Sumber : Kumparan.com

Jakarta, Harianmedia — Dalam upaya memperkuat distribusi hasil pertanian dan dagangan dari kawasan pedesaan ke pasar perkotaan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama anak usahanya KAI Commuter akan meluncurkan layanan kereta api khusus yang ditujukan bagi petani dan pedagang. Layanan ini akan beroperasi melalui rute antar-stasiun Stasiun Merak ↔ Stasiun Rangkasbitung di Provinsi Banten, dengan jadwal sebanyak 14 perjalanan setiap hari.

Rencana dan Aktivitas Persiapan

Rencana ini pertama kali muncul setelah pembahasan internal yang dimulai sekitar Mei 2024, dan kemudian diwujudkan melalui modifikasi sarana kereta. Peluncuran direncanakan pada September 2025, namun hingga hari ini — 3 November 2025 — layanan masih dalam tahap akhir persiapan sebelum operasional penuh.

Beberapa pengujian sudah dilakukan oleh KAI, termasuk uji statis pada 14–15 Agustus 2025 dan uji dinamis pada rute Surabaya Gubeng Station–Lamongan Station (PP) pada 15 Agustus. Selanjutnya, adalah tahap sertifikasi bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan agar aspek keselamatan dan regulasi terpenuhi.

Fitur dan Instalasi Sarana

Kereta khusus ini didesain untuk menyesuaikan kebutuhan petani dan pedagang yang membawa hasil panen atau barang dagangan. Beberapa perubahan teknis yang dilakukan antara lain :

  • Kursi dipasang sejajar di sisi kiri dan kanan kereta, sehingga ruang tengah menjadi lapang untuk barang bawaan.
  • Pintu kereta diperlebar dari 800 mm menjadi 900 mm agar akses barang lebih mudah.
  • Sekat partisi dan bordes sebagian dihilangkan untuk memperlancar alur barang.
  • Kapasitas kursi dikurangi menjadi 73 tempat duduk per gerbong, dari sebelumnya 106, untuk memberi ruang lebih bagi muatan barang.
  • Fasilitas toilet tetap disediakan satu unit per kereta dan rak bagasi tetap dipertahankan.

Rute dan Operasional

Layanan akan menggunakan lintas Commuter Line Merak antara Stasiun Merak dan Stasiun Rangkasbitung, dengan pemberhentian di seluruh stasiun yang dilalui. Total jarak lintas adalah sekitar 67,4 kilometer dengan beberapa stasiun utama seperti Jambu Baru, Catang, Walantaka, Serang, Cilegon, Krenceng hingga Merak.

Pada tahap awal, layanan ini akan dilaksanakan dalam 14 perjalanan setiap hari dari Merak ke Rangkasbitung atau sebaliknya, dengan kapasitas 73 orang per perjalanan.

Bagi petani atau pedagang yang ingin melanjutkan perjalanan ke Jakarta, khususnya melalui Stasiun Rangkasbitung ke layanan KRL relasi Rangkasbitung–Tanah Abang, dapat menggunakan layanan lanjutan setelah kereta khusus ini. Namun demikian, terdapat pembatasan barang bawaan berdasarkan regulasi KRL Jabodetabek.

Manfaat dari layanan ini diharapkan meliputi :

Memudahkan petani dan pedagang di wilayah Banten — seperti Serang, Lebak, Pandeglang — untuk membawa hasil bumi dan dagangannya ke pasar lebih efisien.

Menekan biaya logistik distribusi produk dari desa ke kota, sehingga rantai pasok dapat diperkuat dan ekonomi lokal berkembang.

Membuka peluang usaha bagi pelaku usaha mikro di sektor pertanian dan perdagangan untuk memanfaatkan sarana transportasi massal yang lebih sesuai kebutuhan.

Tantangan dan Persiapan Operasional

Meski rencana sudah matang, masih terdapat beberapa aspek yang terus dibahas dan disiapkan, antara lain regulasi barang bawaan, integrasi dengan layanan KRL lanjutan, pelatihan petugas, dan penyesuaian jadwal. Selain itu, pihak KAI dan KAI Commuter terus berkoordinasi dengan DJKA untuk memastikan standar pelayanan dan keselamatan terpenuhi.

Hingga 3 November 2025, layanan kereta khusus ini belum secara resmi diluncurkan untuk operasional penuh, namun sudah memasuki tahap final persiapan. Pengumuman persiapan internal telah tersampaikan dan desain sarana telah diuji coba. Jadwal 14 perjalanan per hari sudah ditetapkan sebagai target awal. Pelaku usaha tani dan pedagang di Banten telah menyambut baik rencana layanan ini sebagai solusi konkret bagi mobilitas dan distribusi dagangannya.

Dengan peluncuran layanan kereta api khusus bagi petani dan pedagang, rute Merak–Rangkasbitung ditetapkan sebagai pilot. Target 14 perjalanan setiap hari dengan kapasitas 73 kursi dirancang untuk merespon kebutuhan nyata di lapangan: mobilitas yang efisien dan terjangkau. Layanan ini diharapkan menjadi bagian dari strategi transportasi publik inklusif dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah pedesaan.

Semoga setelah semua persiapan selesai, kereta khusus ini segera memberikan manfaat nyata bagi petani dan pedagang yang selama ini menghadapi tantangan logistik dalam membawa hasil dan

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *