Bandung, Harianmedia — Bencana tanah longsor menerjang kawasan Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026. Peristiwa ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat malam, menyebabkan lereng tanah di sekitar permukiman warga runtuh dan menimbun puluhan rumah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari ANTARA News, longsor terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Warga sempat mendengar suara gemuruh sebelum material tanah, batu, dan lumpur bergerak cepat ke arah permukiman. Sejumlah rumah yang berada di bawah lereng langsung tertimbun, sementara warga lainnya berusaha menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman.
Petugas gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pencarian korban. Proses penanganan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi tanah yang masih labil.
Korban Jiwa dan Warga Hilang
Hingga pembaruan terakhir, BPBD Jawa Barat mencatat 10 orang meninggal dunia akibat bencana longsor tersebut. Selain korban jiwa, 82 warga dilaporkan masih dalam pencarian karena diduga tertimbun material longsor di dalam dan sekitar rumah mereka.
Sementara itu, 23 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan telah mendapatkan penanganan medis maupun pendampingan di lokasi pengungsian. Jumlah korban masih berpotensi bertambah seiring proses pencarian yang terus berlangsung.
Petugas menyatakan pendataan dilakukan secara hati-hati karena sebagian warga belum dapat dipastikan keberadaannya, mengingat beberapa rumah hancur total dan sulit dikenali.
Puluhan Rumah Rata dengan Tanah
Material longsor dilaporkan menimbun sedikitnya 30 rumah warga, sebagian di antaranya mengalami kerusakan berat hingga rata dengan tanah. Selain rumah, akses jalan desa juga tertutup longsoran, sehingga menyulitkan mobilisasi alat berat dan kendaraan evakuasi.
Beberapa keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, termasuk ke rumah kerabat dan pos pengungsian darurat yang disiapkan pemerintah daerah. Warga diminta tetap waspada mengingat potensi longsor susulan masih ada.
Pencarian Terkendala Cuaca
Operasi pencarian korban dilakukan dengan metode manual dan penggunaan alat berat secara terbatas. Namun, hujan yang masih turun di kawasan Cisarua menjadi kendala utama bagi tim SAR gabungan.
Selain cuaca, kondisi tanah yang labil membuat petugas harus bekerja ekstra hati-hati demi menghindari risiko longsor susulan yang dapat membahayakan tim di lapangan.
Meski demikian, pencarian tetap dilanjutkan dengan membagi personel ke beberapa sektor prioritas yang diduga menjadi titik tertimbunnya korban.
Status Darurat Bencana Ditetapkan
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menetapkan status darurat bencana untuk mempercepat penanganan longsor di Cisarua. Penetapan status ini memungkinkan percepatan distribusi bantuan logistik, pengerahan personel tambahan, serta penggunaan peralatan berat.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga turut memberikan dukungan, termasuk bantuan bagi warga terdampak dan pengungsi. Bantuan difokuskan pada kebutuhan dasar seperti makanan, selimut, tenda, serta layanan kesehatan.
BPBD mengimbau warga yang tinggal di wilayah rawan longsor untuk sementara mengungsi ke tempat aman, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Masyarakat juga diminta segera melapor kepada petugas jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah di sekitar permukiman.
Hingga kini, tim gabungan masih berjibaku di lapangan untuk menemukan korban yang hilang dan memastikan kondisi wilayah benar-benar aman sebelum warga diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.

