Harianmedia – Tepat pada tanggal 17 September 2025, Indonesia memperingati Hari Palang Merah Indonesia yang ke-80. Sebagai organisasi kemanusiaan tertua dan paling dikenal di Tanah Air, Palang Merah Indonesia (PMI) terus berinovasi dalam layanan kemanusiaan. Dari sejarah panjangnya sejak didirikan pada 17 September 1945, PMI bergerak tidak hanya di bidang donor darah dan pertolongan pertama, namun juga dalam penguatan relawan, teknologi, dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Peringatan tahun ini menjadi momen refleksi sekaligus dorongan agar PMI makin responsif terhadap tantangan zaman.
Sejarah Singkat PMI
Untuk memahami inovasi-yang terus dihadirkan, penting mengetahui akar sejarah PMI:
Awal gagasan dan masa sebelum kemerdekaan
Organisasi kemanusiaan semacam Palang Merah mulai dikenal di Indonesia semasa penjajahan Belanda. Tahun 1873, Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan Nederlands Rode Kruis Afdeling Indie (NERKAI), cabang Palang Merah Belanda.
Namun organisasi itu dibubarkan ketika Jepang menduduki Indonesia. Usaha pembentukan organisasi kemanusiaan nasional terus berlanjut, dipelopori tokoh-terpelajar seperti Dr. R.C.L. Senduk dan Dr. Bahder Djohan pada awal tahun 1930-an.
Perintah pembentukan & Panitia Lima
Setelah Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945, Presiden Soekarno mengeluarkan perintah pada 3 September 1945 untuk membentuk suatu badan Palang Merah Nasional. Kemudian, pada 5 September 1945 dibentuk Panitia Lima oleh Dr. Buntaran, Menteri Kesehatan saat itu, yang beranggotakan dr. R. Mochtar (Ketua), dr. Bahder Djohan, dr Djuhana, dr. Marzuki, dan dr. Sitanala sebagai anggota.
Resmi didirikan 17 September 1945 & pengakuan nasional/internasional
Organisasi PMI secara resmi terbentuk pada 17 September 1945, di bawah kepemimpinan Drs. Mohammad Hatta sebagai ketua pertama.
Pengakuan resmi dari pemerintah melalui Keputusan Presiden: Keppres No. 25 Tahun 1950 dan Keppres No. 246 Tahun 1963 memperkuat kedudukan PMI sebagai organisasi kemanusiaan nasional. PMI juga diakui di kancah internasional dengan menjadi anggota Palang Merah Internasional (ICRC/IFRC) sekitar tahun 1950.
Tugas, Fungsi, dan Prinsip PMI
Seiring perjalanan waktu, PMI memiliki tugas dan prinsip yang kokoh :
Tugas-utama meliputi :
- Pelayanan darah (donor darah) untuk memenuhi kebutuhan medis di seluruh Indonesia.
- Bantuan kemanusiaan terhadap korban bencana alam, konflik, atau kerusuhan.
- Pelayanan pertolongan pertama dan pelatihan relawan dalam kesiapsiagaan bencana.
- Pendidikan, advokasi, dan penyebaran informasi tentang kepalangmerahan kepada masyarakat.
Prinsip dasar
PMI memegang prinsip-prinsip kemanusiaan, ketidakberpihakan, netralitas, independensi, kedermawanan, kesatuan, kesamaan. Prinsip tersebut menjadi panduan dalam semua kegiatan PMI.
Landasan hukum
Organisasi PMI diperkuat oleh Undang-Undang No. 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan, yang mengatur hak, kewajiban, dan peran PMI dalam kerangka hukum nasional.
Hari Palang Merah Indonesia: Makna & Peringatan ke-80 Tahun
Tanggal penting: 17 September diperingati sebagai Hari Palang Merah Nasional, karena pada tanggal itu PMI resmi terbentuk.
Tanggal 3 September juga disebut sebagai perintah pembentukan badan Palang Merah Nasional lewat instruksi Presiden Soekarno; tapi tanggal 17 September menjadi tanggal utama resmi pendirian.
Peringatan ke-80 tahun PMI tahun 2025 ini dimaknai sebagai 80 tahun pengabdian, inovasi, dan tantangan baru untuk PMI dalam zaman modern.
