Harianmedia – Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, akhirnya tiba di Beijing pada Rabu, 3 September 2025, setelah sebelumnya sempat membatalkan rencana lawatan akibat situasi politik dalam negeri yang memanas. Kehadiran Prabowo dalam parade militer besar yang digelar di Tiananmen Square atas undangan langsung Presiden China, Xi Jinping, menjadi sorotan dunia. Langkah ini bukan hanya menunjukkan posisi strategis Indonesia dalam percaturan geopolitik global, tetapi juga menandai kebijakan luar negeri “bebas aktif” yang terus dipertahankan di tengah rivalitas Amerika Serikat dan China.

Kunjungan Presiden Prabowo

Kunjungan Prabowo ke China awalnya direncanakan pada akhir Agustus 2025. Namun, rencana tersebut dibatalkan karena gelombang protes besar-besaran di Indonesia yang menentang kebijakan tunjangan DPR. Situasi dalam negeri yang ricuh dengan kerusuhan di sejumlah daerah memaksa Presiden menunda perjalanannya. Bahkan, pemerintah China sempat menyampaikan sikap memahami dan menghormati keputusan Indonesia untuk membatalkan kunjungan tersebut, sambil menyerukan perlindungan bagi warga negara China di Indonesia.

Beberapa hari kemudian, setelah kondisi di tanah air mulai mereda, Prabowo akhirnya mengubah keputusannya. Pada Selasa malam, 2 September 2025, Presiden berangkat ke Beijing bersama sejumlah pejabat negara. Setibanya di Beijing, Prabowo langsung dijadwalkan menghadiri parade militer untuk memperingati 80 tahun kemenangan China atas fasisme pada Perang Dunia II.

Kehadiran di Tiananmen Square

Parade militer di Tiananmen Square menjadi ajang unjuk kekuatan besar China, dihadiri oleh sejumlah pemimpin dunia. Dalam momen ini, Prabowo berdiri sejajar dengan Presiden Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, serta pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dalam sesi foto bersama. Kehadiran pemimpin Indonesia di tengah tokoh-tokoh dunia berpengaruh menandakan pengakuan strategis atas posisi Indonesia.

Tak hanya itu, dalam rangkaian acara, Prabowo juga sempat berbincang dengan Xi Jinping. Meski berlangsung singkat, pertemuan tersebut memperlihatkan hubungan bilateral yang terus dipererat. Indonesia dan China diketahui memiliki hubungan ekonomi, perdagangan, dan pertahanan yang kian intensif dalam beberapa tahun terakhir.

Makna Diplomatik

Pakar hubungan internasional menilai, langkah Prabowo menghadiri parade militer di Beijing adalah bentuk nyata dari politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Kehadiran ini menunjukkan Indonesia tidak berpihak sepenuhnya kepada satu blok kekuatan dunia, melainkan menjaga keseimbangan antara kepentingan nasional, kerja sama internasional, dan independensi diplomasi.

Menurut Dr. Darmansjah Djumala, anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), kehadiran Prabowo di China memberikan sinyal bahwa Indonesia memainkan peran penting di kawasan Asia Tenggara.

“Prabowo hadir tidak sekadar sebagai tamu undangan, tetapi sebagai representasi dari negara besar yang punya pengaruh dalam menjaga stabilitas kawasan,” ujar Djumala.

Di sisi lain, analis politik luar negeri menyoroti bahwa kehadiran Indonesia dalam forum ini juga menjadi cara untuk menjaga keseimbangan hubungan dengan dua kekuatan besar dunia: Amerika Serikat dan China. Indonesia dianggap tetap konsisten menjaga prinsip non-blok, meski dihadapkan pada ketegangan geopolitik Indo-Pasifik.

Kritik dan Kontroversi

Meski memiliki makna diplomatik yang besar, langkah Prabowo ke China juga menuai kritik di dalam negeri. Beberapa pihak menilai kunjungan ini tidak tepat waktu, mengingat Indonesia masih dalam kondisi rawan akibat aksi unjuk rasa dan kerusuhan. Kritik muncul terutama dari kalangan oposisi yang menilai seharusnya Presiden lebih fokus mengendalikan situasi di dalam negeri sebelum melakukan lawatan ke luar negeri.

Namun, pihak Istana membantah anggapan tersebut. Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Prabowo sudah memastikan kondisi Indonesia cukup kondusif sebelum keberangkatan. Ia juga menegaskan bahwa kehadiran Presiden dalam acara internasional tersebut merupakan bentuk komitmen diplomasi Indonesia yang tak bisa diabaikan.

Sorotan Media Internasional

Media internasional memberikan perhatian besar terhadap kehadiran Prabowo di Beijing. Reuters menyoroti bagaimana kunjungan ini awalnya dibatalkan namun akhirnya dilanjutkan setelah situasi dalam negeri mereda. The Guardian menuliskan bahwa langkah Prabowo menghadiri parade militer China menjadi sinyal penting dari diplomasi Indonesia yang berusaha menjaga keseimbangan di tengah tekanan geopolitik.

Sementara itu, Channel News Asia menyoroti posisi Indonesia yang semakin penting dalam percaturan Indo-Pasifik. Menurut laporan tersebut, Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo berusaha menegaskan diri sebagai kekuatan regional yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Hubungan Indonesia-China

Indonesia dan China memiliki hubungan bilateral yang sangat erat, terutama di bidang ekonomi. China merupakan salah satu mitra dagang terbesar Indonesia, dengan nilai investasi yang terus meningkat setiap tahunnya. Proyek-proyek strategis, seperti pembangunan kereta cepat Jakarta–Bandung, menjadi simbol kuat kerja sama kedua negara.

Di bidang pertahanan, hubungan kedua negara juga terjalin semakin erat. Indonesia kerap menjalin kerja sama militer dan latihan gabungan dengan China. Kehadiran Prabowo dalam parade militer ini semakin menegaskan komitmen kedua negara dalam memperkuat hubungan bilateral, meski tetap dalam bingkai politik luar negeri bebas aktif.

Implikasi bagi Politik Domestik

Langkah Prabowo ke China juga memiliki dampak terhadap politik domestik. Di satu sisi, kehadirannya di forum internasional memberi citra positif sebagai pemimpin yang mampu menjaga hubungan diplomatik di tengah kondisi sulit. Namun di sisi lain, kritik dari oposisi dan masyarakat tetap menjadi tantangan yang harus dijawab pemerintah.

Pengamat menilai, langkah Prabowo bisa memperkuat posisi politiknya, asalkan pemerintah mampu menjaga stabilitas dalam negeri pasca aksi protes besar-besaran. Jika stabilitas dapat segera dipulihkan, kunjungan ini akan menjadi modal kuat bagi kepemimpinan Prabowo dalam mempertegas posisi Indonesia di dunia internasional.

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke China untuk menghadiri parade militer di Tiananmen Square merupakan langkah diplomatik yang penuh makna. Meski sempat menuai kontroversi karena kondisi dalam negeri yang belum sepenuhnya stabil, kehadiran Prabowo menunjukkan posisi strategis Indonesia dalam percaturan global. Hubungan Indonesia–China yang semakin erat, sorotan media internasional, serta simbol diplomasi bebas aktif, menjadikan kunjungan ini sebagai salah satu momen penting dalam sejarah diplomasi Indonesia.

Dalam situasi politik domestik yang penuh tantangan, Prabowo tetap melangkah ke panggung internasional untuk menjaga citra Indonesia sebagai negara yang mandiri, berdaulat, dan berpengaruh di kawasan. Kehadirannya di Beijing menjadi pesan jelas bahwa Indonesia akan terus memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan geopolitik global, sekaligus memperkuat hubungan dengan mitra strategis di tengah dinamika dunia yang semakin kompleks.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *