Dua Truk Trailer Alami Kecelakaan di Pantura Semarang, Satu Korban Ditemukan

Sumber Foto : Solopos/Fitroh Nurikhsan

Semarang, Harianmedia — Sebuah kecelakaan lalu lintas melibatkan dua unit truk trailer terjadi di Jalan Pantura Semarang, tepatnya KM 14 Jalan Urip Sumoharjo depan Rumah Makan Iwak Manuk, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, pada dini hari Kamis, 11 Desember 2025. Peristiwa ini mengakibatkan satu korban ditemukan dalam kondisi tidak lagi hidup serta beberapa korban lain yang mengalami luka-luka. Aparat kepolisian setempat kini melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kecelakaan, termasuk faktor sopir dan kondisi jalan.

Kecelakaan terjadi pada waktu perjalanan ramai malam menjelang pagi ketika kedua kendaraan berat itu berada di jalur Pantura yang menghubungkan Semarang dengan kota-kota lain di pesisir utara Jawa Tengah. Jalur ini dikenal sebagai rute utama kendaraan besar yang melintas dari barat ke timur dan sebaliknya. Truk trailer umumnya membawa muatan besar, sehingga tabrakan yang melibatkan kendaraan jenis ini sering menimbulkan dampak yang cukup besar pada kondisi lalu lintas dan keselamatan jiwa.

Menurut laporan awal yang diperoleh dari aparat Kepolisian Resor (Polres) Semarang, truk trailer pertama melaju dari arah barat ke timur menuju arah Demak, sementara truk kedua mengikuti dari belakang. Pada titik KM 14 di wilayah Kecamatan Tugu, kedua truk kemudian bertabrakan secara frontal atau dari belakang, dengan benturan signifikan yang menyebabkan kondisi salah satu kendaraan ringsek di bagian depannya.

Warga yang tinggal dan melintas di lokasi kejadian segera memberikan informasi kepada pihak berwenang setelah mendengar suara benturan keras dan melihat kepulan debu di jalan. Dalam waktu singkat, polisi, petugas kesehatan, dan unit evakuasi darurat menuju lokasi untuk menangani situasi. Kondisi jalan sempat mengalami kemacetan karena posisi kedua truk menutup sebagian badan jalan.

Korban dan Evakuasi

Saat tim gabungan tiba di lokasi, mereka menemukan satu orang dalam kondisi tidak lagi hidup di sekitar area kecelakaan. Identitas korban belum diumumkan secara resmi oleh pihak kepolisian dan masih dalam proses pemeriksaan identitas serta pemberitahuan kepada keluarga. Selain itu, beberapa pengemudi atau kru yang terlibat dilaporkan mengalami luka-luka dan langsung mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan terdekat di wilayah Semarang.

Tim medis dan evakuasi bekerja cepat untuk memindahkan korban ke ambulans dan kemudian ke rumah sakit rujukan. Proses evakuasi truk trailer juga memakan waktu karena ukuran besar dan muatan yang ada di dalam kendaraan, sehingga membutuhkan derek besar serta koordinasi dari beberapa unit pekerja jalan.

Penyelidikan dan Dugaan Penyebab

Kapolres Semarang dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa penyelidikan terfokus pada beberapa aspek utama, termasuk kondisi sopir, kondisi kendaraan, dan faktor lingkungan. Dari keterangan awal beberapa saksi serta pemeriksaan sementara, ada dugaan bahwa sopir salah satu truk mengalami kelelahan atau kantuk saat mengemudi sehingga kehilangan kendali dan kemudian bersentuhan dengan truk di depannya.

Beberapa saksi mata yang berada di sekitar lokasi menyatakan bahwa truk yang diduga mengalami kantuk itu sempat bergerak tidak stabil sebelum bertabrakan. Polres Semarang masih mendalami hal ini dengan memeriksa kondisi fisik sopir, termasuk waktu istirahat sebelum perjalanan. Pemeriksaan ini penting untuk mengetahui apakah sopir sudah waktunya istirahat sesuai aturan keselamatan berkendara.

Selain faktor sopir, pemeriksaan teknis kendaraan juga dilakukan. Tim kepolisian memeriksa sistem rem, roda, dan bagian penting lain dari kedua truk trailer untuk memastikan apakah ada masalah mekanis yang turut berkontribusi pada kecelakaan. Sekaligus dilakukan pencarian rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar Jalan Urip Sumoharjo untuk membantu memetakan kejadian secara detail.

Dampak pada Lalu Lintas dan Reaksi Warga

Kecelakaan dua truk ini sempat menyebabkan arus lalu lintas di jalur Pantura tertahan cukup lama. Polisi melakukan pengaturan lalu lintas dan membuka sebagian badan jalan setelah truk berhasil dipindahkan ke tepi jalan. Walaupun jalan bisa dilalui kembali, namun proses evakuasi dan olah TKP berlangsung beberapa jam dan menyebabkan kepadatan kendaraan di kedua arah, terutama dari arah barat menuju timur dan sebaliknya.

Beberapa pengendara yang tertahan di lokasi menyatakan bahwa kejadian tadi pagi mengagetkan karena truk-truk berat melintas dengan kecepatan cukup tinggi di jalur itu. Mereka juga mengharapkan adanya peningkatan fasilitas keselamatan jalan seperti marka yang jelas dan rest area yang memadai untuk memberikan kesempatan istirahat bagi sopir, sehingga kejadian serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa penyelidikan akan terus berlanjut hingga semua aspek dapat diungkap. Termasuk apakah ada pelanggaran terhadap jadwal istirahat sopir, apakah ada faktor mekanis kendaraan, serta apakah kondisi lingkungan jalan berkontribusi pada kecelakaan. Semua ini akan menjadi bagian dari laporan akhir yang nantinya diserahkan kepada pihak berwenang dan keluarga korban.

Masyarakat sekitar turut memberikan dukungan kepada keluarga korban dan berharap agar pemerintah dapat memperbaiki fasilitas keselamatan jalan secara menyeluruh. Dari sisi pendidikan dan keselamatan lalu lintas, berbagai elemen masyarakat mengusulkan kampanye yang lebih intensif tentang pentingnya istirahat sopir serta aturan keselamatan di jalur Pantura yang sering dilintasi kendaraan berat.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *