Sumber : Kompas.com

Jember, Harianmedia — Setelah sempat berhenti melayani penerbangan reguler untuk sementara waktu, Bandara Notohadinegoro di Kabupaten Jember kini bersiap menyambut kembalinya penerbangan komersial rute langsung ke Jakarta. Pemulihan rute ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat aksesibilitas dan konektivitas udara, yang diyakini akan membawa dampak positif bagi ekonomi dan pariwisata Jember.

Alasan Penerbangan Sempat Dihentikan

Sejumlah penerbangan komersial di Bandara Notohadinegoro terhenti setelah masa uji coba awal. Dalam laporan, disebutkan bahwa penerbangan rute Jember–Jakarta sempat dihentikan karena memerlukan evaluasi operasional menyeluruh. Penyebab penghentian antara lain adalah kondisi fasilitas bandara yang harus disesuaikan, kesiapan maskapai, serta kebutuhan memastikan kelayakan rute secara finansial dan operasional.

Kerja Sama & Keputusan Strategis

Pemerintah Kabupaten Jember melalui Bupati Muhammad Fawait menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Surya Mataram Nusantara (Fly Jaya) untuk pengoperasian rute Jember-Jakarta secara permanen. Dalam konferensi pers akhir Oktober 2025, Fawait menyatakan bahwa penerbangan langsung bukan lagi hanya keinginan, tetapi menjadi kebutuhan strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi regional.

Fly Jaya, yang telah dikonfirmasi sebagai maskapai operator, akan menggunakan pesawat jenis ATR-72 dengan kapasitas sekitar 70 penumpang dalam rute ini. Jadwal yang diproyeksikan mulai berlaku pada 11 November 2025.

Kesiapan dan Jadwal Operasional

Menurut informasi, penerbangan akan dimulai dari rute Jakarta (Bandara Halim Perdanakusuma) menuju Jember, kemudian kembali ke Jakarta, dengan jadwal tetap dua hari dalam seminggu. Sesuai dengan sumber, rute reguler ini akan beroperasi mulai 11 November 2025, menandai kembalinya aktivitas penerbangan di bandara tersebut.

Dengan tersambung langsung ke Ibu Kota, Jember diharapkan mendapatkan peningkatan akses untuk investasi, bisnis, dan pariwisata. Pemkab Jember menyebut bahwa aktifnya kembali bandara akan memperkuat mobilitas manusia dan barang, yang selama ini menjadi salah satu hambatan bagi pengembangan ekonomi daerah.

Anggota DPRD Jember menyiratkan bahwa pemulihan konektivitas udara ini bisa menjadi momentum kebangkitan infrastruktur transportasi di kawasan Tapal Kuda.

Tantangan yang Dihadapi

Meski jadwal sudah ditetapkan, bandara masih harus memastikan beberapa aspek teknis dan operasional berjalan lancar. Fasilitas pendukung seperti refuelling (pengisian bahan bakar), manajemen operasional pesawat, dan kesiapan ground-handling menjadi sorotan karena akan menentukan keberlanjutan rute.

Selain itu, tingkat permintaan penumpang serta biaya operasional maskapai menjadi faktor yang harus dipantau. Jika volume penumpang tidak sesuai proyeksi, maka rute dapat mengalami tekanan yang mempengaruhi kepraktisan ekonomi maskapai dan pihak bandara.

Proyeksi dan Harapan

Mulai 11 November 2025, Bandara Notohadinegoro diharapkan menjalankan layanan penerbangan komersial reguler Jember–Jakarta secara rutin. Jika berjalan sesuai rencana, maka Jember bisa memperluas akses ke kota-besar nasional lainnya, serta membuka kemungkinan pengembangan rute regional di masa mendatang.

Pemkab Jember menyebut bahwa langkah ini bukan hanya soal transportasi, tetapi juga soal membuka akses investasi dan peluang ekonomi bagi warga Jember. Gubernur Jember memaparkan bahwa bandara yang aktif mampu menarik modal dan mempercepat pembangunan.

Kembalinya kegiatan penerbangan komersial di Bandara Notohadinegoro menjadi sinyal positif bagi kabupaten Jember yang selama ini berupaya menguatkan konektivitas dan daya saing regional. Dengan tanggal operasional yang sudah ditetapkan — 11 November 2025 — perhatian kini tertuju pada bagaimana pelaksanaan operasional pertama berjalan, serta bagaimana manfaatnya dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

Jika semua berjalan lancar, maka Bandara Notohadinegoro bukan hanya akan menjadi jalan masuk udara bagi Jember, tetapi juga simbol kebangkitan infrastruktur dan ekonomi daerah.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *