Tangerang, Harianmedia — Aksi pencurian dengan modus transaksi cash on delivery (COD) telepon genggam terjadi di Kampung Gebang, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, pada Jumat, 16 Januari 2026, sekitar pukul 16.30 WIB. Peristiwa tersebut sempat menggegerkan warga sekitar dan terekam dalam video yang kemudian beredar di media sosial.
Kejadian bermula saat korban melakukan transaksi COD telepon genggam di lingkungan permukiman. Dalam proses transaksi tersebut, korban menyadari bahwa telepon genggam miliknya dibawa kabur oleh pelaku. Situasi mendadak berubah menjadi ramai ketika korban berteriak meminta bantuan warga sekitar.
Teriakan korban langsung mengundang perhatian warga. Sejumlah warga berdatangan ke lokasi untuk mengetahui apa yang terjadi. Dalam situasi tersebut, sempat terjadi kesalahpahaman ketika seseorang yang berada di sekitar lokasi awal diteriaki warga, namun kemudian diketahui bukan pelaku utama pencurian.
Tak lama berselang, di lokasi lain yang masih berada di sekitar permukiman warga, pelaku pencurian yang sebenarnya muncul. Korban kembali berteriak sambil menunjuk ke arah pelaku. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa pelaku berjumlah dua orang.
Salah satu pelaku disebut mengenakan hoodie berwarna merah. Mendengar teriakan warga yang semakin ramai, kedua pelaku terlihat panik dan langsung berusaha melarikan diri dari lokasi kejadian. Situasi tersebut membuat warga semakin berdatangan ke area permukiman.
Dalam video yang beredar, terlihat warga mencoba mengejar pelaku. Namun, setidaknya satu pelaku berhasil melarikan diri. Hingga video tersebut menyebar luas, belum terlihat adanya penangkapan di lokasi kejadian.
Peristiwa ini dengan cepat menjadi perhatian warga setempat. Banyak warga yang mengaku khawatir dan waspada, terutama karena modus COD sering dilakukan di lingkungan permukiman tanpa pengamanan khusus. Aksi pencurian tersebut dinilai meresahkan karena terjadi pada sore hari saat aktivitas warga masih cukup ramai.
Sejumlah warga menyebut bahwa transaksi COD telepon genggam memang kerap dilakukan di lingkungan tersebut. Namun, kejadian ini menjadi pengingat bahwa transaksi barang bernilai tinggi memiliki risiko jika tidak dilakukan dengan kehati-hatian.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terkait identitas pelaku maupun perkembangan penanganan kasus tersebut. Warga berharap pihak berwenang dapat menindaklanjuti kejadian ini agar tidak terulang kembali di kemudian hari.
Peristiwa pencurian dengan modus COD bukan kali pertama terjadi di wilayah perkotaan. Modus ini kerap memanfaatkan kelengahan korban dengan berpura-pura melakukan transaksi jual beli. Setelah barang berada di tangan pelaku, pelaku langsung melarikan diri tanpa menyelesaikan transaksi.
Warga diimbau untuk lebih waspada saat melakukan transaksi COD, khususnya untuk barang bernilai tinggi seperti telepon genggam. Memilih lokasi transaksi yang aman dan ramai serta didampingi orang lain dinilai dapat mengurangi risiko terjadinya kejahatan.
Hingga kini, kasus pencurian tersebut masih menjadi perhatian warga Jatiuwung. Warga berharap situasi keamanan lingkungan dapat terus dijaga agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan dengan aman dan kondusif.

