Wilayah Manggis hingga Gegelang Terdampak Banjir Setelah Cuaca Ekstrem

Sumber Foto : Instagram Bali Viral

Bali, Harianmedia — Wilayah Manggis, Gegelang, Antiga, dan Antiga Kelod di Kabupaten Karangasem mengalami banjir menyusul hujan lebat yang melanda Bali bagian timur sejak pagi hingga siang, pada 11 Desember 2025. Curah hujan yang tinggi mengakibatkan aliran sungai dan drainase setempat meluap, sehingga sejumlah rumah warga, jalan lingkungan, serta lahan pertanian terendam air. BPBD bersama unsur pemerintah desa setempat terus melakukan pantauan dan penanganan sepanjang siang dan sore hari.

Berdasarkan laporan yang telah tersebar di sejumlah portal berita lokal, hujan deras mengguyur kawasan Karangasem sejak dini hari dan tidak menunjukkan tanda-tanda mereda pada jam-jam awal pagi. Curah hujan yang ekstrem ini berimbas pada meningkatnya volume air di sungai-sungai kecil yang mengalir di wilayah kecamatan tersebut. Akibatnya, genangan air mencapai ketinggian yang cukup signifikan di beberapa titik pemukiman warga, termasuk di Manggis dan Gegelang.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa banjir tidak hanya menggenangi lokasi perumahan, tetapi juga menghambat akses lalu lintas di beberapa ruas jalan lingkungan. Warga terpaksa mengalihkan rute harian mereka dan mengevakuasi barang-barang yang mudah rusak ke tempat yang lebih tinggi. Beberapa rumah yang berada di dataran rendah terendam air setinggi lutut orang dewasa, sementara sejumlah kendaraan roda dua tampak terkena dampak genangan ketika melintas.

Menurut salah satu warga di Manggis yang dihubungi melalui telepon, intensitas hujan di pagi hari sangat tinggi sehingga air naik dengan cepat tanpa sempat turun terlebih dahulu. Warga menyebut bahwa banjir kali ini terjadi lebih cepat dibandingkan banjir yang sempat terjadi di musim hujan sebelumnya.

Banjir di wilayah Karangasem ini juga memengaruhi aktivitas ekonomi warga di kawasan tersebut. Pasar kecil dan kios kaki lima yang berada di sepanjang jalan mengalami pengurangan pembeli, karena banyak warga memilih tetap berada di rumah untuk menghindari genangan air. Selain itu, lahan pertanian yang semula siap untuk panen kini terendam air, sehingga petani perlu melakukan upaya pemulihan tanaman setelah air surut.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah Bali memaparkan bahwa awan hujan yang bergerak dari laut selatan memasuki wilayah Bali bagian timur telah meningkatkan intensitas turunnya hujan sejak pagi hingga siang lalu. Massa udara basah yang terus berada di atas daerah Karangasem menjadi pemicu utama hujan deras yang berlangsung berjam-jam tersebut. BMKG juga mengingatkan bahwa potensi hujan badai masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan, seiring dengan pergerakan sistem cuaca regional yang belum stabil.

Dalam menyikapi situasi banjir tersebut, BPBD Karangasem bersama pemerintah desa setempat telah bergerak cepat untuk melakukan pemantauan kondisi wilayah. Petugas dilaporkan telah mengidentifikasi titik-titik genangan yang paling parah terdampak dan memberikan informasi kepada warga agar tetap waspada terutama saat hujan terjadi lagi. Selain itu, langkah pencegahan juga meliputi upaya membersihkan saluran air yang tersumbat untuk membantu aliran genangan kembali ke jalur semula.

Sejumlah sekolah di wilayah Manggis dan Gegelang dilaporkan menyesuaikan jadwal kegiatan belajar mengajar karena kondisi banjir yang membatasi mobilitas pelajar. Orang tua diminta untuk menjemput anak sekolah lebih awal atau menunggu hingga genangan air berangsur surut agar proses pulang sekolah berjalan aman. Situasi ini menimbulkan tantangan tersendiri bagi orang tua yang bekerja dan harus mengatur ulang waktu harian mereka.

Dalam kondisi banjir seperti ini, masyarakat juga diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca secara berkala, terutama melalui kanal resmi BMKG, agar dapat mengambil langkah antisipatif jika intensitas hujan meningkat lagi dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah desa dan perangkat keamanan desa juga siap memberikan informasi terkait kondisi terkini banjir yang terjadi di wilayah mereka.

Dalam kondisi banjir seperti ini, masyarakat juga diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca secara berkala, terutama melalui kanal resmi BMKG, agar dapat mengambil langkah antisipatif jika intensitas hujan meningkat lagi dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah desa dan perangkat keamanan desa juga siap memberikan informasi terkait kondisi terkini banjir yang terjadi di wilayah mereka.

Sebagai dampak lanjutan dari banjir, warga di daerah terdampak saat ini bekerja sama untuk membersihkan rumah dan jalan setempat setelah air mulai surut. Bantuan logistik berupa makanan dan kebutuhan dasar lainnya mulai didistribusikan oleh relawan setempat kepada warga yang membutuhkan. Hal ini menunjukkan semangat kekeluargaan dan gotong royong yang tinggi di antara warga Karangasem di tengah situasi cuaca ekstrem ini.

Seiring dengan berkurangnya intensitas hujan menuju sore hari, genangan air mulai surut di sejumlah titik, namun sebagian wilayah masih tetap tergenang. Petugas dan warga masih bekerja bersama untuk mengantisipasi genangan berikutnya, mengingat peringatan dari BMKG bahwa potensi hujan badai masih ada dalam beberapa hari ke depan.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *