Rumah Kontrakan di Warakas Jadi Lokasi Penemuan Tiga Orang Tewas

Sumber Foto : Rayyan/Kumparan

Jakarta, Harianmedia — Sebuah rumah kontrakan di Jalan Warakas, Gang 10, RT 06/10, Warakas, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, menjadi lokasi ditemukannya tiga orang dalam kondisi tewas pada Jumat pagi, 2 Januari 2026. Peristiwa ini mengguncang warga sekitar dan memicu penyelidikan dari aparat kepolisian setempat.

Kejadian itu pertama kali diketahui oleh warga sekitar setelah salah seorang anggota keluarga yang berada di dalam kontrakan ditemukan dalam kondisi selamat namun kritis dan kemudian dibawa ke rumah sakit. Sementara itu, tiga orang lainnya dalam keluarga itu dinyatakan meninggal di lokasi kejadian.

Penemuan Korban dan Tindakan Awal Warga

Warga di Jalan Warakas langsung heboh pagi itu ketika suara teriakan meminta tolong terdengar dari rumah kontrakan tersebut. Menurut salah seorang tokoh masyarakat setempat, korban yang selamat pulang dari aktivitasnya dan tiba di rumah mendapati situasi yang tidak biasa sebelum meminta bantuan dari tetangga.

Sejumlah warga yang awalnya penasaran kemudian mendapati tiga anggota keluarga tergeletak di dalam rumah dan segera menghubungi pihak berwajib. Proses pelaporan itulah yang membuat petugas kepolisian tiba di lokasi untuk melakukan tindakan pertama.

Identitas Korban

Dari informasi yang dihimpun pihak kepolisian dan keterangan saksi, ketiga korban yang ditemukan tewas terdiri atas dua perempuan dan satu anak laki-laki. Mereka diidentifikasi dengan inisial SS (50), AAL (27), dan AAB (13). Sedangkan korban yang selamat berinisial ASJ (22) dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Identitas ini kemudian ditegaskan oleh pihak kepolisian setempat saat mereka masih melakukan penyelidikan. Sampai berita ini ditulis, pihak keluarga juga telah dimintai keterangan oleh penyidik sebagai bagian dari proses investigasi.

TKP dan Penanganan Kepolisian

Segera setelah mendapatkan laporan dari warga, personel dari Polres Metro Jakarta Utara bersama dengan tim dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri mendatangi lokasi. Rumah kontrakan itu kemudian dipasangi garis polisi guna mengamankan area dan mencegah orang tidak berkepentingan memasuki tempat kejadian perkara (TKP).

Dari pantauan petugas di lokasi, rumah yang ditempati keluarga tersebut berada di antara deretan kontrakan lainnya. Kepolisian kemudian melakukan olah TKP secara menyeluruh dengan membawa sejumlah peralatan forensik untuk membantu proses identifikasi serta mengumpulkan bukti-bukti yang dianggap penting.

Barang Bukti yang Ditemukan

Penyidik juga menemukan sejumlah barang bukti yang diamankan dari lokasi kejadian. Di antaranya adalah botol minuman air mineral dan beberapa bungkus makanan bekas di dekat tempat sampah di kontrakan tersebut. Barang-barang ini kini diamankan dan menjadi bagian dari proses penyelidikan penyebab kematian para korban.

Selain itu, petugas juga menyita barang-barang lain yang dapat membantu penyidikan, seperti telepon seluler dan dokumen-dokumen kecil yang berada di dalam rumah. Semua barang bukti tersebut kini berada di tangan pihak berwenang untuk dianalisis lebih jauh.

Kondisi Korban dan Dugaan Sementara

Pihak kepolisian menyampaikan bahwa dari pemeriksaan awal terhadap ketiga jasad yang ditemukan, terlihat adanya busa yang keluar dari mulut para korban. Fenomena seperti ini sering kali menjadi salah satu indikator awal bahwa korban mungkin mengalami keracunan, meskipun penyebab pasti belum bisa dipastikan tanpa hasil pemeriksaan laboratorium yang lengkap.

Dugaan sementara yang berkembang di kalangan penyidik adalah kemungkinan adanya keracunan makanan. Hal ini didukung oleh adanya barang bukti berupa bungkus makanan dan minuman yang ditemukan di lokasi kejadian. Namun demikian, kepolisian menekankan bahwa semua temuan tersebut masih dalam tahap penyelidikan sehingga belum ada pernyataan resmi yang menyatakan penyebab kematian secara pasti.

Proses Autopsi dan Penyelidikan Lanjutan

Ketiga jenazah korban kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk dilakukan autopsi dan pemeriksaan lebih mendalam oleh profesional forensik. Tujuan dari autopsi ini adalah untuk mengetahui penyebab pasti kematian dan apakah benar terjadi keracunan atau ada faktor lain yang mempengaruhi kondisi para korban.

Sementara itu, korban yang selamat masih dirawat di RSUD Koja. Pihak medis belum memberikan keterangan rinci tentang kondisinya selain bahwa korban tersebut mengalami kondisi yang memerlukan perawatan intensif. Pemeriksaan terhadapnya juga diharapkan dapat membantu penyidik mendapatkan gambaran lebih lengkap mengenai kejadian ini.

Pernyataan Kepolisian

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi mengenai penyebab dari peristiwa ini. Mereka juga meminta warga untuk mempercayakan proses penyelidikan sepenuhnya kepada aparat yang berwenang sehingga kebenaran fakta dapat terungkap dengan jelas.

“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan, termasuk mengumpulkan keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi,” ujar salah satu perwira dari Polres Metro Jakarta Utara. Pernyataan ini menegaskan bahwa penyidik masih terus bekerja untuk mengungkap fakta di balik peristiwa tersebut secara akurat dan transparan.

Reaksi Warga dan Lingkungan Sekitar

Warga sekitar lokasi kejadian tampak terkejut dan ramai membicarakan peristiwa itu. Banyak yang datang untuk melihat kondisi rumah kontrakan tersebut setelah garis polisi dipasang. Namun, pihak kepolisian telah membatasi akses agar proses penyelidikan tidak terganggu.

Beberapa warga juga menyampaikan belasungkawa atas kejadian yang menimpa keluarga tersebut. Mereka menyatakan dukungan kepada pihak kepolisian untuk melakukan tugasnya dalam mengungkap penyebab kematian para korban secara tuntas dan profesional.

Penyelidikan masih berlanjut dengan berbagai tahapan pemeriksaan dan analisis. Kepolisian diperkirakan juga akan menunggu hasil autopsi resmi dari RS Polri Kramat Jati sebagai bukti kuat untuk menetapkan penyebab kematian tiga korban.

Selain itu, hasil pemeriksaan terhadap barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian akan menjadi bagian penting dari keseluruhan penyelidikan. Semua bukti ini akan dianalisis untuk mengetahui apakah ada keterkaitan antara barang bukti tersebut dan kondisi korban.

Masyarakat juga diimbau untuk memberikan informasi yang relevan kepada pihak berwajib jika mengetahui sesuatu yang dapat membantu penyidikan. Kepolisian menegaskan bahwa semua informasi yang masuk akan diperiksa secara objektif.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *