Harianmedia.com — Dugaan perundungan di lingkungan Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya menjadi perhatian publik setelah mencuat ke permukaan pada awal Januari 2026. Kasus tersebut kini tengah diselidiki oleh sejumlah pihak terkait, sementara program pendidikan yang bersangkutan dihentikan sementara.
Informasi mengenai dugaan perundungan tersebut pertama kali diketahui setelah adanya laporan terkait kondisi psikologis seorang mahasiswi PPDS. Laporan tersebut kemudian mendapat perhatian dari pihak universitas dan rumah sakit pendidikan tempat program tersebut berlangsung.
Universitas Sriwijaya menyatakan telah mengambil langkah awal dengan membentuk satuan tugas khusus untuk menelusuri laporan dugaan perundungan tersebut. Satgas dibentuk guna mengumpulkan keterangan, melakukan klarifikasi, serta memastikan penanganan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain pihak kampus, Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang selaku rumah sakit pendidikan juga melakukan penelusuran internal. Penelusuran tersebut difokuskan pada aktivitas dan mekanisme pembelajaran PPDS yang berlangsung di lingkungan rumah sakit.
Dalam pernyataannya, pihak rumah sakit menyebutkan bahwa langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh kegiatan pendidikan berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi peserta didik. Proses penelusuran dilakukan dengan melibatkan pihak terkait di lingkungan rumah sakit.
Kementerian Kesehatan turut merespons perkembangan kasus ini dengan menghentikan sementara program PPDS terkait. Penghentian sementara tersebut dilakukan sebagai langkah kehati-hatian sambil menunggu hasil pemeriksaan dan klarifikasi dari berbagai pihak.
Langkah penghentian sementara program dimaksudkan untuk menciptakan ruang evaluasi yang kondusif. Selama proses tersebut berlangsung, kegiatan pendidikan pada program terkait tidak dijalankan hingga ada keputusan lanjutan.
Kasus dugaan perundungan ini menjadi sorotan karena menyangkut lingkungan pendidikan profesi yang menuntut kondisi belajar yang aman dan kondusif. Sejumlah pihak menilai bahwa setiap laporan yang masuk perlu ditangani secara serius dan transparan.
Pihak Universitas Sriwijaya menyampaikan bahwa pendampingan telah diberikan kepada mahasiswa yang terdampak. Pendampingan tersebut mencakup aspek akademik dan psikologis, guna memastikan mahasiswa mendapatkan dukungan yang dibutuhkan selama proses penanganan berlangsung.
Hingga saat ini, proses penyelidikan masih berjalan. Belum ada kesimpulan resmi terkait hasil pemeriksaan maupun penetapan tanggung jawab individu tertentu. Seluruh pihak diminta menghormati proses yang sedang berlangsung.
Pihak kampus dan rumah sakit pendidikan juga mengimbau seluruh civitas akademika untuk tetap menjaga ketenangan dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga suasana akademik tetap kondusif.
Kasus ini juga menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis secara umum. Evaluasi difokuskan pada mekanisme pembinaan, pengawasan, serta sistem pelaporan apabila terjadi dugaan pelanggaran dalam lingkungan pendidikan.
Kementerian Kesehatan menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pihak universitas dan rumah sakit pendidikan. Koordinasi dilakukan guna memastikan setiap tahapan penanganan berjalan sesuai ketentuan dan mengutamakan keselamatan peserta didik.
Hingga pertengahan Januari 2026, hasil akhir dari penyelidikan belum diumumkan. Pemerintah dan pihak terkait menyatakan akan menyampaikan informasi lanjutan kepada publik setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan.
Perkembangan kasus dugaan perundungan di PPDS FK Unsri masih terus dipantau. Keputusan lanjutan terkait keberlangsungan program pendidikan tersebut akan ditentukan berdasarkan hasil evaluasi dan rekomendasi dari pihak berwenang.

