Kronologi Kebakaran Dua Rumah di Gondangrejo: Api Cepat Membesar Saat Rumah Kosong

Sumber Foto : JatengNews.id

karanganyar, Harianmedia — Pada Senin, 8 Desember 2025, dua rumah warga di Dusun Tempel, Desa Bulurejo, Kecamatan Gondangrejo, ludes terbakar setelah api diperkirakan berasal dari kompor yang lupa dimatikan. Insiden terjadi sekitar pukul 10.23 WIB dan membuat warga setempat serta petugas pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk menanggulangi kobaran api.

Peristiwa bermula ketika salah satu rumah dalam keadaan ditinggal pemilik yang pergi keluar untuk urusan singkat. Menurut keterangan awal yang direkap media lokal, api diduga muncul dari kompor yang masih menyala di dalam rumah. Api dengan cepat membesar dan merembet ke rumah berdampingan sehingga dua bangunan habis dilalap si jago merah.

Warga sekitar yang pertama mengetahui kepulan asap dan kobaran api segera berupaya memadamkan dengan peralatan seadanya dan selanjutnya menghubungi unit pemadam kebakaran. Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Karanganyar tiba di lokasi dan bergabung dengan warga untuk melakukan upaya pemadaman. Proses pemadaman berlangsung intens karena api telah menjalar ke struktur kayu dan perabotan rumah tangga yang mudah terbakar.

Petugas pemadam berjuang menaklukkan api dalam kondisi penuh tantangan. Laporan menyebutkan bahwa upaya pemadaman berjalan lama karena material rumah yang mudah terbakar dan akses untuk menyemprotkan air harus diorganisir dari armada damkar yang datang. Tim damkar dari Karanganyar berjibaku memadamkan kobaran api dan melakukan pendinginan sisa titik panas agar api tidak menyala kembali.

Dalam peristiwa ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa ataupun luka berat. Warga yang berada di sekitar lokasi berhasil dievakuasi, sementara pemilik rumah yang duluan menyadari kebakaran juga selamat. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material yang ditimbulkan cukup signifikan: dua rumah hangus, perabotan rumah tangga, dan sejumlah barang elektronik yang ludes terbakar.

Operasi tanggap darurat di lokasi meliputi pemadaman, pendinginan, serta pembersihan puing yang masih menyisakan bara. Selain petugas damkar, warga dan relawan membantu proses evakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Beberapa warga terdampak memilih mengungsi sementara ke rumah saudara dan tetangga sambil menunggu bantuan dan penilaian kerugian secara resmi.

Penyebab awal kebakaran masih dikategorikan sebagai dugaan sementara, yakni kompor yang tertinggal menyala. Penyebab pasti akan ditentukan setelah pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang yang berwenang melakukan olah tempat kejadian dan verifikasi kronologi. Namun, keterangan awal dari warga dan laporan media lokal konsisten menyebutkan bahwa kompor yang tidak dimatikan menjadi pemicu awal.

Respons aparat di lokasi berjalan cepat setelah panggilan darurat. Armada pemadam segera dikerahkan untuk menjinakkan api, sementara petugas memastikan tidak ada korban jiwa dan membantu proses evakuasi. Upaya pemadaman mendapat tantangan akibat material rumah tradisional yang mudah terbakar dan potensi adanya tabung gas atau kompor yang masih berada di dalam bangunan saat kebakaran.

Setelah api berhasil dikendalikan, warga dan petugas melakukan inventarisasi kerugian. Beberapa keluarga terdampak kehilangan hampir seluruh harta benda yang ada di dalam rumah. Sementara itu, kondisi emosional warga sempat terguncang, namun upaya solidaritas lokal muncul cepat: tetangga membantu evakuasi, menyiapkan tempat singgah sementara, serta mengumpulkan bantuan logistik dasar.

Pihak berwenang setempat mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam penggunaan kompor dan memastikan semua alat memasak dimatikan sebelum meninggalkan rumah. Imbauan ini muncul sebagai respons langsung atas dugaan penyebab kebakaran, sebagai langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak terulang di lingkungan lain.

Kebakaran rumah di Gondangrejo menjadi pengingat bagi sejumlah wilayah yang masih menggunakan struktur rumah kayu atau bahan mudah terbakar bahwa risiko kebakaran domestik signifikan — terutama saat pemilik meninggalkan rumah saat kompor atau sumber api lain masih menyala. Di banyak kasus kebakaran domestik, penyebab sederhana seperti kompor yang lupa dimatikan dapat berujung pada kerugian besar.

Hingga laporan terakhir yang dihimpun dari liputan media lokal pada 8 Desember 2025, proses pemadaman dinyatakan tuntas dan tidak ada laporan lanjutan tentang korban jiwa. Penilaian kerugian masih berlangsung dan langkah-langkah koordinasi untuk membantu warga terdampak oleh pemerintah desa dan warga setempat sedang dijalankan.

Setelah pemadaman, tim melakukan pendinginan sisa bara untuk menghindari kebakaran susulan. Pembersihan puing dan identifikasi barang yang bisa diselamatkan menjadi prioritas jangka pendek. Untuk jangka menengah, keluarga terdampak perlu pendampingan administrasi untuk klaim asuransi bila ada, serta bantuan logistik dari pemerintah daerah atau donasi kemanusiaan lokal.

Kebakaran dua rumah di Gondangrejo pada 8 Desember 2025 menimbulkan kerugian materi yang besar meskipun tidak menelan korban jiwa. Dugaan penyebab awal adalah kompor yang lupa dimatikan saat rumah ditinggalkan, dan upaya pemadaman dilakukan oleh tim pemadam Karanganyar bersama warga. Peristiwa ini menjadi pengingat praktis akan pentingnya memastikan keamanan saat meninggalkan rumah dan kesiapsiagaan komunitas dalam menghadapi kebakaran domestik.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *