Sosialisasi Kebencanaan Digelar di Puger Jember untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Warga

Sumber Foto : Gufron for jatimnow.com

Jember, Harianmedia — Masyarakat Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur mengikuti kegiatan sosialisasi kebencanaan yang digelar di daerah setempat pada Minggu, 25 Januari 2026. Kegiatan ini diadakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan pemahaman warga terhadap risiko bencana yang rawan terjadi di wilayah pesisir selatan Jember.

Acara sosialisasi kebencanaan tersebut dilakukan oleh sejumlah pihak yang memiliki fokus dalam penanggulangan dan mitigasi bencana, termasuk relawan kebencanaan dan organisasi kemanusiaan yang selama ini aktif di Jember. Sosialisasi kebencanaan di Desa Puger Wetan digelar dengan metode menarik untuk mengundang partisipasi warga.

Kegiatan ini dibuka dengan senam bersama, diikuti dengan sesi materi edukasi terkait kebencanaan yang diberikan oleh narasumber dari beberapa lembaga. Metode penyampaian dikemas secara interaktif agar informasi mudah dipahami oleh semua peserta, termasuk orang dewasa dan anak-anak.

Salah satu daya tarik utama kegiatan ini adalah penyediaan door prize berupa kambing dan ayam, yang disiapkan oleh panitia guna menarik minat masyarakat untuk hadir dan mengikuti seluruh sesi edukasi. Pembagian hadiah tersebut juga menjadi faktor yang membuat suasana sosialisasi berlangsung meriah dan penuh antusiasme.

Program sosialisasi ini merupakan hasil sinergi antara Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) Desa Puger Wetan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember, dan Japanese Red Cross Society (JRCS). Kolaborasi ini bertujuan memperkuat kapasitas warga dalam mengenali risiko bencana serta memahami langkah-langkah preventif yang bisa dilakukan sebelum terjadinya bencana alam.

Ketua SIBAT Desa Puger Wetan, Nurul Rochman, hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini. Ia menegaskan pentingnya membangun kesadaran dini masyarakat terhadap ancaman bencana, mengingat letak geografis wilayah Puger yang berada di pesisir selatan Jawa Timur dan memiliki berbagai potensi risiko bencana alam.

Selain materi utama dari SIBAT, pengurus PMI Kabupaten Jember turut memberikan edukasi teknis mengenai langkah-langkah penyelamatan diri yang efektif. Narasumber dari PMI, termasuk Narto bersama Koordinator Lapangan SCR Weni Catur, membekali peserta dengan contoh praktik dasar menghadapi situasi darurat.

Materi yang disampaikan mencakup cara mengenali tanda-tanda awal bencana seperti badai, gelombang tinggi, atau potensi tsunami, serta strategi respon awal yang dapat dilakukan warga. Respon cepat dan pengetahuan dasar tersebut dianggap penting untuk mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian saat bencana terjadi.

Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya terbatas pada sesi materi bagi orang dewasa. Anak-anak juga terlibat dalam rangkaian kegiatan yang dirancang khusus untuk mereka melalui sesi permainan edukatif. Peserta pelajar dari tingkat TK, PAUD, dan SD mengikuti permainan yang mengajarkan mereka langkah-langkah aman saat darurat, seperti posisi “drop and cover” atau cara mengevakuasi diri secara mandiri yang cocok untuk anak-anak.

Melibatkan anak-anak merupakan salah satu strategi penting dalam kegiatan tersebut karena anak yang paham akan informasi kebencanaan dapat menjadi agen pendidikan di lingkungan keluarganya. Hal ini juga selaras dengan tujuan umum program untuk memupuk budaya kesiapsiagaan di seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Jember.

Selain fokus pada edukasi langsung tentang bencana, kegiatan ini juga memungkinkan munculnya ruang dialog antara masyarakat dengan relawan serta narasumber. Peserta dapat mengajukan pertanyaan seputar kebencanaan, berbagi pengalaman mengenai kejadian sebelumnya, serta berdiskusi tentang cara terbaik menghadapi ancaman alam yang berpotensi terjadi.

Warga yang hadir terlihat antusias dalam seluruh sesi kegiatan. Beberapa warga menyatakan apresiasi atas penyelenggaraan sosialisasi yang tidak hanya bersifat formal, tetapi juga menghibur sekaligus edukatif. Hal ini dinilai mampu membuka peluang pemahaman lebih luas tentang risiko bencana dari sudut pandang masyarakat setempat.

Sosialisasi kebencanaan di Puger Wetan menunjukkan pendekatan yang menggabungkan edukasi formal dan hiburan, sehingga pesan-pesan penting tentang mitigasi risiko dapat tersampaikan secara efektif tanpa membuat warga merasa terbebani oleh materi yang berat.

Para relawan SIBAT dan PMI juga mengingatkan masyarakat agar membagikan informasi yang mereka peroleh kepada keluarga, tetangga, serta kerabat di sekitar rumah. Pengetahuan bersama tentang risiko dan langkah-langkah tanggap bencana akan menjadi modal penting dalam memperkuat ketahanan komunitas secara luas.

Wilayah Puger sendiri dikenal sebagai daerah pesisir yang berpotensi mengalami ancaman bencana alam seperti gempa bumi, gelombang tinggi, banjir rob, atau tsunami. Oleh sebab itu, kegiatan sosialisasi seperti ini menjadi bagian penting dari strategi peningkatan kesiapsiagaan masyarakat di Kabupaten Jember.

Selain sosialisasi besar yang dilakukan pada 25 Januari lalu, upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat di Puger Jember telah dilakukan secara intensif melalui metode kampanye personal atau door-to-door, yaitu pendekatan langsung ke rumah-rumah warga. Program ini tercatat sudah menjangkau ratusan keluarga di wilayah Desa Puger Wetan, memperkuat jejaring edukasi dan pemahaman terhadap mitigasi bencana di tingkat komunitas.

Lewat program edukasi ini, sebanyak 765 kepala keluarga di desa tersebut telah menerima informasi penting tentang kesiapsiagaan bencana. Pendekatan ini dinilai memberi dampak positif karena pesan edukasi dapat langsung tersampaikan sesuai kondisi tiap rumah tangga.

Kolaborasi lintas organisasi seperti SIBAT, PMI, dan JRCS dalam menyelenggarakan sosialisasi kebencanaan di Puger menunjukkan bahwa upaya kesiapsiagaan bencana memang memerlukan sinergi berbagai pihak. Partisipasi aktif masyarakat lokal menjadi faktor kunci keberhasilan program ini.

Kegiatan sosialisasi yang berlangsung pada Minggu (25/1/2026) menjadi bukti kuat bahwa strategi pemberdayaan masyarakat, baik melalui edukasi formal maupun pendekatan kreatif dan partisipatif, mampu mengangkat perhatian publik tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *