Kecelakaan di KM 136 Ungkap 6 Tas Berisi Puluhan Ribu Ekstasi

Sumber : Tiktok @abonn_1

Lampung, Harianmedia — Insiden kecelakaan di ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter) KM 136 pada pertengahan November 2025 berubah menjadi kasus peredaran narkotika berskala besar setelah petugas menemukan enam tas berisi puluhan ribu butir ekstasi. Temuan ini mengungkap adanya dugaan jaringan narkotika yang memanfaatkan jalur tol sebagai rute distribusi. Hingga siang hari ini, 21 November 2025, penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas pelaku serta alur peredaran barang terlarang tersebut.

Kronologi Kecelakaan di KM 136

Peristiwa bermula ketika petugas patroli tol menemukan sebuah mobil Nissan X-Trail bernomor D 1160 UN dalam kondisi mengalami kecelakaan di KM 136 B Tol Bakter. Saat petugas tiba, pengemudi mobil tidak ditemukan di lokasi kecelakaan. Hilangnya pengemudi menjadi salah satu tanda awal yang menimbulkan kecurigaan pada petugas.

Awalnya petugas mengira kecelakaan tersebut merupakan insiden lalu lintas biasa. Namun kondisi kendaraan dan barang-barang yang tampak tidak wajar di sekitar mobil membuat penyisiran dilakukan lebih luas, termasuk pemeriksaan bagian dalam kendaraan dan area sekitar lokasi kecelakaan.

Temuan Tas Berisi Narkotika

Saat dilakukan pemeriksaan menyeluruh, petugas menemukan enam tas berwarna hitam yang ditempatkan di dalam kabin mobil. Setelah dibuka, tas-tas tersebut berisi paket-paket narkotika dalam jumlah besar.

Total barang bukti yang ditemukan adalah sekitar 75.000 butir ekstasi, disimpan dalam puluhan bungkus. Selain pil ekstasi, petugas juga menemukan perlengkapan yang digunakan untuk konsumsi sabu. Jumlah barang bukti ini menjadikan kasus ini sebagai salah satu temuan narkotika terbesar di ruas Tol Sumatera sepanjang 2025.

Barang bukti tersebut langsung diamankan dan kemudian diserahkan kepada Ditresnarkoba Polda Lampung untuk dilakukan pemeriksaan mendalam. Tim laboratorium forensik juga dilibatkan untuk memastikan keaslian serta komposisi narkotika yang ditemukan.

Pengemudi Hilang dari Lokasi Kecelakaan

Salah satu fokus utama penyidikan saat ini adalah mengidentifikasi pengemudi yang menghilang dari lokasi kejadian. Hingga siang hari ini, 21 November 2025, kepolisian masih melakukan pencarian dan meminta keterangan saksi di sekitar jalur tol, termasuk warga sekitar serta petugas jalan tol yang bertugas pada waktu kejadian.

Penyidik menduga bahwa pengemudi melarikan diri setelah mengetahui barang bukti ditemukan. Dugaan lain adalah bahwa pengemudi kemungkinan mendapat bantuan pihak lain sesaat setelah kecelakaan terjadi.

Dugaan Keterlibatan Jaringan Narkotika

Jumlah ekstasi yang ditemukan, serta cara penyimpanan dalam enam tas besar, menguatkan dugaan bahwa mobil tersebut digunakan sebagai bagian dari jaringan distribusi narkotika. Modus serupa pernah terungkap sebelumnya, di mana jaringan narkoba memanfaatkan jalan tol sebagai jalur cepat untuk memindahkan barang dari satu wilayah ke wilayah lainnya.

Selain narkotika, petugas juga menemukan sebuah lencana Polri di dalam mobil. Temuan ini menambah kompleksitas penyidikan, karena belum dapat dipastikan apakah lencana tersebut milik anggota aktif, bukan anggota, atau hanya digunakan untuk mengelabui aparat.