Inovasi dan Perkembangan Terkini PMI
Peringatan ke-80 bukan sekedar simbol; PMI terus bergerak dalam beberapa inovasi dan pengembangan layanan, antara lain:
- Donor darah dan ketahanan stok darah
PMI selalu meningkatkan mekanisme donor darah untuk memastikan pasokan darah aman, terutama di wilayah rawan bencana atau musim puncak kebutuhan medis. PMI juga menggunakan sistem digital untuk pencatatan donor, platform pemberitahuan kebutuhan darah, serta kampanye donor darah rutin. (Meski saya belum menemukan detail inovasi khusus untuk 2025 selain kampanye umum, sistem digital donor telah menjadi tren.) - Relawan dan kesiapsiagaan bencana
PMI memperkuat pelatihan relawan, program kesiapsiagaan lokal, serta koordinasi bencana antar daerah. Termasuk penggunaan teknologi dan media sosial dalam mempercepat respon serta penyebaran informasi saat terjadi bencana. - Penggunaan media digital dan komunikasi publik
PMI merilis logo resmi HUT ke-80, tema peringatan, twibbon, dan panduan logo. Ini adalah bagian dari inovasi dalam branding, komunikasi publik, dan edukasi masyarakat. - Kerjasama lintas lembaga
PMI aktif bekerja sama dengan pemerintah daerah, instansi kesehatan, organisasi internasional, dan perusahaan swasta untuk mendukung kegiatan kemanusiaan. Koordinasi dalam penanganan bencana, pelayanan medis, dan logistik menjadi semakin penting. - Pengembangan regulasi dan legalitas
Dengan Undang-Undang tentang Kepalangmerahan dan Keppres yang telah ada, PMI memastikan semua aktivitas sesuai dengan standar hukum nasional dan konvensi internasional. Ini penting agar kerja PMI lebih akuntabel dan dipercaya masyarakat.
Tantangan yang Dihadapi
Walaupun telah banyak inovasi, PMI menghadapi beberapa tantangan nyata dalam menjalankan tugas kemanusiaannya :
- Kekurangan stok darah di beberapa daerah karena kesadaran donor darah yang masih rendah dan logistik distribusi darah yang kompleks.
- Perluasan pelatihan relawan agar merata ke seluruh Indonesia, terutama di daerah terpencil dan kepulauan, agar respon terhadap bencana bisa lebih cepat.
- Pendanaan jangka panjang untuk sarana dan prasarana, termasuk ambulans, fasilitas transfusi darah, pelatihan, dan lembaga pendukung lainnya.
- Manajemen data dan teknologi agar sistem informasi PMI semakin modern, aman, bisa diakses dengan baik, termasuk pengelolaan donor, pelaporan bencana, serta transparansi penggunaan dana.
- Perubahan iklim dan frekuensi bencana yang makin meningkat menuntut kesiapsiagaan dan adaptasi yang lebih baik dari PMI, baik dari sisi sumber daya manusia, logistik, dan perencanaan.
Contoh Aktivitas dan Perayaan di Berbagai Daerah
Untuk memperingati Hari PMI ke-80 di tahun 2025, beberapa aktivitas telah dilakukan di berbagai kota:
PMI merilis logo resmi dan tema HUT ke-80 serta menyediakan twibbon untuk masyarakat umum guna ikut serta dalam peringatan dan kampanye sosial kemanusiaan.
Media dan instansi setempat mengadakan acara donor darah massal, pemeriksaan kesehatan gratis, dan sosialiasi tugas-tugas PMI kepada masyarakat.
Di Jember, misalnya, komunitas lokal ikut menyelenggarakan kegiatan ORARI Lokal Jember yang memperingati HUT PMI dengan Special Event Station dengan kode panggilan 8A03PMI. Acara ini selain sebagai peringatan, juga sebagai sarana edukasi dan mengenang sejarah PMI.
Manfaat & Dampak PMI untuk Masyarakat
Keberadaan PMI memberikan banyak manfaat nyata :
- Menyelamatkan nyawa melalui penyediaan darah tepat waktu di rumah sakit dan fasilitas kesehatan.
- Memberikan pertolongan di saat bencana: evakuasi, penyediaan bantuan medis, air bersih, makanan, dan perlindungan lainnya.
- Mengedukasi masyarakat tentang pertolongan pertama, kesiapsiagaan bencana, dan hidup sehat.
- Mengokohkan rasa solidaritas dan kepedulian antar warga: PMI sebagai media untuk relawan ikut aktif dalam kegiatan kemanusiaan.
- Memperluas akses layanan kesehatan dan sosial di wilayah terpencil melalui cabang-cabang PMI di kabupaten/kota dan kecamatan.
Peringatan 17 September 2025 bukan hanya sekadar memperingati hari kelahiran PMI, tapi juga momentum agar Palang Merah Indonesia terus mengasah layanannya, berinovasi, dan tetap relevan di tengah perubahan zaman. Dari akar sejarahnya yang lahir saat masa revolusi menyusul kemerdekaan, hingga 80 tahun kemudian PMI tetap berdiri sebagai organisasi kemanusiaan yang mendukung masyarakat dalam kondisi kritis: donor darah, bencana, bantuan kesehatan dan lainnya.
Harapan ke depan, PMI mampu makin memperluas jangkauan, meningkatkan kapasitas relawan, memanfaatkan teknologi, dan memperkuat regulasi agar nilai kemanusiaan tetap hidup dan nyata dirasakan di setiap sudut Indonesia. Karena sejatinya, kemanusiaan tidak mengenal jarak, latar belakang, atau status sosial — PMI terus mengajak kita semua untuk peduli dan berbagi, hari ini dan seterusnya.

