Banjarnegara, Harianmedia — Penemuan sesosok bayi perempuan di area plafon Toilet 28 Putri SMK Negeri 1 Wanayasa pada Senin (1/12/2025) sekitar pukul 09.00 WIB menggegerkan lingkungan sekolah serta warga di Desa Wanayasa, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara. Temuan tersebut dilaporkan oleh petugas kebersihan sekolah yang curiga melihat bercak darah pada dinding dan kondisi plafon yang tampak jebol.
Peristiwa ini bermula ketika saksi pertama, YW, hendak membersihkan toilet sekitar pukul 08.30 WIB. Saat memasuki ruangan, ia melihat bercak darah pada dinding dan mendapati bagian plafon yang berlubang. Kondisi itu membuatnya curiga sehingga ia memanggil saksi kedua, IN, untuk mengecek lebih lanjut. Setelah melakukan pemeriksaan visual, keduanya memutuskan untuk merekam bagian atas plafon menggunakan tripod yang diarahkan ke lubang tersebut.
Dari rekaman video itu, terlihat adanya sosok bayi yang berada di area atas plafon. Menyadari temuan tersebut bukanlah hal biasa, kedua saksi langsung melaporkannya kepada pihak guru yang kemudian meneruskan laporan itu ke Polsek Wanayasa.
Tak berselang lama, petugas kepolisian dari Polsek Wanayasa bersama tim dari Polres Banjarnegara tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal. Proses identifikasi melibatkan unit Inafis, tenaga kesehatan dari Puskesmas Wanayasa, serta personel Koramil Wanayasa yang ikut membantu mengamankan area sekolah.
Kasat Reskrim Polres Banjarnegara, AKP Sugeng Tugino, saat dikonfirmasi, membenarkan adanya temuan tersebut. Ia menyampaikan bahwa jenazah bayi perempuan itu sudah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Purbalingga untuk dilakukan autopsi, guna memastikan penyebab kematian serta kondisi lainnya yang relevan dengan proses penyelidikan.
Dari hasil pemeriksaan awal yang disampaikan sejumlah pihak di lokasi, bayi tersebut diperkirakan telah meninggal sekitar tiga hari sebelum ditemukan. Beberapa bagian tubuhnya telah menunjukkan tanda-tanda pembusukan, dan ditemukan belatung pada bagian kaki. Selain itu, dari keterangan sementara tenaga kesehatan di Puskesmas Wanayasa, tali pusar bayi tidak ditemukan saat pemeriksaan awal.
Sementara itu, pihak sekolah melalui pernyataan singkat yang disampaikan Waka Kurikulum, Erlandi S.Pd., menjelaskan bahwa penemuan itu bermula dari pemeriksaan rutin kebersihan yang dilakukan pada pagi hari. Setelah petugas kebersihan menemukan bercak darah dan melaporkannya, sekolah langsung berkoordinasi dengan aparat agar pemeriksaan dapat dilakukan secara menyeluruh. Pihak sekolah juga memutuskan untuk memulangkan siswa lebih cepat agar proses penyelidikan dapat berlangsung aman dan kondusif.
Erlandi juga menegaskan bahwa pihak sekolah belum bisa memastikan apakah ibu dari bayi tersebut merupakan salah satu siswi. Hal itu masih menunggu hasil pemeriksaan polisi serta informasi resmi dari pihak kesehatan yang melakukan autopsi.
Kapolsek Wanayasa, AKP Munawar, SH, menyampaikan bahwa laporan penemuan ini langsung ditindaklanjuti dengan langkah cepat di lapangan. Setelah tiba di lokasi dan melakukan pemeriksaan awal, pihaknya memastikan bahwa temuan tersebut adalah jasad bayi perempuan yang berada dalam kondisi tidak utuh akibat pembusukan. Jenazah bayi kemudian dibawa ke RSUD Purbalingga sebagai bagian dari prosedur penanganan kasus seperti ini.
Pihak kepolisian juga telah mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di sekitar TKP. Pemeriksaan terhadap ruang toilet dan area sekitarnya dilakukan secara menyeluruh untuk mencari petunjuk tambahan yang dapat membantu mengungkap siapa pelaku pembuangan bayi tersebut serta motif di balik kejadian ini. Proses identifikasi lanjutan juga melibatkan analisis terhadap rekaman kamera di sekitar sekolah, meskipun belum ada keterangan lebih lanjut mengenai temuan dari rekaman tersebut.
Tim penyidik Polres Banjarnegara bersama Polsek Wanayasa menyatakan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Sejumlah pihak yang berpotensi mengetahui kejadian di sekitar toilet sedang dimintai keterangan, termasuk staf kebersihan, guru, dan beberapa orang yang berada di lingkungan sekolah pada hari tersebut.
Di sisi kesehatan, staf Puskesmas Wanayasa, M. Lutfi, menyampaikan bahwa berdasarkan pemeriksaan visual awal, bayi yang ditemukan sudah berada dalam fase pembusukan. Selain itu, ia membenarkan bahwa bayi berjenis kelamin perempuan dan diperkirakan meninggal sekitar tiga hari sebelum ditemukan. Informasi lebih detail, termasuk estimasi waktu kematian, kondisi organ, dan penyebab pasti, menunggu hasil autopsi yang dilakukan tim medis RSUD Purbalingga.
Sejumlah warga Wanayasa yang mendengar kabar penemuan bayi itu merasa terkejut dan prihatin. Banyak di antara mereka berharap kasus ini dapat segera terungkap, mengingat lokasi ditemukannya bayi berada di lingkungan sekolah yang biasanya identik dengan kegiatan belajar-mengajar para remaja. Warga juga berharap penyelidikan dapat berjalan transparan dan hasilnya diumumkan kepada publik setelah ada kepastian.
Pihak sekolah memastikan bahwa kegiatan belajar-mengajar akan tetap berjalan dengan pengawasan ketat, terutama di area yang sebelumnya menjadi lokasi penemuan. Toilet yang menjadi tempat kejadian perkara sementara ditutup dan akan dibuka kembali setelah proses penyelidikan tuntas serta pemeriksaan keamanan selesai dilakukan.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum merilis identitas siapa pun terkait dugaan ibu dari bayi tersebut. Pemeriksaan mendalam masih berlangsung, termasuk kemungkinan tes medis spesifik bila diperlukan. Aparat juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan spekulasi yang belum terbukti kebenarannya agar tidak mengganggu proses penyelidikan.
Polres Banjarnegara menegaskan bahwa perkembangan terbaru akan disampaikan setelah mendapatkan hasil resmi dari autopsi dan pemeriksaan lanjutan di TKP. Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan dan kondisi seorang bayi serta indikasi tindak pidana yang harus ditangani dengan hati-hati.
Kasus penemuan bayi di plafon toilet SMKN 1 Wanayasa kini memasuki fase penyidikan lanjutan. Semua pihak terkait, baik institusi sekolah, tenaga kesehatan, maupun aparat penegak hukum, bekerja secara terkoordinasi untuk memastikan fakta-fakta dapat terungkap dengan jelas.

