Api Melalap Permukiman di Tretep Temanggung, Warga dan Damkar Bergerak Cepat

Temanggung, Jawa Tengah — Kebakaran melanda permukiman warga di Dusun Mbuntu, Desa Tempelsari, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada Rabu pagi, 14 Januari 2026. Peristiwa tersebut menghanguskan sejumlah rumah warga dan sempat membuat kepanikan masyarakat sekitar.

Api pertama kali diketahui muncul sekitar pukul 08.57 WIB dari salah satu rumah warga. Asap tebal terlihat membumbung tinggi dari area permukiman yang berada di lereng perbukitan, sehingga menarik perhatian warga dari desa sekitar. Kondisi bangunan yang berdekatan membuat api cepat merambat ke rumah lainnya.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera berupaya melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan seadanya. Sebagian warga lain langsung melaporkan peristiwa itu ke petugas pemadam kebakaran Kabupaten Temanggung agar api tidak semakin meluas.

Berdasarkan data sementara dari petugas, kebakaran tersebut mengakibatkan lima rumah warga terdampak api. Selain bangunan rumah, satu unit sepeda motor milik warga juga dilaporkan ikut terbakar dalam peristiwa tersebut. Api dengan cepat melahap bangunan yang sebagian besar berbahan kayu dan material mudah terbakar.

Petugas pemadam kebakaran dari Pos Candiroto segera dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan. Tak lama berselang, armada tambahan dari Mako Induk Pemadam Kebakaran Kabupaten Temanggung juga diterjunkan untuk membantu proses pemadaman.

Proses pemadaman turut melibatkan berbagai unsur, mulai dari petugas damkar, aparat kepolisian, TNI, relawan kebencanaan, hingga masyarakat setempat. Warga bahu-membahu membantu petugas dengan menyalurkan air dan mengamankan area sekitar lokasi kebakaran.

Petugas menyebut, medan menuju lokasi kejadian cukup menantang karena berada di kawasan perbukitan dengan akses jalan yang sempit. Meski demikian, upaya pemadaman tetap berjalan lancar berkat koordinasi yang baik antara petugas dan warga.

Api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 10.30 WIB. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Seluruh penghuni rumah dilaporkan berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar. Namun, sejumlah keluarga terdampak harus kehilangan tempat tinggal sementara akibat kerusakan rumah yang cukup parah.

Pihak pemadam kebakaran menyampaikan bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran adalah hubungan arus pendek listrik atau korsleting. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam pendalaman dan pencatatan lebih lanjut oleh pihak terkait.

Akibat peristiwa ini, sebanyak 14 jiwa dari lima kepala keluarga terdampak langsung. Mereka sementara waktu mengungsi ke rumah kerabat dan tetangga terdekat sambil menunggu penanganan lanjutan dari pihak desa dan pemerintah setempat.

Kerugian materi akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Pendataan kerusakan bangunan dan barang milik warga masih terus dilakukan oleh aparat desa bersama petugas terkait untuk memastikan besaran kerugian yang dialami korban.

Pemerintah desa setempat telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kabupaten untuk memberikan bantuan darurat kepada warga terdampak. Bantuan yang disiapkan meliputi kebutuhan pokok, logistik, serta dukungan tempat tinggal sementara.

Sementara itu, pihak PLN turut melakukan pengecekan jaringan listrik di sekitar lokasi kejadian untuk memastikan keamanan dan mencegah potensi bahaya lanjutan. Aliran listrik sempat dipadamkan sementara selama proses pemadaman berlangsung.

Aparat kepolisian dari Polsek Tretep juga melakukan pengamanan lokasi guna menjaga situasi tetap kondusif serta membantu kelancaran proses penanganan pascakebakaran. Garis pengaman dipasang di sekitar area terdampak untuk mencegah warga mendekat ke bangunan yang rawan roboh.

Peristiwa kebakaran ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap instalasi listrik di lingkungan permukiman padat penduduk. Petugas mengimbau warga untuk secara berkala memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing.

Hingga Rabu siang, aktivitas warga di sekitar lokasi kejadian mulai kembali normal. Proses pembersihan sisa-sisa kebakaran dilakukan secara gotong royong oleh warga dengan pendampingan aparat desa.

Pihak berwenang memastikan akan terus memantau kondisi warga terdampak serta menyalurkan bantuan lanjutan sesuai kebutuhan. Penanganan pascakebakaran menjadi fokus utama agar warga dapat segera bangkit dan kembali beraktivitas seperti semula.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *