Gedung Terra Drone Kemayoran Terbakar: Api Berawal dari Lantai Satu

Sumber Foto : Kompas.com/Dian Erika

Jakarta, Harianmedia — Sebuah kebakaran hebat melanda gedung milik Terra Drone di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa siang (9/12/2025). Api pertama kali diketahui muncul di lantai satu gedung sebelum dengan cepat menjalar ke lantai atas, memaksa evakuasi besar-besaran oleh petugas pemadam kebakaran.

Menurut keterangan resmi dari petugas pemadam kebakaran, laporan awal peristiwa diterima sekitar pukul 12.43 WIB. “Objek terbakar adalah gedung Terra Drone,” demikian pernyataan dari Komando Pusat Pemadam Kebakaran DKI. Selanjutnya, puluhan unit mobil pemadam bersama lebih dari 100 personel dikerahkan untuk memadamkan kobaran api yang sudah mulai membesar sekitar pukul 12.50 WIB.

Kronologi Singkat

Berdasarkan penyelidikan awal, penyebab kebakaran diduga berasal dari ledakan baterai drone yang berada di lantai satu, area gudang atau penyimpanan. Ledakan ini kemudian memicu api yang immediat menjalar ke atas, mengepung gedung dengan asap tebal.

Pada saat kebakaran terjadi, sejumlah karyawan dilaporkan berada di dalam gedung, beberapa sedang istirahat makan siang, sementara lainnya mungkin berada di lantai atas. Karena asap dan api menyebar dengan cepat, petugas pemadam terpaksa menggunakan tangga serta mobil damkar untuk mengevakuasi para korban, termasuk dari lantai atas gedung tujuh lantai tersebut.

Proses evakuasi berlangsung dramatis. Beberapa pegawai dilaporkan sempat terjebak, kemudian berhasil diselamatkan melalui tangga darurat yang dipasang di sisi gedung. Namun, asap tebal dan kobaran api membuat kondisi sangat sulit.

Korban dan Dampak

Hingga saat ini, jumlah korban jiwa akibat kebakaran masih belum final dan terus diperbarui. Beberapa laporan menyebut bahwa sedikitnya 7 orang tewas. Namun demikian, sejumlah media lain melaporkan angka yang lebih tinggi, bahkan ada klaim hingga 17 orang meninggal dunia.

Polisi dan tim penyelamat terus bekerja di lokasi, melakukan evakuasi korban serta memadamkan sisa api. Hingga berita ini ditulis, bangunan serta sejumlah area di sekitarnya masih dalam status tanggap darurat.

Karena situasi di lokasi masih fluktuatif, pihak berwenang menyatakan bahwa data korban, penyebab pasti, dan kerugian material maupun nonmaterial masih dalam tahap verifikasi.

Respons dan Upaya Pemadaman

Tim dari Gulkarmat DKI Jakarta bersama pemadam lokal melakukan operasi pemadaman dan penyelamatan secara masif. Dalam operasi ini, sebanyak 28 unit mobil pemadam kebakaran dan lebih dari 100 personel dikerahkan ke lokasi.

Evakuasi melibatkan penyelamatan dari tangga mobil damkar serta upaya penyisiran bagian dalam gedung untuk memastikan tidak ada korban terjebak tersisa. Sebagian korban dievakuasi dari lantai atas ketika asap sudah sangat tebal.

Sementara itu, petugas kepolisian telah tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memulai penyelidikan, termasuk menggali penyebab pasti kebakaran dan apakah ada unsur kelalaian atau pelanggaran keselamatan kerja di lokasi.

Situasi Terkini

Status korban masih dianggap sementara karena proses evakuasi dan identifikasi jenazah berlangsung. Angka 7 hingga 17 korban jiwa merupakan angka awal yang dilaporkan oleh berbagai media.

Dugaan penyebab utama adalah ledakan baterai drone di lantai satu, namun hal ini masih dalam penyelidikan resmi polisi.

Proses pemadaman dan penyelamatan kemungkinan masih berlangsung, serta akses ke lokasi dibatasi demi keselamatan dan kelancaran evakuasi.

Pihak penyelamat dan berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak mendekat ke lokasi kebakaran — demi keamanan dan demi kelancaran kerja petugas.

Kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya standar keselamatan dan prosedur penyimpanan baterai atau perangkat elektronik (terutama drone) di ruang tertutup. Juga penting bagi perusahaan dan penghuni gedung untuk memiliki sistem evakuasi dan deteksi kebakaran yang memadai.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *