Garut, Harianmedia – Seorang pemuda penjual cireng di Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menjadi korban penculikan pada Senin (8/9/2025) sore. Korban bernama Irpan (20) diculik oleh sekelompok orang dengan menggunakan mobil, hingga membuat warga sekitar panik.
Kejadian berawal ketika seorang perempuan berpura-pura membeli cireng dagangan korban di pinggir jalan. Tak lama kemudian, Irpan dipaksa masuk ke mobil Honda Mobilio berwarna hitam oleh tiga pria yang sudah menunggu. Saat warga mencoba menghentikan aksi tersebut, para pelaku mengaku sebagai anggota kepolisian dan menyebut bahwa perkara ini merupakan masalah rumah tangga.
Penangkapan Cepat Polisi
Laporan masyarakat segera ditindaklanjuti oleh Polres Garut. Dengan melakukan penyelidikan intensif, kurang dari 24 jam polisi berhasil melacak keberadaan para pelaku.
Empat pelaku berinisial AH (27), AM (30), UU (40), dan IA (25) ditangkap di dua lokasi berbeda di wilayah Kota Cimahi. Penangkapan berlangsung tanpa perlawanan. Saat ini keempatnya sudah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolres Garut menjelaskan bahwa para pelaku adalah warga Cimahi Tengah, Kota Cimahi. Mereka diduga sudah merencanakan aksi penculikan ini sebelumnya dengan motif yang kini mulai terungkap.
Motif Penculikan
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, motif penculikan ini diduga terkait dengan rasa cemburu dan persoalan asmara. Namun polisi masih mendalami kemungkinan adanya motif lain, termasuk dugaan keterlibatan jaringan tertentu atau urusan pribadi yang lebih kompleks.
“Motif awal yang terungkap adalah karena kecemburuan. Tetapi penyidik masih mendalami apakah ada motif lain yang lebih luas,” ungkap pihak kepolisian.
Kondisi Korban
Setelah berhasil dibebaskan, korban Irpan langsung dibawa ke rumah sakit. Saat ini, ia masih menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Bandung karena mengalami luka dan trauma akibat peristiwa yang dialaminya.
Pihak keluarga korban berharap agar para pelaku mendapatkan hukuman setimpal sesuai perbuatannya, serta meminta jaminan perlindungan hukum agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Tanggapan Warga
Warga sekitar Kecamatan Cikajang sempat geger dengan kejadian ini. Beberapa saksi mata mengatakan bahwa suasana sangat mencekam saat Irpan dipaksa masuk ke mobil. Mereka awalnya bingung karena para pelaku mengaku sebagai polisi, namun gelagatnya mencurigakan.
“Awalnya kami kira betul polisi, tapi setelah mobil itu melaju kencang, kami sadar ada yang janggal. Makanya langsung kami laporkan ke aparat,” ujar seorang warga setempat.
Proses Hukum Berlanjut
Kini keempat tersangka masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Garut. Polisi menjerat mereka dengan pasal berlapis terkait penculikan dan penganiayaan. Jika terbukti bersalah, para pelaku terancam hukuman penjara panjang.
Kasus ini menjadi perhatian serius kepolisian karena menyangkut keselamatan warga yang mencari nafkah di jalanan. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila melihat tindakan mencurigakan agar bisa segera ditindaklanjuti.
Proses hukum kini berada di tangan Polres Garut, dengan Polsek Cikajang memegang peran sebagai unit penyelidik utama. Tersangka telah resmi ditetapkan dan ditahan.
Kasus penculikan tukang cireng di Garut membuka mata masyarakat bahwa tindak kriminal bisa terjadi kapan saja dan menimpa siapa saja. Ketegasan aparat dalam menangani kasus ini diapresiasi warga, terutama karena keempat pelaku berhasil ditangkap dalam waktu singkat.
Korban kini masih dirawat, sementara proses hukum terhadap pelaku berjalan. Kejadian ini menjadi pengingat agar masyarakat tetap waspada, sekaligus bukti bahwa koordinasi cepat antara warga dan aparat dapat mencegah tindak kriminal yang lebih fatal.

