan di sekitarnya.
Sementara itu, kawasan Ruko San Antonio menjadi lokasi penanganan petugas sepanjang Selasa pagi hingga siang. Warga dan pemilik bangunan yang terdampak juga dilakukan pendataan untuk mengetahui kondisi masing-masing bangunan.
Dengan total 42 ruko, 16 rumah, dan delapan kendaraan terdampak, insiden di Pakuwon City tersebut menjadi perhatian karena kerusakannya tidak hanya terjadi pada bangunan tempat kejadian, tetapi juga menyebar ke sejumlah bangunan dan kendaraan di sekitarnya.
Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab sebenarnya. Masyarakat di sekitar lokasi juga diminta mengikuti arahan petugas selama proses pemeriksaan dan penanganan berlangsung.

