Bandung, Harianmdia — Sebuah benda mencurigakan yang sempat diduga sebagai bom ditemukan di luar Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) di kawasan ITC Kosambi, Baranangsiang, Kota Bandung pada Jumat pagi. Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam oleh tim kepolisian dan unit penjinak bom, benda tersebut dipastikan tidak mengandung bahan peledak dan hanya berisi batang kayu. Penanganan cepat dari aparat kepolisian memastikan situasi kembali aman tanpa ancaman terhadap masyarakat sekitar.
Awal Mula Penemuan Benda Mencurigakan
Peristiwa bermula sekitar pukul 08.30 WIB, ketika seorang petugas keamanan di kompleks ITC Kosambi melihat sebuah kotak kardus yang tampak mencurigakan di area luar Gereja GKPS. Kotak tersebut memiliki kabel-kabel yang tampak keluar dan membuat masyarakat sekitar merasa curiga. Karena bentuknya yang tidak biasa dan karakteristik kabel yang terlihat, laporan pun segera dikirimkan ke kepolisian setempat.
Seorang petugas keamanan, yang pertama kali melihat benda itu, langsung mendokumentasikan temuan tersebut dari jarak aman menggunakan ponselnya. Ia kemudian melaporkan kepada polisi untuk dilakukan tindakan sesuai prosedur keamanan.
Aparat Kepolisian Bergerak Cepat
Setelah menerima laporan, Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung langsung menindaklanjuti dengan menerjunkan tim dari Unit Penjinak Bom (Jibom) serta satuan Brimob Polda Jawa Barat ke lokasi kejadian. Untuk memastikan keselamatan warga di sekitar lokasi, polisi juga memasang garis polisi (police line) dan mensterilkan area sekitar benda yang dicurigai tersebut.
Kepala Polrestabes Bandung, Kombes Pol Budi Sartono, mengatakan bahwa tindakan cepat tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk memastikan keselamatan publik dan untuk meminimalkan risiko dari kemungkinan yang tidak diinginkan.
Pemeriksaan dan Hasil Pemeriksaan Tim Penjinak Bom
Setibanya di lokasi, tim Jibom bersama satuan Brimob melakukan pemeriksaan fisik terhadap kotak kardus yang dicurigai tersebut dengan peralatan khusus. Proses pemeriksaan dilakukan secara hati-hati sesuai dengan standar operasional prosedur penanganan benda mencurigakan yang berpotensi mengandung bahan peledak.
Setelah dilakukan pengujian oleh tim penjinak bom, hasilnya menunjukkan bahwa benda tersebut ternyata tidak mengandung bahan peledak sama sekali. Kapolrestabes menegaskan bahwa isi dari benda mencurigakan itu hanyalah sebuah batang kayu yang dibungkus rapi, tanpa unsur bahaya atau bahan peledak di dalamnya.
Respons Kepolisian dan Pernyataan Resmi
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono menyatakan, “Benda yang sempat diduga sebagai bom ternyata berisi batang kayu. Jadi bukan barang yang membahayakan dan bukan bahan peledak.” Pernyataan ini disampaikan setelah tim penjinak bom memastikan bahwa tidak ada unsur bahan peledak dalam objek tersebut.
Selain memastikan isi objek tersebut tidak membahayakan, polisi juga menyampaikan bahwa situasi di lokasi kejadian telah kembali terkendali. Tidak ada ancaman terhadap jemaat gereja maupun masyarakat umum setelah pemeriksaan selesai dilakukan.
Penyelidikan Terhadap Pelaku
Meskipun benda tersebut bukan bahan peledak, polisi tetap memandang temuan ini sebagai hal yang serius. Kepolisian menyatakan akan melakukan penyelidikan lanjutan untuk mengetahui siapa yang menaruh benda tersebut di luar Gereja GKPS dan apa motif di baliknya.
Polisi menyebut akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi saat benda itu ditemukan. Penyelidikan ini dimaksudkan untuk mengungkap apakah ada unsur kesengajaan atau niat tertentu di balik peletakan benda tersebut.
Selain aksi cepat dari aparat kepolisian, penyampaian informasi kepada publik pun dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap tenang. Menanggapi laporan temuan itu, sejumlah pihak juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan aparat keamanan dalam situasi seperti ini, terutama agar laporan cepat dapat ditindaklanjuti dengan benar.
Wali Kota Bandung turut menyampaikan koordinasinya dengan pihak kepolisian untuk memastikan situasi aman dan terkendali, serta memastikan masyarakat tidak perlu khawatir dengan temuan benda tersebut.
Kondisi Gereja dan Aktivitas di Sekitar Lokasi
Lokasi penemuan benda itu berada di kawasan ruko ITC Kosambi, yang juga menjadi lokasi aktifitas sehari-hari masyarakat, termasuk aktivitas gereja GKPS. Pada saat kejadian, tidak ada kegiatan ibadah yang berlangsung di dalam gereja sehingga tidak ada jemaat yang menjadi korban atau terlibat langsung dalam insiden itu.
Polisi memastikan bahwa lalu lintas dan aktivitas umum di sekitar gereja dan kawasan ITC Kosambi berjalan normal setelah situasi dinyatakan aman.
Kasus temuan benda mencurigakan di luar Gereja GKPS Bandung pada 19 Desember 2025 sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga sekitar karena bentuk benda yang menyerupai bom, termasuk kabel yang terlihat keluar dari kotak tersebut. Namun, setelah pemeriksaan intensif oleh tim Jibom dan Brimob Polda Jawa Barat, benda itu dipastikan tidak mengandung bahan peledak dan hanya berisi batang kayu.
Pihak kepolisian kini tengah menyelidiki siapa yang meletakkan benda tersebut dan apa motif di baliknya. Sementara itu, situasi sekitar Gereja GKPS dan kawasan ITC Kosambi kembali normal, dan tidak ada ancaman yang membahayakan masyarakat pascakejadian.

