Jember, Harianmedia — Sebuah jembatan penghubung antar dusun di Kabupaten Jember, Jawa Timur, putus setelah diterjang banjir akibat hujan deras dengan intensitas tinggi. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Pakis, Kecamatan Panti, pada Jumat sore, 6 Februari 2026, dan berdampak langsung pada aktivitas serta mobilitas warga setempat.
Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari menyebabkan debit air sungai meningkat tajam. Arus sungai yang deras membawa lumpur dan material kayu menghantam bagian bawah jembatan, sehingga struktur penyangga tidak mampu menahan tekanan air. Kondisi tersebut mengakibatkan jembatan mengalami kerusakan parah hingga akhirnya terputus.
Jembatan yang putus merupakan jembatan besi dengan panjang sekitar 25 meter dan lebar kurang lebih 1,5 meter. Jembatan ini selama ini menjadi akses utama yang menghubungkan Dusun Cempaka dengan Dusun Pakis Utara. Keberadaan jembatan tersebut sangat penting bagi warga karena menjadi jalur terdekat menuju jalan utama serta fasilitas umum di wilayah sekitarnya.
Putusnya jembatan terjadi secara tiba-tiba saat arus sungai berada pada kondisi paling deras. Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian menyaksikan bagian jembatan ambruk setelah pondasinya tergerus air. Tidak lama setelah itu, sebagian struktur jembatan terseret arus dan terbawa hingga beberapa ratus meter dari lokasi awal.
Akibat peristiwa tersebut, akses antar dusun terputus total. Warga yang biasa melintasi jembatan untuk keperluan bekerja, bersekolah, maupun aktivitas sehari-hari terpaksa menggunakan jalur alternatif. Jalur pengganti tersebut harus ditempuh dengan jarak yang lebih jauh dan kondisi medan yang cukup menyulitkan, terutama saat hujan turun.
Kondisi ini berdampak pada aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Sejumlah warga mengaku harus mengatur ulang jadwal perjalanan karena waktu tempuh menjadi lebih lama. Selain itu, akses kendaraan roda dua dan pejalan kaki menjadi terbatas karena jalur alternatif yang tersedia sebagian melewati area persawahan dan jalan tanah.
Petugas dari instansi terkait bersama aparat setempat segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pendataan dan pengamanan. Langkah ini dilakukan guna memastikan tidak ada warga yang melintas di area jembatan yang sudah tidak layak digunakan. Petugas juga memasang tanda peringatan di sekitar lokasi untuk mencegah risiko kecelakaan lanjutan.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tidak terdapat laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Meski demikian, kerugian material akibat rusaknya jembatan cukup signifikan mengingat fungsi vital jembatan tersebut bagi warga. Kondisi jembatan yang putus membuat akses antar dusun terhenti hingga dilakukan penanganan lebih lanjut.
Pemerintah desa setempat telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melaporkan kerusakan tersebut. Data awal mengenai kondisi jembatan dan dampaknya terhadap masyarakat telah disampaikan sebagai dasar untuk penanganan selanjutnya. Pemerintah daerah diharapkan dapat segera mengambil langkah untuk menyediakan solusi sementara maupun rencana perbaikan permanen.
Selain merusak jembatan, banjir yang terjadi juga menyebabkan luapan air sungai ke area sekitar. Beberapa lahan pertanian warga terdampak genangan air, meskipun tidak sampai menimbulkan kerusakan berat. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi hujan susulan mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu.
Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya intensitas hujan di sejumlah wilayah Jember dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi cuaca tersebut meningkatkan risiko terjadinya banjir dan kerusakan infrastruktur, terutama di wilayah yang berada dekat dengan aliran sungai. Oleh karena itu, kewaspadaan masyarakat menjadi hal penting untuk mengurangi dampak yang lebih besar.
Warga setempat berharap adanya penanganan cepat agar akses antar dusun dapat kembali normal. Jembatan tersebut dinilai sangat dibutuhkan untuk mendukung aktivitas masyarakat, termasuk akses pendidikan, kesehatan, dan distribusi hasil pertanian. Putusnya jembatan dalam waktu lama dikhawatirkan akan menghambat kegiatan warga secara berkelanjutan.
Hingga saat ini, lokasi jembatan yang putus masih dalam pemantauan. Petugas terus berkoordinasi untuk memastikan keselamatan warga dan menilai langkah-langkah lanjutan yang dapat dilakukan. Masyarakat diminta untuk tidak mendekati area jembatan yang rusak dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.
Peristiwa putusnya jembatan ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi. Curah hujan tinggi yang berlangsung dalam waktu singkat dapat berdampak besar terhadap infrastruktur dan kehidupan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang mengandalkan jembatan sebagai akses utama.
Dengan kondisi jembatan yang tidak dapat dilalui, warga kini mengandalkan jalur alternatif sambil menunggu adanya penanganan lanjutan. Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan dapat segera mengambil langkah konkret agar akses masyarakat dapat segera dipulihkan dan aktivitas warga kembali berjalan normal.