Penyidik menegaskan bahwa temuan lencana tersebut tidak serta-merta menyimpulkan adanya keterlibatan anggota kepolisian, dan proses verifikasi masih berlangsung.

Penyisiran Lokasi oleh Petugas

Setelah menemukan barang bukti narkotika, petugas melakukan penyisiran hingga ke area bawah jembatan dan sisi-sisi jalan tol. Hal ini dilakukan karena beberapa paket ditemukan tidak hanya di dalam mobil, tetapi juga tercecer di sekitar lokasi kecelakaan.

Petugas TNI dari Korem 043 turut membantu penyisiran sebagai langkah pengamanan area. Penyisiran dilakukan untuk memastikan tidak ada paket narkotika lain yang tercecer ataupun upaya pihak lain mengambil barang dari lokasi secara diam-diam.

Proses Penyidikan Berjalan Hingga 21 November 2025

Hingga siang hari ini, 21 November 2025, penyidik Ditresnarkoba Polda Lampung masih terus mengembangkan perkara ini. Beberapa langkah yang sedang dilakukan meliputi :

  • Pemeriksaan sidik jari dan DNA pada kendaraan
  • Penelusuran kepemilikan kendaraan dan kemungkinan pelaku bukan pemilik langsung
  • Analisis rute perjalanan kendaraan melalui rekaman CCTV tol
  • Koordinasi dengan Badan Narkotika Nasional
  • Pemetaan jaringan berdasarkan modus transportasi dan jumlah barang bukti

Penyidik juga tengah menunggu hasil laboratorium dari sampel narkotika yang diambil. Hasil ini akan menentukan tingkat kemurnian dan jenis campuran zat, yang dapat mengarah kepada jaringan asal produksi.

Setelah temuan ini, pengamanan jalur tol Bakauheni–Terbanggi diperketat dengan patroli tambahan, terutama pada titik-titik rawan yang sering dipakai sebagai tempat berhenti kendaraan dalam kondisi mencurigakan. Petugas patroli juga diarahkan untuk lebih cermat jika menemukan kendaraan berhenti tanpa pengemudi atau mengalami kerusakan tidak wajar di bahu jalan.

Pengelola jalan tol menegaskan bahwa koordinasi dengan aparat keamanan terus diperkuat untuk mencegah terulangnya kasus serupa. Intensi penggunaan jalan tol sebagai jalur distribusi ilegal dianggap sebagai ancaman serius yang harus ditangani secara komprehensif.

Upaya Identifikasi Pengemudi Terus Dikejar

Salah satu prioritas utama adalah menemukan pengemudi Nissan X-Trail tersebut. Penyidik sudah mengantongi informasi awal mengenai identitas pemilik kendaraan dari data registrasi. Namun polisi belum mengonfirmasi apakah pemilik kendaraan adalah orang yang mengemudikannya saat kejadian, atau apakah kendaraan dipinjam atau digunakan oleh orang lain.

Polisi juga menelusuri kemungkinan bahwa pengemudi mendapatkan bantuan untuk melarikan diri. Kamera pengawas di sejumlah gerbang tol sedang dianalisis untuk mengetahui apakah ada kendaraan lain yang terlibat sesaat setelah kecelakaan.

Situasi Terkini Siang Hari Ini

Hingga siang hari ini, 21 November 2025 :

  • Pengemudi masih dalam pencarian
  • Barang bukti sudah diamankan dan dalam tahap pemeriksaan lanjutan
  • Polisi memperluas penyelidikan ke beberapa daerah yang diduga menjadi jalur pengiriman
  • Pemeriksaan saksi tambahan terus dilakukan
  • Pihak berwenang belum mengumumkan tersangka resmi

Kasus ini diperkirakan akan berkembang seiring masuknya hasil laboratorium dan analisis digital, yang akan membantu polisi memetakan jaringan dan peran masing-masing pihak.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *