Sulawesi Selatan, Harianmedia — Pemuda Jatuh dari Jembatan Kembar Gowa, Tim SAR Lanjutkan Pencarian di Sungai Jeneberang Kejadian tragis mencekam malam dini hari ini terjadi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Seorang pemuda bernama Nur Ichsan (21 tahun), yang akrab disapa “Iccang”, dilaporkan hilang setelah terjatuh dari Jembatan Kembar, Sungguminasa, Gowa, sekitar pukul 01.21 WITA. Insiden ini memicu operasi pencarian oleh Tim SAR Makassar bersama instansi terkait di Sungai Jeneberang.
Kronologi Peristiwa
Menurut laporan PosLiputan.com, korban bersama temannya melakukan perjalanan menuju Kabupaten Takalar menggunakan motor, dan melewati Jembatan Kembar. Pada saat melewati jembatan, motor korban diduga menabrak trotoar, yang menyebabkan Nur Ichsan terjatuh dan terseret ke sungai.
Sekitar lokasi dasar jembatan, ditemukan tas dan helm korban, yang memperkuat dugaan bahwa korban terbawa arus setelah jatuh ke sungai. Kepala Seksi Siaga & Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan, menyebut bahwa laporan diterima komando SAR dari teman korban bernama Asrul.
Tindakan SAR & Pencarian
Tim SAR Makassar langsung bergerak ke lokasi kejadian bersama BPBD Kabupaten Gowa dan instansi lokal lainnya. Upaya pencarian dibagi menjadi dua bagian:
1. SRU Penyelaman di area sekitar titik dugaan jatuhnya korban
2. SRU Penyisiran Hilir Sungai menggunakan perahu karet sejauh ± 6 km dari lokasi kejadian
Pencarian terus digencarkan pada pagi harinya, dan tim SAR berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan korban, baik hidup maupun dalam kondisi meninggal.
Hingga laporan terakhir, korban belum ditemukan. Statusnya masih “hilang / belum diketahui keberadaan.”
Fakta Terverifikasi & Data Pendukung
- Korban bernama Nur Ichsan (21 tahun), dikenal sebagai Iccang.
- Waktu kejadian dilaporkan sekitar pukul 01.21 WITA saat melewati Jembatan Kembar.
- Tempat kejadian: Jembatan Kembar, Sungguminasa, Kabupaten Gowa.
- Barang-barang korban (helm & tas) ditemukan di bawah jembatan.
- Upaya pencarian dibagi dalam dua metode: penyelaman dan penyisiran dengan perahu karet.
Analisis & Catatan Khusus
Dugaan kecelakaan berupa motor yang menabrak trotoar menjadi pemicu jatuhnya korban. Karena trotoar berada di tepi jalan jembatan, risiko bahaya cukup tinggi jika pengendara tidak menjaga keseimbangan atau kecepatan.
Penemuan helm dan tas di dasar jembatan menjadi indikasi kuat bahwa korban terbawa ganasnya arus sungai, bukan sekadar jatuh ke area tepi sungai yang dangkal.
Sungai tempat pencarian, yaitu Sungai Jeneberang, memiliki karakter aliran yang cukup kuat terutama di malam hari dan di kawasan jembatan. Sungai ini merupakan jalur air yang membentang antara Gowa dan Makassar, dan dikenal sebagai sungai penting di Sulawesi Selatan.
Karena waktu kejadian di malam hari dan kondisi terbatas cahaya, operasi pencarian menghadapi tantangan visibilitas dan keamanan tim penyelamat.
Harapan & Permohonan Bantuan
Tim SAR berharap agar masyarakat di sekitar hilir Sungai Jeneberang memberikan informasi bila melihat benda mencurigakan mengapung atau arus yang berubah.
Masyarakat yang memiliki CCTV, rekaman dashcam, atau saksi di sekitar Jembatan Kembar diharapkan segera melaporkan kepada aparat setempat atau kantor SAR Makassar.
Koordinasi antar instansi seperti kepolisian Gowa, BPBD, Dinas Perhubungan, serta masyarakat lokal sangat penting untuk mendukung pencarian.
Catatan Penting & Keterbatasan
Artikel ini bersandar sepenuhnya pada laporan media terpercaya (Harian Fajar, PosLiputan.com) dan rilis resmi dari Kantor SAR Makassar.
Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi dari kepolisian atau instansi hukum lokal mengenai penyebab final, kondisi korban, atau identifikasi penemuan. Kemungkinan menemukan korban dalam kondisi selamat atau tidak masih terbuka, namun waktu adalah faktor kritis.

