Jakarta, Harianmedia — Perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) rute Jakarta Kota–Bogor mengalami gangguan pada Selasa sore setelah salah satu gerbong kereta dilaporkan mengeluarkan asap di Stasiun Universitas Pancasila, Jakarta Selatan. Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 16.15 WIB dan sempat berdampak pada kelancaran perjalanan penumpang di lintas tersebut.
Gangguan terjadi saat rangkaian KRL nomor 1336 relasi Jakarta Kota–Bogor memasuki area Stasiun Universitas Pancasila. Petugas yang berada di lokasi mendeteksi adanya asap yang keluar dari salah satu bagian gerbong, sehingga langkah pengamanan langsung dilakukan untuk memastikan keselamatan penumpang dan operasional perjalanan kereta.
KAI Commuter menyampaikan bahwa setelah laporan diterima, petugas segera melakukan pemeriksaan awal terhadap rangkaian yang terdampak. Pemeriksaan dilakukan sesuai prosedur keselamatan untuk memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan yang dapat mengganggu perjalanan maupun membahayakan penumpang di stasiun.
Pihak KAI Commuter memastikan bahwa kejadian tersebut tidak disertai dengan munculnya api dan tidak menimbulkan korban. Asap yang terdeteksi berasal dari gangguan teknis pada sarana KRL dan tidak terkait dengan peristiwa kebakaran. Untuk keperluan pemeriksaan lanjutan, rangkaian KRL yang mengalami gangguan kemudian ditarik dari lintasan operasional.
Akibat kejadian tersebut, perjalanan KRL di lintas Jakarta Kota–Bogor sempat mengalami penyesuaian pola operasi. Sejumlah perjalanan kereta mengalami keterlambatan karena petugas perlu memastikan jalur dan sarana dalam kondisi aman sebelum operasional kembali dilanjutkan. Penumpang diimbau untuk mengikuti arahan petugas di stasiun selama proses penanganan berlangsung.
KAI Commuter menyatakan bahwa pemeriksaan terhadap rangkaian KRL dilakukan secara menyeluruh guna memastikan penyebab gangguan teknis dan mencegah kejadian serupa terulang. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga standar keselamatan dan keandalan layanan KRL Commuter Line yang setiap hari melayani mobilitas masyarakat.
Selama proses penanganan, petugas juga melakukan pengaturan perjalanan kereta agar layanan tetap dapat berjalan meskipun dengan penyesuaian waktu tempuh. Informasi terkait kondisi perjalanan disampaikan kepada penumpang melalui petugas di lapangan dan sarana informasi di stasiun.
Setelah rangkaian yang mengalami gangguan ditangani, operasional KRL secara bertahap kembali disesuaikan. KAI Commuter menegaskan bahwa keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kejadian gangguan operasional, termasuk dalam penanganan gangguan teknis yang terjadi secara tiba-tiba.
Hingga Selasa malam, KAI Commuter masih melanjutkan pemeriksaan teknis terhadap sarana yang terdampak untuk memastikan kondisi benar-benar aman sebelum kembali dioperasikan. Penumpang diharapkan tetap memantau informasi perjalanan dan menyesuaikan waktu keberangkatan apabila terjadi perubahan jadwal akibat gangguan operasional.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan rutin dan penanganan cepat dalam menjaga keandalan transportasi massal. KAI Commuter memastikan seluruh langkah yang diambil telah sesuai dengan prosedur yang berlaku dan dilakukan demi menjaga keselamatan serta kenyamanan pengguna jasa KRL.

