Aceh, Harianmedia — Kondisi tanah labil dilaporkan terjadi di wilayah Kabupaten Aceh Tengah dan menyebabkan amblasan tanah yang semakin mendekati jalan utama penghubung antarwilayah. Peristiwa tersebut berlangsung di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, dan menjadi perhatian warga setempat sejak akhir Desember 2025.
Amblasan tanah pertama kali diketahui setelah warga melihat retakan yang muncul di area sekitar permukiman dan lahan di dekat badan jalan. Retakan tersebut terus melebar seiring waktu, terutama setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Jalan yang terdampak merupakan jalur lintas Aceh Tengah–Bener Meriah, yang memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat. Jalur ini digunakan sebagai akses utama penghubung antarwilayah, termasuk untuk aktivitas ekonomi, distribusi hasil pertanian, serta perjalanan warga antar kabupaten.
Berdasarkan pantauan hingga pertengahan Januari 2026, posisi amblasan tanah dilaporkan semakin mendekati badan jalan. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan potensi gangguan akses apabila pergerakan tanah terus berlanjut, terutama saat curah hujan meningkat.
Warga sekitar menyebutkan bahwa perubahan struktur tanah di lokasi tersebut terjadi secara bertahap. Awalnya hanya berupa retakan kecil, namun kemudian melebar dan membentuk amblasan yang lebih terlihat. Kondisi tanah yang labil membuat area tersebut dinilai rentan mengalami pergerakan lanjutan.
Fenomena tanah amblas di kawasan tersebut bukan kali pertama terjadi. Warga setempat mengingat bahwa kejadian serupa pernah terjadi di lokasi yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. Riwayat tersebut membuat masyarakat semakin waspada terhadap potensi dampak yang lebih luas.
Hingga saat ini, belum dilaporkan adanya korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Aktivitas lalu lintas di jalur penghubung masih berlangsung, meskipun pengguna jalan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di sekitar area amblasan.
Masyarakat sekitar berharap adanya penanganan teknis yang tepat agar kondisi tanah tidak terus bergerak. Mereka juga berharap pemantauan dilakukan secara berkelanjutan untuk mencegah risiko yang lebih besar, khususnya terhadap infrastruktur jalan.
Selain berdampak pada akses transportasi, kondisi tanah labil juga menimbulkan kekhawatiran terhadap lahan warga di sekitar lokasi kejadian. Beberapa warga memilih untuk membatasi aktivitas di area yang dianggap rawan guna menghindari risiko keselamatan.
Pemerintah daerah setempat terus memantau perkembangan kondisi tanah di lokasi tersebut. Langkah pemantauan dilakukan untuk memastikan situasi tetap terkendali dan untuk menentukan langkah lanjutan yang diperlukan sesuai dengan perkembangan di lapangan.
Kondisi geografis Aceh Tengah yang didominasi wilayah perbukitan memang memiliki potensi kerawanan terhadap pergerakan tanah, terutama saat musim hujan. Faktor curah hujan yang tinggi dapat memengaruhi stabilitas tanah dan memicu terjadinya amblasan di beberapa titik.
Hingga Januari 2026, kondisi tanah di Desa Pondok Balik masih dinilai labil. Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk tetap berhati-hati, terutama saat melintasi jalur yang berada dekat dengan lokasi amblasan.
Hingga Januari 2026, kondisi tanah di Desa Pondok Balik masih dinilai labil. Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk tetap berhati-hati, terutama saat melintasi jalur yang berada dekat dengan lokasi amblasan.
Perkembangan situasi di lokasi tersebut masih terus dipantau. Penanganan lanjutan akan disesuaikan dengan kondisi lapangan guna memastikan keselamatan masyarakat serta menjaga kelancaran akses jalan penghubung antarwilayah di Aceh Tengah.

