Harianmedia — Hari ini, Jumat 14 November 2025, Korps Brigade Mobil Polri masing-merayakan ulang tahunnya yang ke-80. Dengan tema resmi “Brimob Presisi untuk Masyarakat”, momen ini bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi juga menjadi refleksi terhadap pengabdian delapan dekade dan tumpuan tantangan yang akan dihadapi institusi tersebut ke depan.
Sejarah Ringkas dan Tema Tahun Ini
Penetapan tanggal 14 November sebagai hari jadi Korps Brimob berakar dari reorganisasi pasukan polisi khusus pada 1946, yang kemudian berkembang menjadi kesatuan Brigade Mobil. Tahun 2025 menandai usia 80 tahun korps ini beroperasi. Tema “Brimob Presisi untuk Masyarakat” menggambarkan arah institusi dalam menghadapi perubahan zaman, yaitu tugas keamanan yang modern, tepat sasaran, namun tetap dekat dengan kebutuhan warga.
Sorotan Peringatan Hari Ini
Acara syukuran HUT dilaksanakan di berbagai daerah, termasuk di markas Brimob Polda Jatim serta di Mako Brimob Polda Banten. Di markas pusat, saat sambutan, Listyo Sigit Prabowo selaku Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Brimob dalam mendukung berbagai program pemerintah, terutama di bidang ketahanan pangan dan pembangunan infrastruktur energi bersih.
Kapolri menegaskan bahwa tugas Brimob tidak hanya sebatas operasi keamanan dan penangkalan kejahatan, tetapi juga inklusif terhadap pembangunan sosial dan masyarakat.
Pengabdian Delapan Dekade
Dalam delapan dekade pengabdiannya, Brimob telah dilibatkan dalam berbagai operasi dalam negeri, mulai dari pengamanan unjuk rasa, penanganan bencana alam, hingga program ketahanan nasional. Peringatan usia ke-80 ini dijadikan momentum untuk melihat capaian tersebut dan memperkuat arah ke depan. Di Jawa Timur, misalnya, Kapolda Jatim menekankan bahwa tema tahun ini bukan hanya slogan, tetapi komitmen nyata untuk menghadirkan pasukan Brimob yang “presisi secara taktis, adaptif terhadap ancaman, sekaligus humanis dalam setiap layanan.”
Tantangan yang Dihadapi ke Depan
Meski telah 80 tahun beroperasi, tantangan yang dihadapi Brimob semakin kompleks. Dinamika politik pascapemilu, kejahatan transnasional, eskalasi unjuk rasa berskala besar, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, semua menjadi bagian dari medan tugas institusi ini ke depan.
Baik di Banten maupun Jawa Timur, pimpinan setempat menyerukan agar personel Brimob meningkatkan latihan, modernisasi peralatan, serta memperkuat nilai-nilai integritas dan sinergi antar lembaga demi menjaga kepercayaan publik.
Kontribusi Nyata untuk Masyarakat
Salah satu program unggulan yang disorot Kapolri pada peringatan hari ini adalah keterlibatan Brimob dalam program ketahanan pangan nasional. Kapolri menyebut bahwa Brimob turut aktif menanam di lahan miliaran hektar serta mendukung penyaluran beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) di daerah-daerah.
Di Jawa Timur, kegiatan sosial seperti donor darah massal dan khitanan massal juga dilakukan sebagai wujud nyata pengabdian Korps Brimob kepada masyarakat.
Refleksi Internal Korps
Peringatan ke-80 ini juga dimanfaatkan untuk refleksi internal. Penekanan diberikan pada pembinaan personel, penguatan loyalitas kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila, serta peneguhan nilai-nilai Satya Haprabu yang jadi filosofi Brimob. Modernisasi, pelatihan taktis, kesiapsiagaan bencana, hingga kapasitas tempur urban warfare dan jungle warfare disebut sebagai bagian dari agenda strategis ke depan.
Harapan dan Komitmen
Kapolda Jatim dalam sambutannya menegaskan harapan agar Brimob tetap menjadi garda terdepan yang dicintai masyarakat, profesional, dan modern. Sedangkan Gubernur Banten dalam acara syukuran di wilayahnya mengajak seluruh unsur pemerintah daerah memperkuat kekompakan menghadapi tantangan keamanan dan kebencanaan.
HUT ke-80 Korps Brimob Polri hari ini bukan sekadar perayaan, tetapi momentum penting untuk melihat perjalanan panjang pengabdian dan menyambut tantangan masa depan. Dengan tema “Brimob Presisi untuk Masyarakat”, institusi ini menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi kekuatan taktis, tetapi mitra yang relevan dan responsif bagi masyarakat dalam segala situasi.
Semangat delapan dekade pengabdian ini diharapkan menjadi pijakan bagi era baru di mana Brimob tetap siaga, adaptif, dan hadir di setiap langkah perlindungan dan pembangunan Indonesia.

