Jakarta, Harianmedia — Kebakaran hebat melanda Pasar Induk Kramat Jati, yang terletak di Jalan Raya Bogor, Kelurahan Kampung Tengah, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Senin pagi, 15 Desember 2025. Kebakaran ini menghanguskan ratusan kios pedagang dan menjadi salah satu kejadian kebakaran pasar terbesar di ibu kota dalam beberapa tahun terakhir.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.24 WIB, ketika petugas pemadam kebakaran pertama kali menerima laporan. Api dengan cepat menyebar di area Los C2 Sub Grosir Buah, salah satu blok utama yang menjadi pusat perdagangan buah dan sayur di pasar tersebut. Api kemudian membakar kios-kios yang sebagian besar merupakan tempat berjualan pepaya, pisang, dan berbagai buah lainnya.
Kronologi Kebakaran
Menurut Laporan Command Center Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Jakarta Timur, informasi mengenai kebakaran tiba di pusat komando pada pagi hari itu. Tidak lama setelah itu, puluhan unit kendaraan pemadam kebakaran dengan puluhan personel dikerahkan menuju lokasi. Dalam waktu singkat, sekitar 16 unit mobil damkar dengan total sekitar 80 petugas berada di lokasi kejadian untuk melakukan penanganan darurat.
Saat petugas tiba, kepulan asap hitam tebal sudah terlihat menyelimuti sebagian besar area pasar. Para pedagang dan pengunjung pasar yang berada di lokasi pada saat kejadian segera berusaha menyelamatkan diri dan barang dagangan mereka. Bahkan beberapa pedagang sempat mencoba memadamkan api dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), namun kobaran api dengan cepat membesar sehingga upaya tersebut tidak membuahkan hasil maksimal.
Api kemudian melahap kios demi kios secara cepat. Bagian Blok C2 menjadi yang paling parah dengan api menghanguskan lahan berjualan yang luas, membuat puluhan pedagang kehilangan tempat usaha dan sebagian besar stok barang mereka. Petugas pemadam kebakaran terus bekerja secara intensif untuk mengendalikan kobaran api dan mencegahnya menyebar ke blok pasar lainnya.
Lokasi & Dampak Kerusakan
Salah satu lokasi yang paling terdampak adalah area grosir buah di Blok C2. Di sini, sekitar 350 kios pedagang dipastikan hangus dilalap si jago merah. Data tersebut diperoleh dari laporan resmi beberapa sumber berita yang memantau lokasi kejadian. Jumlah tersebut menjadikan kebakaran ini sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa waktu terakhir di pasar tradisional ibu kota.
Kerusakan tidak hanya terjadi pada bangunan fisik kios pedagang, tetapi juga pada seluruh barang dagangan yang disimpan di dalam kios. Buah-buahan dan sayuran segar yang merupakan komoditas utama di area tersebut hangus terbakar, sehingga para pedagang dipastikan mengalami kerugian yang signifikan.
Selain kerugian material, kejadian ini juga berdampak pada aktivitas perdagangan di Pasar Induk Kramat Jati secara umum. Beberapa rute angkutan umum, terutama koridor TransJakarta di sekitar kawasan pasar, mengalami gangguan akibat padatnya kendaraan yang terhambat oleh asap dan aktivitas pemadam kebakaran.
Penyebab Kebakaran
Penyebab pasti dari kebakaran itu masih terus diselidiki oleh pihak berwenang. Namun, dalam beberapa laporan awal yang disampaikan oleh petugas Gulkarmat (Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur), sumber api diduga berasal dari sebuah toko plastik di area pasar. Material yang mudah terbakar di kios tersebut kemungkinan memicu kobaran api yang kemudian cepat menyebar ke kios-kios sekitarnya.
Sebelumnya, beberapa pedagang sempat mencoba memadamkan api dengan alat pemadam api ringan, namun upaya tersebut tidak berhasil ketika api sudah mulai membesar dan sulit dikendalikan. Api kemudian terus menyebar dan menghanguskan area yang lebih luas sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh tim pemadam kebakaran.
Penyelidikan lebih lanjut akan melibatkan pemeriksaan teknis oleh instansi terkait untuk memastikan akar penyebab kebakaran, apakah disebabkan oleh korsleting listrik, percikan api dari bahan mudah terbakar, atau faktor lain. Hingga berita ini ditulis, pihak berwenang masih belum mengeluarkan pernyataan final terkait penyebab resmi kejadian tersebut.
Penanganan Kebakaran
Dalam upaya penanganan darurat, petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan dan memadamkan sebagian besar area api setelah beberapa jam bekerja. Menurut laporan, kobaran api berhasil dipadamkan sekitar tengah hari setelah operasi intensif oleh petugas. Dengan demikian, penyebaran api ke area pasar yang lebih luas dapat dicegah.
Setelah api berhasil dipadamkan, proses pendinginan area (cooling down) dilakukan untuk memastikan tidak ada sumber api yang tersisa dan mencegah kebakaran susulan. Petugas pemadam kebakaran juga tetap berada di lokasi untuk memastikan keselamatan seluruh area terdampak.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini. Pihak berwenang dan tim medis setempat memastikan bahwa semua pedagang dan pengunjung yang berada di lokasi saat kejadian berhasil menyelamatkan diri tanpa ada yang mengalami luka serius.
Kerugian & Tanggapan Pemerintah
Taksiran awal kerugian akibat kebakaran diperkirakan cukup besar. Beberapa sumber media melaporkan bahwa kerugian material yang dialami pedagang mencapai puluhan miliar rupiah, meskipun angka pastinya masih dalam perhitungan. Tingginya jumlah kios yang hangus menjadi faktor utama dalam estimasi kerugian tersebut.
Gubernur Pramono Anung selaku kepala pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyampaikan dukungan kepada para pedagang yang terdampak kebakaran. Pramono menegaskan bahwa pedagang akan mendapatkan bantuan, termasuk penanganan melalui asuransi serta rencana renovasi pasar yang cepat dan menyeluruh untuk memulihkan fungsi pasar.
Menurut pernyataan gubernur, barang dagangan yang hilang terbakar akan ditanggung oleh asuransi sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini diharapkan dapat meringankan beban kerugian yang dialami para pedagang.
Pemprov DKI Jakarta juga berencana melakukan renovasi total terhadap area pasar yang terdampak, sekaligus menata kembali fasilitas agar lebih aman dan nyaman untuk kegiatan perdagangan di masa mendatang. Renovasi ini dimaksudkan tidak hanya untuk memperbaiki bangunan yang terbakar, tetapi juga untuk meningkatkan sistem keselamatan kebakaran di pasar secara keseluruhan.
Dampak Sosial & Ekonomi
Kebakaran ini memberikan dampak sosial yang signifikan bagi para pedagang kecil dan menengah yang mengandalkan pasar sebagai tempat usaha utama mereka. Ratusan pedagang kini harus mencari alternatif lokasi dagang sementara waktu, serta memikirkan kembali pasokan barang dagangan yang hilang akibat terbakar.
Langkah pemerintah untuk menyediakan lokasi relokasi sementara sangat penting agar pedagang tetap dapat berjualan dan memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga mereka. Relokasi sementara juga diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas pasokan buah dan sayur di pasar tradisional lain di Jakarta.
Meski sebagian besar kios di area pasar itu telah hangus, pemerintah memastikan bahwa stok pepaya dan pisang di Jakarta tetap aman dan tidak memengaruhi pasokan secara signifikan di tingkat konsumen. Pernyataan ini disampaikan oleh Gubernur Pramono Anung sebagai bentuk penenang terhadap kemungkinan kekosongan pasokan di pasar akibat kebakaran pasar tersebut.
Kebakaran Pasar Induk Kramat Jati pada 15 Desember 2025 merupakan peristiwa besar yang membawa dampak luas bagi pedagang dan aktivitas perdagangan di Jakarta Timur. Meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian material yang cukup besar menjadi fokus utama penanganan pascaperistiwa ini. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen memberikan bantuan dan mempercepat pemulihan pasar agar para pedagang dapat kembali beraktivitas normal.

