Jakarta, Harianmedia — Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta sejak Kamis (30 Oktober 2025) sore memicu kerusakan serius pada tanggul di kawasan Kelurahan Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Salah satu struktur penahan air, yakni Tanggul Baswedan, diketahui jebol ketika debit air meningkat yang mengakibatkan puluhan RT terendam dan aktivitas petugas menjadi tanggap darurat hingga malam hari.
Kejadian Jebol dan Dampaknya
Menurut laporan warga dan pejabat setempat, tanggul tersebut jebol mulai pukul 15.30 WIB, tepat setelah curah hujan tinggi selama beberapa jam. Ketua RW 06 Kelurahan Jati Padang, Abdul Kohar, menyebutkan bahwa sekitar 10 RT dari total 15 RT di wilayah RW 06 terdampak banjir akibat jebolnya tanggul.
Dalam titik terdampak paling parah, ketinggian air mencapai hampir 1 meter dan dalam beberapa laporan disebut dapat mencapai 1,5 meter. Dua rumah bahkan rusak akibat tekanan air yang tiba-tiba masuk ke hunian warga.
Penyebab dan Kondisi Lingkungan
Penyebab langsung kejadian ini adalah gabungan antara hujan ekstrem dan kerusakan struktur tanggul. Petugas setempat dan warga menyebut bahwa saluran kali di bawah tanggul sudah mengalami penyempitan beberapa waktu lalu, sehingga kapasitas aliran air menjadi terbatas. Selain itu, permukiman di bawah tanggul berada di kawasan dataran rendah, membuat potensi banjir meningkat saat terjadi luapan air.
Begitu tanggul jebol, petugas dari Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan dan instansi terkait segera melakukan penanganan darurat malam hari. Pada malam Jumat, karung-pasir dipasang di sepanjang tanggul untuk menahan aliran air yang masih masuk ke permukiman. Warga setempat ikut membantu, sambil mengevakuasi barang-barang dan membersihkan rumah dari lumpur yang dibawa banjir.
Kondisi Warga dan Lingkungan
Warga terdampak menggambarkan kondisi seperti “tsunami kecil”. Salah satu warga, Supri, yang berada di rumah saat tanggul jebol mengatakan, “Air masuk begitu cepat, pintu tak sempat ditutup, air sudah dalam ke dalam rumah sekitar satu meter.”
Rencana Perbaikan Permanen
Pemerintah daerah melalui instansi terkait telah menyampaikan komitmen untuk melakukan perbaikan permanen. Saluran kali akan diperlebar kembali dan tanggul akan diperkuat dengan konstruksi material lebih tahan untuk mencegah kejadian serupa. Namun, hingga Sabtu pagi belum ada konfirmasi bahwa konstruksi permanen telah selesai — yang dilakukan saat ini masih tahap darurat dan persiapan.
Kejadian jebolnya tanggul Baswedan di Jati Padang menyoroti pentingnya pemeliharaan infrastruktur-penahan-banjir dan pengelolaan saluran air yang memadai. Meski penanganan darurat telah dilakukan, upaya jangka panjang masih diperlukan agar permukiman warga di kawasan ini terlindungi. Hingga hari Sabtu 1 November 2025, proses pemulihan dan persiapan konstruksi berjalan, dengan harapan agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.

