Suara Gemuruh Dini Hari di Tani Makmur, Warga Sempat Mengungsi Sementara

Riau, Harianmedia — Warga Desa Tani Makmur, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, dikejutkan oleh suara gemuruh keras yang terdengar pada dini hari, Jumat 9 Januari 2026. Suara yang muncul sekitar pukul 00.20 WIB itu membuat sebagian warga panik dan memilih keluar rumah serta menjauh sementara dari permukiman. Belakangan diketahui, suara tersebut berasal dari kebocoran pipa gas di wilayah setempat.

Kejadian bermula saat suasana desa tengah sepi dan sebagian besar warga sedang beristirahat. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh panjang dari arah area pipa gas yang melintas di sekitar desa. Beberapa warga menggambarkan suara tersebut seperti bunyi mesin besar atau pesawat, yang berlangsung cukup lama dan terdengar hingga radius beberapa ratus meter.

Selain suara gemuruh, warga juga mencium bau gas menyengat yang menyebar di sekitar permukiman. Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran akan potensi bahaya, sehingga sejumlah warga memilih keluar rumah dan berkumpul di lokasi yang dianggap lebih aman, jauh dari jalur pipa gas.

Warga Panik dan Menjauh dari Lokasi

Salah seorang warga mengatakan bahwa suara gemuruh terdengar tiba-tiba dan cukup keras sehingga membangunkan warga yang sedang tidur. Bau gas yang tercium membuat warga khawatir akan risiko kebakaran atau ledakan, meski tidak terlihat api maupun percikan di lokasi kejadian.

Sebagian warga membawa anggota keluarga, termasuk anak-anak dan lansia, untuk menjauh dari rumah. Ada pula warga yang hanya berdiri di luar rumah sambil menunggu informasi lebih lanjut. Situasi desa sempat tegang, terutama karena kejadian berlangsung pada tengah malam.

Perangkat Desa Tani Makmur yang menerima laporan warga segera melakukan koordinasi. Kepala desa langsung menghubungi aparat kepolisian serta pihak perusahaan pengelola pipa gas untuk meminta penanganan cepat dan memastikan keselamatan warga.

Sumber Suara Berasal dari Kebocoran Pipa Gas

Setelah dilakukan pengecekan awal, diketahui bahwa suara gemuruh tersebut berasal dari kebocoran pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) di area sekitar desa. Kebocoran itu menyebabkan tekanan gas keluar dan menimbulkan suara keras serta bau gas yang menyebar ke lingkungan sekitar.

Pihak perusahaan segera mengerahkan tim teknis ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Aparat kepolisian dari Polsek Rengat Barat juga turun ke lokasi untuk membantu pengamanan dan mengatur jarak aman bagi warga.

Untuk mencegah risiko yang lebih besar, aliran gas pada jalur tersebut langsung dihentikan sementara. Proses penghentian aliran gas berlangsung sekitar satu setengah jam sejak laporan pertama diterima.

Lokasi Diamankan dan Diberi Garis Pembatas

Setelah aliran gas berhasil dihentikan, tim gabungan dari perusahaan dan aparat kepolisian memasang garis pembatas di sekitar titik kebocoran. Langkah ini dilakukan agar warga tidak mendekat ke area yang masih berpotensi berbahaya selama proses pemeriksaan dan perbaikan berlangsung.

Petugas juga memastikan tidak ada sumber api di sekitar lokasi, termasuk meminta warga mematikan peralatan listrik tertentu sebagai langkah antisipasi. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kondisi benar-benar aman sebelum warga diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.

Hingga situasi dinyatakan terkendali, tidak ditemukan adanya kebakaran maupun ledakan besar di lokasi kejadian. Aparat juga memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengalami luka akibat insiden tersebut.

Warga Kembali ke Rumah Setelah Situasi Aman

Setelah kondisi dinyatakan aman oleh pihak berwenang, warga yang sempat menjauh mulai kembali ke rumah masing-masing. Meski demikian, sebagian warga masih merasa waspada dan memilih tetap berjaga hingga pagi hari.

Perangkat desa bersama aparat setempat terus melakukan pemantauan di sekitar lokasi pipa gas untuk memastikan tidak ada kebocoran lanjutan. Pihak perusahaan juga menyampaikan bahwa tim teknis akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jalur pipa guna memastikan keamanan sebelum aliran gas kembali dinyalakan secara normal.

Hingga Jumat pagi, 9 Januari 2026, tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka akibat insiden kebocoran pipa gas tersebut. Rumah warga di sekitar lokasi juga dilaporkan tidak mengalami kerusakan fisik.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa situasi telah terkendali dan meminta warga untuk tetap tenang serta mengikuti arahan dari aparat dan perangkat desa. Warga juga diimbau segera melapor jika kembali mencium bau gas atau mendengar suara tidak wajar dari arah jalur pipa.

Evaluasi dan Pemeriksaan Lanjutan

Pihak PT Trans Gas Indonesia menyatakan akan melakukan evaluasi teknis untuk mengetahui penyebab kebocoran pipa gas tersebut. Pemeriksaan meliputi kondisi pipa, tekanan gas, serta faktor lingkungan di sekitar jalur pipa.

Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar untuk langkah perbaikan dan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan pihak perusahaan untuk memastikan standar keselamatan tetap terjaga, terutama karena jalur pipa melintas dekat dengan permukiman warga.

Aparat dan pemerintah desa mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api di sekitar jalur pipa gas. Warga juga diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi agar tidak menimbulkan kepanikan.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di Desa Tani Makmur telah kembali kondusif. Aktivitas warga berlangsung normal, sementara proses pengecekan dan pengamanan jalur pipa gas masih terus dilakukan oleh pihak terkait.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *